Pancasila 1 Juni 1945, Mengembalikan Ruh Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Sabtu 4 September 2010
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya

    Translate to:

Edition

Juni 2010
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

My BlogCatalog BlogRank
Add to favourite links

Indonesia TOP
blogarama - the blog directory
My Zimbio
Politics Blogs
Politics blogs
Politics
The Ubuntu Counter Project - user number # 28134
Add to Google Reader or Homepage

Valid CSS!
[Valid RSS]

Pancasila 1 Juni 1945, Mengembalikan Ruh Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa

http://mustaqimzone.files.wordpress.com/2010/02/sidang-bpupki.jpg

http://mustaqimzone.files.wordpress.com/2010/02/sidang-bpupki.jpg

Kemerdekaan Indonesia jelas bukanlah sesuatu yang begitu saja jatuh dari langit -taken for granted-. Namun merupakan suatu sintesa dari sebuah proses dialektika perjuangan panjang bangsa Indonesia.

BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) -Dokuritu Zyunbi Tyoosakai- adalah salah satunya yang dibentuk dalam kerangka kemerdekaan Indonesia. BPUPKI yang bekerja sejak 28 Mei – 1 Juni 1945 dan kemudian dilanjutkan 10 – 17 Juli 1945, secara maraton melakukan sidang-sidang yang intensif guna melakukan pembahasan dan perumusan tentang dasar negara, wilayah negara, warganegara dan Rancangan Undang-Undang Dasar.

Pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945 yang bertempat di gedung Tyuuoo Sangi-In (sekarang kantor Dep. Luar Negeri), Ir. Soekarno mendapat kesempatan untuk menyampaikan gagasan-gagasannya tentang dasar negara yang kemudian disebut sebagai Pancasila.

Dalam paparannya, Ir. Soekarno, menyampaikan urutan dan penjelasan tentang Pancasila yang berbeda dengan Pancasila yang saat ini dikenal dan dipahami pada umumnya.

Perbedaan tesebut dapat dilihat sebagai berikut :

Pancasila

1 Juni 1945

Sekarang

Nasionalisme, atau kebangsaan

Ketuhanan Yang Maha Esa

Internasionalisme, atau perikemanusiaan

Kemanusiaan yang adil dan beradab

Mufakat

Persatuan Indonesia

Kesejahteraan

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Ketuhanan

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Diawal pidatonya Ir. Soekarno menekankan pentingnya sebuah negara memiliki  p h i l o s o f i s c h e  g r o n d s l a g yang menjadi fundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi.

Ir. Soekarno juga menyebutnya sebagai  w e l t a n s c h a u u n g atau filsafat hidup. Filsafat hidup yang bukan baru akan dibuat dalam kerangka kemerdekaan Indonesia, namun filsafat hidup yang memang sudah berakar urat dan mendarah daging tertanam sejak lama.

Cita-cita didirikannya negara Indonesia sebagai suatu negara “semua buat semua” dan bukan buat satu golongan, suku, atau agama apapun yang mendasari Ir. Soekarno untuk mengusulkan prinsip  k e b a n g s a a n,  atau  n a s i o n a l i s m e.

Kebangsaan yang dimaksud bukanlah nasionalisme dalam pemaknaan sempit yang mengarah pada  c h a u v i n i s m e dengan menempatkan bangsa Indonesia seolah-olah lebih unggul dari bangsa lain seperti halnya Yahudi dengan  Z i o n i s m e – nya atau Hitler dengan N a z i – nya. Namun nasionalisme dalam pemaknaan sebuah negara bangsa yang utuh sebagai satu kesatuan geopolitik tak terpisahkan yang terletak diantara dua benua dan dua samudera, dari ujung Sumatera sampai ke Papua.

Oleh sebab itu, nasionalisme yang bukan  c h a u v i n i s m e haruslah diletakkan pada prinsip  p e r i k e m a n u s i a a n  yang dengan arif mampu melihat bahwa Indonesia adalah bagian kecil dari dari dunia. Bangsa Indonesia adalah bagian dari kekeluargaan bangsa-bangsa di dunia.

Prinsip ini menjadi prinsip kedua yang diusulkan oleh Ir. Soekarno dengan menyebutnya sebagai i n t e r n a s i o n a l i s m e.

Lebih tegas, Ir. Soekarno mengatakan, “Internasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak berakar dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur kalau tidak dalam taman sarinya internasionalisme”. Kedua prinsip tersebut oleh Ir. Soekarno kemudian disarikan menjadi satu yang kemudian sering disebut sebagai  s o s i o – n a s i o n a l i s m e.

Prinsip berikutnya yang diusulkan oleh Ir. Soekarno yaitu  m u f a k a t  atas dasar  p e r w a k i l a n  dan  p e r m u s y a w a r a t a n. Prinsip ini tetap didasarkan pada cita-cita untuk membentuk suatu negara yang “semua buat semua”, “satu buat semua, semua buat satu”.

