Analisis Dibalik Kematian Osama Bin Laden

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

May 2011
M T W T F S S
« Feb   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Analisis Dibalik Kematian Osama Bin Laden, Obama Success Story

source : http://3.bp.blogspot.com

Berita kematian Osama Bin Laden (OBL) pada tanggal 1 Mei 2011 membuat dunia terguncang. Hingga kini kematian OBL masih menyisakan Pro dan kontra.

Bagi para pendukung dan simpatisan OBL, kematian OBL disambut dengan isak tangis dan kemarahan. Berbeda dengan para pembenci dan pelaknat OBL, kegembiraan, puji syukur bahkan pesta-pora diekspresikan sebagai bentuk kemenangan atas kematian OBL.

Apapun itu, kedua sikap pro dan kontra tersebut masih berpijak pada dasar asumsi yang sama bahwa OBL telah tewas dibunuh dalam sebuah operasi penyergapan yang dilakukan oleh Navy Seal Amerika Serikat di Abbottabad, Pakistan.

Pertanyaan yang muncul, “Sungguhkah OBL telah mati seperti yang telah diumumkan oleh Obama yang kemudian disebarluaskan di berbagai media massa?” Atau, “Apakah memang kita dipaksa oleh berbagai pemberitaan yang ada untuk menerima begitu saja informasi bahwa OBL telah mati?” Pertanyaan ini layak dikemukakan tatkala ditemukan sejumlah rangkaian informasi yang menimbulkan keraguan tentang kebenaran tewasnya OBL.

Setidaknya ada beberapa hal yang patut menjadi catatan penting seputar kematian OBL. Hal pertama terkait dengan siapa sesungguhnya OBL seperti yang telah diulas dalam artikel terdahulu di blog ini yang berjudul “Siapakah Mereka?” dimana terlihat jelas bagaimana hubungan sesungguhnya Osama Bin Laden dengan Amerika Serikat khususnya George Bush .

Hal kedua, berkenaan dengan situasi dan kondisi terkini yang terjadi dalam negeri Amerika Serikat dibawah pemerintahan Barack Obama yang menggantikan dua periode kekuasaan George Bush.

Perbedaan garis kebijakan politik Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat lebih mengedepankan issue HAM dan demokratisasi yang kental beraroma sosialisme terkesan lebih “lunak” ketimbang George Bush dari Partai Republik yang lebih berpihak pada kepentingan “gang” kapitalisnya -kartel pengusaha minyak- dengan berpegang teguh pada cara-cara old American style gaya cowboy yang selalu menyelesaikan masalah dengan adu senjata.

Cara-cara cowboy yang digunakan oleh George Bush dengan proyek pengerahan kekuatan bersenjata atas nama peperangan terhadap terorisme di Afghanistan dan Irak sesungguhnya menyimpan hidden agenda yang berujung pada penguasaan ladang minyak dan distribusi minyak. Ironisnya, penyelenggaraan perang di Irak dan Afghanistan yang menghabiskan anggaran hampir 1 triliun dollar dibiayai oleh dana yang berasal dari pajak rakyat Amerika Serikat. Bahkan untuk perang di Afghanistan, biaya per hari yang harus dikeluarkan mencapai 300 juta Dollar.

Penggelaran pasukan yang hingga kini masih dilakukan oleh Amerika Serikat atas nama perang terhadap terorisme di Irak dan Afghanistan tak pelak lagi menyedot habis seluruh kemampuan ekonomi Amerika Serikat. Krisis kredit macet perumahan yang lebih dikenal dengan subprime mortage serta krisis Wall Street akhir 2008 tak lebih hanyalah indikator dari munculnya gejolak resesi ekonomi di Amerika Serikat.

Akibat “kelakuan” George Bush tersebut rakyat Amerika Serikat harus menanggung akibatnya. Obama pun kebagian jadi tukang cuci piring atas “pesta” perang terorisme yang diprakarsai oleh George Bush.

