Artikel yang berjudul “Rekening Dalam Sorotan” merupakan artikel keempat sekaligus terakhir dari seluruh rangkaian artikel yang terkait dalam headline laporan utama majalah TEMPO edisi 28 Juni – 4 Juli 2010 yang bertajuk “Rekening Gendut Perwira Polisi”.
Artikel ini secara terperinci mengungkap sebagian temuan dari transaksi yang dicurigai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi (PPATK) terkait aliran dana ke sejumlah rekening milik perwira polisi.
Berikut ini kutipannya.
Rekening Dalam Sorotan
MARKAS Besar Kepolisian RI meminta klarifikasi 21 perwira yang memiliki rekening mencurigakan. Dari perwira berpangkat komisaris hingga komisaris jenderal, mereka melakukan transaksi yang “tidak sesuai profilnya”-maksudnya tak sesuai dengan pendapatan resmi. Berikut ini sebagian dari transaksi yang dicurigai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan itu.
Cheta Nilawati (Jakarta)
INSPEKTUR JENDERAL MATHIUS SALEMPANG
Laporan kekayaan (22 Mei 2009):
Rp 8.553.417.116
US$ 59.842Jabatan: Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur
Tuduhan:
Memiliki rekening Rp 2.088.000.000 dengan sumber dana yang tidak jelas. Pada 29 Juli 2005 rekeningnya ditutup dan Mathius memindahkan dana Rp 2 miliar ke rekening lain atas nama seseorang yang tidak diketahui hubungannya. Dua hari kemudian dana ditarik dan disetor ke deposito Mathius.Tanah dan properti: Tanah dan bangunan serta empat bidang tanah di Jakarta Timur.
Harta bergerak: Mobil BMW, Toyota Alphard, logam mulia.“Saya baru tahu dari Anda.”
(24 Juni 2010)
INSPEKTUR JENDERAL SYLVANUS YULIAN WENAS
Laporan kekayaan (25 Agustus 2005):
Rp 6.535.536.503Jabatan: Kepala Korps Brigade Mobil Polri
Tuduhan:
Dari rekeningnya mengalir uang Rp 10.007.939.259 kepada orang yang mengaku sebagai Direktur PT Hinroyal Golden Wing. Terdiri atas Rp 3 miliar dan US$ 100 ribu pada 27 Juli 2005. Kemudian US$ 670.031 pada 9 Agustus 2005.Tanah dan properti: Dua bidang tanah dan bangunan di Depok, lima bidang tanah di Depok, dua bidang di Minahasa, empat bidang di Jakarta Pusat.
Harta bergerak: Mobil Mitsubishi, Toyota Kijang, Suzuki Baleno, Honda City, Toyota Innova, logam mulia, dan giro.“Dana itu bukan milik saya.”
(24 Juni 2010)
INSPEKTUR JENDERAL BUDI GUNAWAN
Laporan kekayaan (19 Agustus 2008):
Rp 4.684.153.542Jabatan: Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian<
Tuduhan:
Melakukan transaksi dalam jumlah besar, tak sesuai dengan profilnya. Bersama anaknya, Budi disebutkan telah membuka rekening dan menyetor masing-masing Rp 29 miliar dan Rp 25 miliar.Tanah dan properti: Dua bidang di Jakarta Selatan dan 12 bidang di Subang, Jawa Barat.Usaha peternakan dan perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, obyek wisata, serta rumah makan.
Harta bergerak: Mobil Toyota Harrier, Honda Jazz, Nissan Teana, dua sepeda motor, logam mulia, dan barang antik.“Berita itu sama sekali tidak benar.”
(25 Juni 2010)
BADRODIN HAITI
Laporan kekayaan (24 Maret 2008):
Rp 2.090.126.258 dan US$ 4.000Jabatan: Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian
Tuduhan:
Membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar. Asal dana dari pihak ketiga. Menarik dana Rp 700 juta, dan menerima dana rutin setiap bulan.Tanah dan properti: Tanah dan bangunan di Depok, dua bidang di Bekasi, sebidang di Tangerang, Surabaya, Jakarta.
Harta bergerak: Mobil Toyota Kijang, logam mulia, giro.“Itu sepenuhnya kewenangan Kepala Bareskrim.”
(24 Juni 2010)
KOMISARIS JENDERAL SUSNO DUADJI
Laporan kekayaan (2008):
Rp 1.587.812.155Jabatan: Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal
Tuduhan:
Menerima kiriman dana dari seorang pengacara sekitar Rp 2,62 miliar dan kiriman dana dari seorang pengusaha. Total dana yang ditransfer ke rekeningnya Rp 3,97 miliar.Tanah dan properti: Tanah, bangunan di Depok.
Harta bergerak: Mobil Honda, logam mulia, giro.“Transaksi mencurigakan itu tidak pernah kami bahas.”
(M. Assegaf, pengacara Susno, 24 Juni 2010)
INSPEKTUR JENDERAL BAMBANG SUPARNO
Laporan kekayaan:
Belum adaJabatan: Staf pengajar di Sekolah Staf Perwira Tinggi Polri
Tuduhan:
Membeli polis asuransi dengan jumlah premi Rp 250 juta pada Mei 2006. Ada dana masuk senilai total Rp 11,4 miliar sepanjang Januari 2006 hingga Agustus 2007. Ia menarik dana Rp 3 miliar pada November 2006.“Tidak ada masalah dengan transaksi itu. Itu terjadi saat saya masih di Aceh.”
(Jakarta, 24 Juni 2010)
SUMBER: WAWANCARA, SUMBER TEMPO, LAPORAN HARTA KEKAYAAN PEJABAT NEGARA
Popularity: 3% [?]
- majalah tempo edisi 16-22 agustus 2010 (2)
- majalah tempo edisi 28 juni 2010 (2)
- majalah tempo edisi bulan agustus (2)
- berita susno24 juli2010 (1)
- tempo edisi 24 juni (1)
- malah tempo (1)
- majalah tempo edisi juni 2010 (1)
- majalah tempo edisi agustus 2010 (1)
- majalah tempo agustus 2010 (1)
- majalah tempo 9 agustus (1)












![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
Like





endi???
ciwir´s last blog ..KPK Riwayatmu Kini
uwis ki hlooo…
iki mau ono kesalahan teknis…
Cieeeleng.. . . gak enek apa2ne
maaf.., tadi ada kesalahan teknis…
ketipu
neorenggana´s last blog ..HIRENS Boot CD 
maaf.., yang tadi ada kesalahan teknis…
di celengi
suryaden´s last blog ..heaven
maaf.., tadi memang ada kesalahan teknis…
sepertinya om item beralih ke jamaah hoaxiyah
apakah anusngekek mengembel-embelinya dengan jabatan dewan pembina jemaah hoaxiyah. kita tunggu hasil ereksi dari mereka.
eh klarifikasi
maaf.., memang tadi ada kesalahan teknis…
sangar tenan… kwui duit kabeh opo campur godong???
ciwir´s last blog ..KPK Riwayatmu Kini
jarene campur kreweng…
saya malah jadi inget nasib pak susno, hiks.
sawali tuhusetya´s last blog ..Dari Dunia Maya Menuju ke Pelaminan