Nilai-nilai demokrasi diimplementasikan melalui tata cara perwakilan dan etika permusyawaratan. Ir. Soekarno dalam pidatonya dihadapan sidang BPUPKI mengatakan, “Saya yakin, bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan”.

Demokrasi dalam pemahaman Ir. Soekarno bukanlah hanya demorasi politik yang hanya memberikan kesamaan hak dan kesempatan politik, namun yang tak kalah penting juga adalah kesamaan hak dan kesempatan ekonomi. Kesamaan hak dan kesempatan politik yang tidak diimbangi oleh kesamaan hak dan kesempatan ekonomi, hanya akan memberi ruang bagi lahirnya anarchisme politik dan ekonomi berupa penindasan dan penjajahan oleh kaum elit politik dan pemilik modal (kapital) sebagai pemilik kekuasaan politik dan ekonomi terhadap rakyat yang tak lebih hanya menjadi obyek politik dan obyek ekonomi.

Demokasi politik dan demokrasi ekonomi hanya bisa terwujud jika ada keterwakilan dari semua unsur kebangsaan di dalam badan pemusyawaratan guna menjamin terselenggaranya dua prinsip  p o l i t i e k e  r e c h t v a a r d i g h e i d dan  s o c i a l e  r e c h t v a a r d i g h e i d,  k e a d i l a n  p o l i t i k  dan  k e a d i l a n  s o s i a l.

Dengan adanya demokrasi ekonomi, maka prinsip k e s e j a h t e r a a n menjadi prinsip keempat yang diusulkan oleh Ir. Soekarno. Prinsip kesejahteraan adalah prinsip “ tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka”.  M u f a k a t  sebagai bentuk demokrasi politik dan  k e s e j a h t e r a a n  sebagai bentuk demokrasi ekonomi, oleh Ir. Soekarno disarikan menjadi  s o s i o – d e m o k r a s i.

Disinilah letak perbedaan yang mendasar antara demokrasi Pancasila dengan demokrasi liberal yang saat ini sedang giat-giatnya dipraktekkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Prinsip terakhir yang diusulkan oleh Ir. Soekarno adalah prinsip Ketuhanan. Mengingat Ir. Soekarno seorang arsitek, menjadi wajar jika prinsip Ketuhanan diletakkan paling bawah. Sehebat dan semegah apapun konstruksi sebuah bangunan pada akhirnya dtentukan oleh seberapa kuat fondasi bangunan yang menopangnya.

Prinsip Ketuhanan adalah fondasi bagi keempat prinsip yang terletak diatasnya. Ketuhanan yang dimaksud oleh Ir. Soekarno adalah dimana di dalam Indonesia Merdeka setiap orang bebas dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa dengan cara berkeadaban dan berbudaya.

Cara berkeadaban dan berbudaya yang dimaksud adalah  s a l i n g  h o r m a t  m e n g h o r m a t i  satu sama lain antar warga bangsa.

Tentang prinsip Ketuhanan, Ir. Soekarno dengan tegas mengatakan, “Bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah Ketuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang berbudi pekerti yang luhur, ke-Tuhanan yang hormat menghormati satu sama lain.” Prinsip Ketuhanan akan mendasari setiap sikap, tindakan dan perilaku dengan spirit cinta dan kasih sayang kepada sesama baik sesama manusia, maupun kepada sesama ciptaan Sang Maha Pencipta.

“Hatiku akan berpesta raya, jikalau saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berasaskan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa”

Dengan prinsip Ketuhanan sebagai prinsip kelima sekaligus yang terakhir, Ir. Soekarno telah meletakkan fondasi spiritualitas ke-tauhid-an diatas sekat-sekat agama dalam gedung Indonesia Merdeka.

Kelima prinsip yang dinamakan Pancasila, menurut Ir. Soekarno masih dapat disarikan lagi menjadi Trisila yaitu Sosio-nasionalisme, Sosio-demokrasi dan Ketuhanan. Bahkan ketika sudah menjadi Trisila pun masih dapat disarikan lagi menjadi Ekasila, yaitu   G O T O N G – R O Y O N G.

—oo0oo—

Hari ini, 1 Juni 2010, tepat 65 tahun yang lalu terhitung sejak Ir. Soekarno menyampaikan pidatonya tentang Pancasila dihadapan sidang BPUPKI. Sungguh ironis, tatkala apa disampaikan Ir. Soekarno dalam pidatonya ternyata sungguh bertolak belakang -jauh panggang dari apinya- dengan kenyataan yang ada saat ini dalam praktek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Apa yang terjadi sekarang ini ternyata justru memperlihatkan betapa para petinggi negeri ini telah berkhianat terhadap prinsip-prinsip yang terkandung di dalam Pancasila. Dalam praktek penyelenggaran kehidupan berbangsa dan bernegara, para elit politik malah sibuk menghamba menjadi komprador yang dengan bangga mempraktekkan sistem demokrasi liberal dan sistem perdagangan bebas atas pesanan para majikannya hingga akhirnya malah membawa rakyat negeri ini jatuh makin dalam ke jurang keterpurukan dan kesengsaraan.