Untuk lebih jelasnya, data statistik dibawah ini bisa memperlihatkan bagaimana situasi dan kondisi ekonomi yang dihadapi Amerika Serikat saat ini.

source : "20th Century Secrets" by James Dunnigan

source : "20th Century Secrets" by James Dunnigan

source : "20th Century Secrets" by James Dunnigan

Selain data tersebut diatas, sebuah artikel yang ditulis dalam sebuah website The Trading Report berjudul “24 Signs Of Economic Decline In America”, menjelaskan tentang 24 tanda penurunan Ekonomi di Amerika.

1.  On Monday, Standard & Poor’s altered its outlook on U.S. government debt from “stable” to “negative” and warned the U.S. that it could soon lose its AAA rating.  This is yet another sign that the rest of the world is losing faith in the U.S. dollar and in U.S. Treasuries.

2. China has announced that they are going to be reducing their holdings of U.S. dollars.  In fact, there are persistent rumors that this has already been happening.

3. Hedge fund manager Dennis Gartman says that “panic dollar selling is setting in” and that the U.S. dollar could be in for a huge decline.

4. The biggest bond fund in the world, PIMCO, is now shorting U.S. government bonds.

5. This cruel economy is causing “ghost towns” to appear all across the United States.  There are quite a few counties across the nation that now have home vacancy rates of over 50%.

6.  There are now about 7.25 million less jobs in America than when the recession began back in 2007.

7. The average American family is having a really tough time right now.  Only 45.4% of Americans had a job during 2010.  The last time the employment level was that low was back in 1983.

8. Only 66.8% of American men had a job last year.  That was the lowest level that has ever been recorded in all of U.S. history.

9. According to a new report from the AFL-CIO, the average CEO made 343 times more money than the average American did last year.

10. Gas prices reached five dollars per gallon at a gas station in Washington, DC on April 19th, 2011.  Could we see $6 gas soon?

11. Over the past 12 months the average price of gasoline in the United States has gone up by about 30%.

12. Due to rising fuel prices, American Airlines lost a staggering $436 million during the first quarter of 2011.

13. U.S. households are now receiving more income from the U.S. government than they are paying to the government in taxes.

14. Approximately one out of every four dollars that the U.S. government borrows goes to pay the interest on the national debt.

15. Total home mortgage debt in the United States is now about 5 times larger than it was just 20 years ago.

16. Total credit card debt in the United States is now more than 8 times larger than it was just 30 years ago.

17. Average household debt in the United States has now reached a level of 136% of average household income.  In China, average household debt is only 17% of average household income.

18. The average American now spends approximately 23 percent of his or her income on food and gas.

19. In a recent survey conducted by Deloitte Consulting, 74 percent of Americans said that they planned to slow down their spending in coming months due to rising prices.

20. 59 percent of all Americans now receive money from the federal government in one form or another.

21. According to the U.S. Bureau of Labor Statistics, the average length of unemployment in the U.S. is now an all-time record 39 weeks.

22. As the economy continues to collapse, frustration among young people will continue to grow and we will see more seemingly “random acts of violence”.  One shocking example of this happened in the Atlanta area recently.  The following is how a local Atlanta newspaper described the attack….

Roughly two dozen teens, chanting the name of a well-known Atlanta gang, brought mob rule to MARTA early Sunday morning, overwhelming nervous passengers and assaulting two Delta flight attendants.23. Some Americans have become so desperate for cash that they are literally popping the gold teeth right out of their mouths and selling them to pawn shops.

24. As the economy has declined, the American people have been gobbling up larger and larger amounts of antidepressants and other prescription drugs.  In fact, the American people spent 60 billion dollars more on prescription drugs in 2010 than they did in 2005.

Dari keseluruhan gambaran tersebut diatas, keterpurukan ekonomi yang dihadapi Amerika secara politis memunculkan krisis kepercayaan terhadap pemerintahan Obama yang berakibat pada menurunnya tingkat popularitas Obama.

Ibarat orang yang sedang sakit gigi, rakyat Amerika perlu “obat anastesi” untuk menghilangkan derita psikologis yang diakibatkan oleh keterpurukan ekonomi yang terjadi. Di sisi lain, Bagi Obama sendiri, obat penenang ini sekaligus juga sebagai solusi untuk memulihkan kembali popularitasnya yang sedang menurun.

