Gelar Bapak Kesejahteraan Untuk SBY

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

August 2010
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Gelar Bapak Kesejahteraan; SBY Ancang-ancang Untuk Periode Ketiga

Source : http://www.primaironline.com

Source : http://www.primaironline.com

Cides (Centre for Information and Development Studies) dan Ruhut Sitompul, tiba-tiba berdendang seperti sekelompok musisi jalanan yang bernyanyi bersama demi segenggam uang receh tanpa mau tahu apakah telinga yang mendengar berdarah-darah.

Direktur Eksekutif Cides Ricky Rachmadi berdendang tentang gelar Bapak Kesejahteraan untuk SBY. Tak perlu lagi dibahas apa argumentasinya karena mereka paling jago bikin argumentasi pembenaran ilmiah bahkan untuk sebuah kebodohan yang mereka lakukan sekalipun.

Lalu giliran Ruhut Sitompul ambil suara dengan teknik falseto yang melukai nurani. Lagu tentang SBY menjadi Presiden untuk tiga periode. Padahal jelas-jelas dalam Undang- Undang Negara Republik Indonesia 1945, khususnya Pasal 7 dinyatakan adanya pembatasan masa jabatan Presiden untuk dua kali berturut-turut.

Apa yang dilakukan Ruhut Sitompul dengan berperan antagonis sebagai bad guy tentu bukan sesuatu yang kebetulan, namun by design dilakukan untuk melihat dan mengukur respon maupun feed back yang muncul dari masyarakat atas pernyataan tersebut. Setidaknya, respon maupun feed back yang muncul bisa dijadikan bahan kajian oleh think-tank SBY guna merancang formula yang tepat untuk digunakan selama 3 tahun ke depan demi memuluskan ambisi SBY berkuasa kembali ketiga kalinya.

Apapun yang dinyanyikan keduanya jelas adalah cara dan trik lama yang dulu acapkali digunakan semasa rezim Orde Baru dibawah komando Soeharto oleh kroni-kroninya yang berebut cari muka demi kursi dan jabatan. Setelah 12 tahun lebih Soeharto tumbang, ternyata praktek-praktek seperti ini masih saja diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya demi syahwat kekuasaan semata.

Makin hari, SBY makin terlihat kemiripannya dengan Soeharto. Cara menyelenggarakan pemerintahan yang penuh dengan pencitraan semu serba berseolah-olah, juga bagaimana membangun kaki-kaki kekuasaannya dengan memainkan manajemen konflik yang selalu menempatkan dirinya dalam posisi aman. Tentu kita semua tidak mengalami amnesia dengan kasus Century yang akhirnya “cuma” membuat Sri Mulyani mundur sebagai menteri dan bersembunyi di World Bank.

Ricky, Ruhut terutama SBY lupa bahwa rakyat semakin cerdas. Rakyat tak lagi mudah dibohongi dan dimanipulasi seperti dulu semasa Soeharto. Berbagai muslihat yang dipraktekkan oleh orang-orang macam Ricky dan Ruhut sudah tak lagi mempan sekarang ini. Sudah saatnya SBY lebih dewasa dalam berpolitik. Negeri ini membutuhkan seorang negarawan bukan lagi politisi kelas cecunguk yang hanya mengandalkan politik pencitraan.

Gelar Bapak Pencitraan rasa-rasanya lebih tepat diberikan ketimbang gelar Bapak Kesejahteraan.

4 people like this post.

Popularity: 3% [?]

Reader Feedback

58 Responses to “Gelar Bapak Kesejahteraan; SBY Ancang-ancang Untuk Periode Ketiga”

  1. genthokelir says:

    mas sampean ingat kisah tragedi tumapel …kiro2 ngene iki po yah dalam konteks berbeda
    genthokelir´s last blog ..Anak SMP Jadi Pengusaha My ComLuv Profile

    • itempoeti says:

      naluri primitifnya memang sama dari dulu sampai sekarang. harta, tahta dan wanita.

      ada yg bilang itu naluri reptil yg masih tersisa dalam diri manusia.

  2. tomy says:

    Malam itu aku bermimpi tentang seorang lelaki
    putra bumi kesayangan negeri
    dia datang disaat fajar
    berjalan didalam badai meniti gelombang

    “Aku telah datang dengan membawa bara di dada
    dan seperti yang kuinginkan api itu telah membesar dan terus menjalar”

    bangkit berdiri anak-anak negeri
    menghimpitku di tengah-tengah mereka
    berseru gegap gempita
    canangkan tekad bajakan semangat

    tiba-tiba dari seluruh penjuru datanglah
    laskar petaka mengumbar murka
    tercerai berai.. terserak kami semua

    berdirilah dia dihadapan para dursila
    setegar karang setenang samudra
    menantang maut serahkan hidupnya

    …dalam kegeraman
    …dalam kemurkaan
    mereka menyesahnya
    putra bumi kesayangan negeri
    direnggut dari tengah-tengah kami
    kini telah pergi dia yang kami kasihi

    lalu kulihat seorang badut
    wajahnya dipulas dipatut-patut
    seringai serigala namun terlihat selalu tertawa

    “Aku telah datang membawa kesenangan dan kegembiraan
    hidup hanya sekedar permainan mari jadikan sebagai panggung hiburan”

    Gegap gempita seluruh negeri
    badut diangkat didudukkan kursi

    “jadilah pemimpin kami
    terima hormat daulat kami”

    hancur hatiku melihat itu
    dengan menangis aku berlalu
    bangsaku oh bangsaku
    mengapa kalian begitu dungu?
    tomy´s last blog ..KRATON YOGYA KEHILANGAN PERKUTUT My ComLuv Profile

  3. bintangair says:

    katanya SBY gak mencalonkan dirinya jadi presiden untuk ketiga kalinya
    ah mbuh lah..

    • itempoeti says:

      pak harto juga dulu begitu…
      terus mulai ada pernyataan kebulatan tekad di seluruh daerah yg minta dia jadi presiden lagi…

      inget? (thinking)

  4. IjoPunkJUtee says:

    Pencitraan ibarat gincu, pagi dioles sore pun luntur….

  5. Pojok Pradna says:

    lho bener, to. “Bapak Kesejahteraan”

    lha wong, beliau ini bapak yg paling sejahtera dibanding yg lain (lmao) Pojok Pradna´s last blog ..Anak Panti Asuhan Dharmo Yuwono Purwokerto dan Banjir! My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1