Mereka Bukan Penjahat

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Sabtu 4 September 2010
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya

    Translate to:

Edition

Juli 2010
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

My BlogCatalog BlogRank
Add to favourite links

Indonesia TOP
blogarama - the blog directory
My Zimbio
Politics Blogs
Politics blogs
Politics
The Ubuntu Counter Project - user number # 28134
Add to Google Reader or Homepage

Valid CSS!
[Valid RSS]

Artikel-artikel Penyebab Aksi Borong Habis Majalah TEMPO Edisi 28 Juni – 4 Juli 2010 (bagian ketiga)

Artikel ketiga yang masuk dalam headline laporan utama “Rekening Gendut Perwira Polisi” berjudul “ Mereka bukan Penjahat”. Artikel ini secara khusus menyoroti hasil wawancara wartawan majalah TEMPO dengan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Ito Sumardi yang didampingi wakilnya, Inspektur Jenderal Dikdik Mulyana.

Berikut ini kutipannya.

Mereka Bukan Penjahat

SEJAK Mei lalu, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Ito Sumardi punya tambahan pekerjaan. Dia diperintahkan Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri melakukan klarifikasi ihwal dugaan transaksi keuangan mencurigakan di rekening sejumlah perwira polisi. “Kalau sekarang tidak tuntas, pasti isu ini akan muncul lagi, muncul lagi,” kata Ito.

Ito menyatakan telah memanggil para perwira yang disebut memiliki transaksi mencurigakan. Mereka diminta menjelaskan asal-usul dana, termasuk melengkapinya dengan dokumen dan bukti. Inspektur Jenderal Budi Gunawan, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan, menurut dia, yang pertama kali dipanggil. “Sebab, namanya yang paling awal disebut masyarakat,” ujarnya. Sambil menunjuk meja kerjanya, ia berujar, “Dia datang ke situ, saya sendiri yang meminta keterangan.”

Yunus Husein, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, menyatakan telah mengirim ribuan analisis transaksi mencurigakan ke kepolisian. Temuan itu ternyata tak pernah ditangani polisi. Pada Mei lalu, Yunus kemudian menemui Kepala Kepolisian membahas soal ini. Satu hal yang dibahas ihwal banyaknya transaksi mencurigakan di rekening sejumlah perwira tinggi polisi.

Setelah pertemuan itulah, Jenderal Bambang memerintahkan Ito dan wakilnya, Inspektur Jenderal Dikdik Mulyana, turun tangan. “Mengapa kami yang diperintahkan?” katanya kepada wartawan Tempo, Budi Setyarso, Setri Yasra, dan Wahyu Dyatmika yang mewawancarainya Jumat pekan lalu. Lalu sambil tertawa ia menjawab pertanyaannya sendiri, “Karena kami tidak termasuk dalam daftar nama yang dicurigai.” Dikdik Mulyana, yang menemani Ito selama wawancara dengan Tempo, Jumat pekan lalu, menimpali, “Barangkali belum….”

Sejauh mana hasil penelusuran Anda atas laporan transaksi mencurigakan itu?

Dari ribuan yang disebutkan, ternyata 800 laporan yang bisa ditelusuri. Di antara laporan itu, ada 60-an mengenai rekening perwira polisi. Sudah kami telusuri, dan sekarang tinggal 21 laporan yang belum selesai diklarifikasi.

Kepolisian terkesan defensif menangani soal ini?

Harus Anda pahami, kebanyakan itu data lama, 2003-2005. Rata-rata dua tahun lalu. Misalnya, ada perwira yang disebut dalam laporan masih berpangkat komisaris besar. Padahal dia sekarang sudah jenderal bintang dua. Ada yang sudah purnawirawan, bahkan ada yang sudah meninggal. Ini menyulitkan, karena para pemilik rekening tersebut juga sudah lupa detail transaksi mereka dua-tiga tahun lalu itu. Tolong ini dipahami. Kami tidak bermaksud menutup-nutupi.

Jadi ini laporan lama?

Iya. Laporannya sama dengan yang pernah ramai pada 2005. Ini menyulitkan penyelidikan. Nama-namanya sama, transaksinya sama. Sebenarnya dulu pun sudah ada upaya klarifikasi dari Badan Reserse Kriminal. Namun, karena sistem pendataan kurang rapi, tak tercatat. Sekarang kami diminta Kepala Polri untuk melakukan.

Benarkah dana di rekening para perwira ini bagian dari dana operasional polisi sumbangan pengusaha?

Saya belum tahu ada informasi seperti itu. Soal sumbangan sukarela itu, kan, bergantung pada masing-masing individunya. Kalau ada bantuan, sepanjang itu tidak ada penyalahgunaan wewenang yang mempengaruhi pelaksanaan tugas, boleh saja, kan? Kita harus realistis. Kehidupan polisi jauh dari mencukupi.

Jadi tidak ada masalah?

Saya minta masyarakat tidak prejudice dulu. Sebagian orang berpikir ini laporan transaksi mencurigakan senilai bermiliar-miliar rupiah. Padahal tidak begitu. Misalnya, ada seorang ajun komisaris besar yang menyetor premi asuransi Rp 50 juta. Karena tidak sesuai dengan profilnya-karena gajinya kecil-langsung terdeteksi sebagai transaksi mencurigakan. Begitu diklarifikasi, ya selesai.

Ada indikasi pidana dari 21 laporan transaksi mencurigakan yang masih diperiksa?

Masih ditelusuri. Ada tim penyidik independen. Tapi ingat asas praduga tak bersalah. Mereka bukan penjahat. Semua yang disebut dalam laporan sudah kami undang untuk klarifikasi. Beban pembuktian ada para mereka, karena ini menggunakan asas pembuktian terbalik. Kami minta penjelasan asal dana beserta bukti-buktinya.

Anda beri tenggat sampai kapan?

Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai.

Bisa diberi gambaran, kira-kira apa bentuk hasil klarifikasi ini?

Kami akan memberikan penjelasan kepada PPATK. Kalau ada yang mencurigakan, nanti akan ditindaklanjuti. Kalau pemilik rekening yang dicurigai masih berdinas, kami akan melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan.

Setri Yasra, Wahyu Dhyatmika, Budi Setyarso (Jakarta)

(Sumber : Majalah Tempo Edisi 28 Juni – 4 Juli 2010)

Bersambung ke bagian keempat

Popularity: 2% [?]

Reader Feedback

3 Responses to “Artikel-artikel Penyebab Aksi Borong Habis Majalah TEMPO Edisi 28 Juni – 4 Juli 2010 (bagian ketiga)”

  1. ciwir says:
    Browser Firefox 3.6.3 Firefox 3.6.3 OS Linux Mint 9 Linux Mint 9

    ada indikasi perang kepentingan.
    baik internal polisi maupun kepentingan tempo dan polisi.
    ada udang dibalik cawet kie….
    ciwir´s last blog ..KPK Riwayatmu Kini My ComLuv Profile

  2. addiehf says:
    Browser Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6 OS Windows XP Windows XP

    klik “Bersambung ke bagian keempat” lanjutin mabcananya (scenic) addiehf´s last blog ..Protected- Passwordnya- Protected My ComLuv Profile

  3. Browser Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6 OS Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

    untung ada tempo, mas mahendra. kalau ndak, meski pihak internal polri mengendus kejahatan ini, pasti akan tiarap juga.
    sawali tuhusetya´s last blog ..Dari Dunia Maya Menuju ke Pelaminan My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1