Obat yang dimaksud tersebut adalah cerita keberhasilan -success story- Amerika menumpas gembong teroris Al-Qaeda yang dipungkasi dengan kematian Osama Bin Laden.

Lebih jauh dari itu, kematian OBL sekaligus memotong mata rantai dosa turunan yang telah dibuat oleh George Bush dengan issue terorisme yang diciptakannya. Obama nampaknya dengan sadar tak ingin menjadi pewaris dari konspirasi politik luar negeri yang dilakukan oleh Bush dan kelompoknya, kartel pengusaha minyak.

Namun skenario yang berjalan tentu tak sesederhana apa yang terlihat. Operasi penyergapan yang dilakukan terhadap OBL di tempat kediamannya di Abbottabad tanpa melibatkan pemerintah Pakistan tentu menimbulkan keraguan akan kebenaran keberadaan OBL di Abbotabad. Dalam kesempatan lain pemerintah Pakistan bahkan menyatakan tidak tahu menahu perihal operasi penyergapan terhadap OBL yang dilakukan oleh Navy Seal di wilayahnya.

Keraguan tersebut diperkuat dengan adanya rilis yang dikeluarkan oleh Wikileaks yang menyatakan bahwa semasa pemerintahan Bush, Amerika Serikat sejak 2008 sudah mengetahui keberadaan OBL di Abbottabad. Namun entah mengapa baru setelah tiga tahun penyergapan terhadap Osama dilakukan.

Yang menarik, paska operasi penyergapan yang dikabarkan menewaskan OBL, pihak Amerika Serikat mengumumkan bahwa jasad OBL telah dibuang ke laut tanpa ada satupun media massa yang ikut meliput hingga sulit dipastikan kebenarannya.

Sekalipun kemudian media massa menayangkan video yang memperlihatkan bagaimana Obama ikut menyaksikan operasi penyergapan tersebut secara langsung melalui laporan pandangan mata di televisi yang terpasang di situation room Gedung Putih, namun ternyata tak cukup untuk menutupi fakta-fakta yang terekam dalam berbagai serpihan gambar yang terserak seperti tersebut diatas.

Keraguan bahwa OBL telah tewas makin menguat karena operasi penyergapan yang dilakukan oleh Navy Seal dikediaman OBL lebih pantas disebut sebagai upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap agen CIA yang bernama Osama Bin Laden.

Pola pengecohan -deception- yang dilakukan jelas untuk memberi pesan kepada dunia bahwa OBL seolah-olah telah tewas. Ini akan memudahkan CIA membawa pulang kembali OBL ke Amerika guna melakukan perubahan wajah melalui proses operasi plastik. Dengan wajah baru yang berbeda serta dilengkapi dengan identitas diri baru berikut rumah, pekerjaan serta penghidupan yang layak, OBL tampil sebagai sosok yang terlahir baru dan berbeda sama sekali.

Dengan demikian maka tercapailah win-win solution. Rakyat Amerika feel happy, Obama feel happy, George Bush feel happy, tak terkecuali Osama pun feel happy. And then they lived happily ever after… Yang lain.., selamat tertipu…

Dan terbukti, selang sehari setelah kematian Osama Bin Laden, mata uang Dollar AS kembali menguat di perdagangan Asia. Sungguh ending yang manis…

5 people like this post.

Popularity: 5% [?]

Reader Feedback

52 Responses to “Analisis Dibalik Kematian Osama Bin Laden, Obama Success Story”

  1. omagus says:

    masih banyak tau antek antek titipan USA (doh) omagus´s last blog ..Membuat Fans PageMy ComLuv Profile

  2. saya pribadi merasa, Osama telah sangat lama meninggal, ini hanya kepentingan mereka cari “aman” akan krisis keuangan yang sebgiannya habis dan terkuras krn untuk mengurus terorisme yang di”akal-akali” oleh freemanson

  3. Andy MSE says:

    *inguk-inguk
    Andy MSE´s last blog ..Sexy-nya Rok MiniMy ComLuv Profile

  4. Andy MSE says:

    inguk2 maneh…
    sing nduwe nangendi yo?
    Andy MSE´s last blog ..Convert Video ke MP3 di LinuxMy ComLuv Profile

  5. renggana says:

    politik minyak,,,

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1