Windows 7 Dosa Terhadap Kemanusiaan

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 10 February 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

July 2010
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Windows 7 Dosa Terhadap Kemanusiaan

by Phil Garcia and Don Berry, source : http://www.gnu.org/graphics/jesus-cartoon.html

A cartoon by Phil Garcia and Don Berry, source : http://www.gnu.org/graphics/jesus-cartoon.html

Operating System versi terbaru keluaran Microsoft Windows, Windows 7, memiliki problem yang sama seperti juga yang terjadi terhadap Vista, XP dan semua versi-versi pendahulunya. Kesemuanya adalah proprietiary software (software berbayar dan berpemilik) dan bukan Free Open Source Software. Pengguna tidak dibolehkan untuk membagikan dan memodifikasi Windows software, termasuk menguji bagaimana cara kerja didalamnya.

Merupakan sebuah kenyataan bahwa Windows 7 adalah proprietary software dimana Microsoft secara hukum mutlak mengendalikan penggunanya melalui perpaduan antara hak cipta, kontrak, dan hak paten. Microsoft menggunakan hal tersebut sebagai kekuatan untuk menistakan para pengguna komputer.

Windows7sins.org, Free Software Foundation, dalam hal ini mencoba mengetengahkan tujuh fakta sebagai bukti bagaimana penistaan tersebut dilakukan oleh Microsoft.

  1. Meracuni pendidikan: Sekarang ini, sebagian besar anak-anak yang proses belajar mengajarnya terkait dengan komputer hanya diajarkan untuk menggunakan produk dari satu perusahaan: Microsoft. Microsoft menghabiskan sejumlah besar dana guna melakukan lobby-lobby dan marketing untuk mempengaruhi Departemen Pendidikan. Proses pembelajaran untuk menggunakan kekuatan komputer seharusnya ditujukan demi pembebasan dan pemberdayaan, dan bukan jalan bagi sebuah perusahaan untuk perlahan-lahan melakukan monopoli.
  2. Melanggar privasi: Microsoft menggunakan software dengan nama-nama yang tak sesuai dengan fungsinya seperti Windows Genuine Advantage yang sebenarnya berfungsi untuk memeriksa isi hard drive pengguna. Pengguna diwajibkan untuk menerima licensing agreement sebelum menggunakan Windows untuk menegaskan bahwa Microsoft memiliki hak untuk melakukan hal tersebut tanpa pemberitahuan terlebih dulu.
  3. Perilaku monopoli: Hampir setiap komputer yang dibeli memiliki Windows pre-instal –yang bukan karena pilihan bebas–. Microsoft mendikte persyaratan-persyaratan (spesifikasi) hardware kepada vendor, yang tentu nantinya akan menawarkan PC dengan Windows tertanam didalamnya meskipun banyak orang yang tidak menginginkannya. Bahkan komputer yang menggunakan sistem operasi lainnya seperti GNU/Linux pre-instal seringkali pada awalnya menggunakan Windows pre-install terlebih dulu.
  4. Lock-in (terkunci didalam?): Microsoft secara teratur mencoba memaksa penggunanya untuk melakukan update dengan meniadakan dukungan (support) untuk Windows dan Office versi lama, juga dengan menaikkan persyaratan (spesifikasi) hardware yang digunakan. Bagi banyak orang, ini berarti harus membuang komputer yang digunakannya hanya karena tidak lagi memenuhi persyaratan/spesifikasi untuk Windows versi baru.
  5. Pelecehan standar: Microsoft telah berusaha agar tak ada lagi kebebasan standardisasi format dokumen, karena standar seperti Open Document Format (.odf) akan mengancam kendali yang saat ini mereka miliki terhadap pengguna melalui format Word proprietary (.doc). Mereka terlibat dalam berbagai upaya licik, termasuk juga menyuap pejabat agar tak ada lagi kebebasan standarisasi format dokumen.
  6. Pemaksaan Digital Restrictions Management (DRM): Dengan menggunakan Windows Media Player, Microsoft berkolusi dengan perusahaan-perusahan besar media massa untuk membuat pembatasan terhadap upaya copy/menyalin dan memainkan media ke dalam sistem operasi mereka. Sebagai contoh, atas permintaan NBC, Microsoft mampu mencegah pengguna Windows untuk merekam acara televisi dimana sesungguhnya secara hukum mereka memiliki hak untuk merekam acara televisi tersebut.
  7. Mengancam keamanan pengguna: Windows memiliki sejarah panjang kerentanan keamanan, memungkinkan terjadinya penyebaran virus dan membiarkan pengguna jarak jauh mengambil alih komputer orang lain untuk digunakan mengirim spam-botnet. Mengingat software Microsoft bersifat tertutup dan rahasia, maka semua pengguna hanya bisa menyerahkan nasib pada Microsoft untuk mengatasi masalah tersebut –dibalik itu Microsoft telah memiliki pengamanan diri demi menjaga kepentingannya– namun tidak untuk penggunanya.

Free Open Source Software seperti GNU/Linux dapat melakukan pekerjaan sama seperti yang dilakukan Windows sekaligus mendorong pengguna untuk berbagi, memodifikasi, dan belajar software sebanyak yang mereka inginkan. Hal ini membuat penggunaan Free Open Source Software adalah cara terbaik bagi pengguna untuk beralih dari Microsoft sehingga terhindarkan dari kemungkinan untuk menjadi korban berikutnya dari tujuh dosa.

Software dan komputer akan selalu memiliki masalah karena dibuat oleh manusia, tapi dengan menggunakan Free and Open Source Software, para pengguna dan komunitasnya diberdayakan untuk bisa memecahkan masalah yang dihadapi oleh mereka sendiri antar satu sama lain.

Dialih bahasa secara bebas dari : Windows7sins.org

5 people like this post.

Popularity: 6% [?]

Reader Feedback

87 Responses to “Windows 7 Dosa Terhadap Kemanusiaan”

  1. omagus says:
    Browser Firefox 3.6.7 Firefox 3.6.7 OS Windows 7 Windows 7

    berarti aku masih di jajah nih..!
    coba lihat os yang ku gunakan (lmao)

  2. sikapsamin says:
    Browser Nokia Web Browser Nokia Web Browser OS Nokia Series60 Nokia Series60

    Dia memang hrs tetap mensakralkan namanya Bill Gates = Gerbang Pembayaran/Tagihan.

  3. suryaden says:
    Browser Firefox 3.6.7 Firefox 3.6.7 OS GNU/Linux GNU/Linux

    lha wong parkir wae mbayar je… opo meneh OS, podo ae lah Linux nek nginstalke yo mbayar… luwih dosa maneh sakjane macintosh..is hardware ne aneh, sing tuku yo bangga sisan…
    suryaden´s last blog ..piala adipura My ComLuv Profile

  4. itempoeti says:
    Browser Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6 OS openSUSE openSUSE

    kok parkir…, nguyuh wae mbayar kok… (lmao)
    nginstalke linux ki pancen mbayar tapi uduk mbayar software, ning mbayare ongkose sing nginstalke…
    aku ra kenal blasss karo macintosh, kenale karo macenthu… (rofl)

  5. ciwir says:
    Browser Firefox 3.5.9 Firefox 3.5.9 OS Ubuntu 9.10 Ubuntu 9.10

    kapitalis maling duit kita kita maka kita harus maling ilmunya juga (lmao) ciwir´s last blog ..Gunung Tidar My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free

itempoeti


Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1