Jikalau Ruh Pancasila tak segera pulang ke pangkuan ibu pertiwi, maka negeri ini tak lebih tinggal hanyalah negeri kardus yang dihuni oleh zombie-zombie predator yang akan memangsa habis nilai-nilai jati diri bangsa Indonesia.

3 people like this post.

Popularity: 19% [?]

Reader Feedback

81 Responses to “Pancasila 1 Juni 1945, Mengembalikan Ruh Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa”

  1. ethie says:
    Browser Firefox 3.0.10 Firefox 3.0.10 OS Windows XP Windows XP

    Sayang sekali, konsep bagus Pancasila hanya sampai di tataran konsep.
    Aplikasinya? Jauh panggang dari api.

    Harus diakui, Indonesia memang jago dalam konsep. Tapi tidak di aplikasinya.
    Bisa dicari, aturan apa saja dibuat di Indonesia, tapi apakah aturan itu dilaksanakan?
    Aturan-aturan itu cuma jadi macan di atas kertas.
    Sayang sekali… Karena stakeholder-nya hanya mementingkan isi perut dan kroninya.

  2. PakOsu says:
    Browser Firefox 3.0.19 Firefox 3.0.19 OS Windows XP Windows XP

    Konsep yang begitu bagus oleh founding father negara ini. Sekarang realitas yang ada bikin kita mengurut dada oleh kelakuan para pengurus negara. BW, salam kenal. Sukses selalu.
    PakOsu ´s last blog ..Sepuluh Kepribadian Orang Sukses My ComLuv Profile

  3. Browser Firefox 3.0.19 Firefox 3.0.19 OS Windows XP Windows XP

    Assalaamu’alaikum sahabat

    Dengan hormat dan takzimnya, saya berharap sahabat sudi menerima AWARD PERKASA – KAU ADALAH YANG TERBAIK, sempena sambutan HARI BAPA di Malaysia pada 20 Jun 2010. Ia sebagai menghargai persahabatan dalam perkongsian ilmu di ruang maya dan mengenangi jasa para bapa dalam memperjuangkan kehidupan yang harmoni untuk kebahagiaan keluarganya.

    http://websitifatimah.wordpress.com/2010/06/21/20-jun-2010-selamat-hari-bapa-untukmu-malaysia-dan-indonesia/

    Salam mesra dari saya.
    Siti Fatimah Ahmad´s last blog ..20 JUN 2010- SELAMAT HARI BAPA UNTUKMU: MALAYSIA DAN INDONESIA My ComLuv Profile

  4. XML-RPC XML-RPC

    [...] } Hari ini, 21 Juni 2010, dalam rangka dengan Peringatan Hari Ayah -Father’s Day- , sebuah Award dihadiahkan kepada saya dari seorang sahabat dari negeri jiran Malaysia. Terima kasih saya ucapkan kepada ibu Siti Fatimah [...]

  5. elmoudy says:
    Browser Firefox 3.5.9 Firefox 3.5.9 OS Windows XP Windows XP

    Pancasila..hampir terlupakan… perihal butir2 P4..sekarang tak diingat lagi..
    Pancasila..perlu dan memang harus dibangkitkan kembali
    elmoudy´s last blog ..Sukses adalah Sebuah Pencapaian My ComLuv Profile

    • itempoeti says:
      Browser Minefield 3.7.8 Minefield 3.7.8 OS Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.04

      @elmoudy,
      butir-butir itu jangan diingat…
      karena itu buatan orde baru yang membuat Pancasila jadi nampak kelam, kejam dan puritan…

      kembali ke pemaknaan sesungguhnya sesuai pidato Ir. Soekarno di sidang BPUPKI…

  6. Dangstars says:
    Browser Firefox 3.0.8 Firefox 3.0.8 OS Windows XP Windows XP

    Pancasila Abadi !

  7. Dangstars says:
    Browser Firefox 3.0.8 Firefox 3.0.8 OS Windows XP Windows XP

    Ya,Semoga Pancasila tetap abadi

  8. 'nBASIS says:
    Browser Firefox 3.6.3 Firefox 3.6.3 OS Windows XP Windows XP

    agar jangan (antara lain)menjadi alat pukul politik bagi rezim berkuasa.
    http://nbasis.wordpress.com/2009/10/22/demokrasi-pancasila/
    ‘nBASIS´s last blog ..JS MANROE- TINJAUAN KEKINIAN TENTANG PERISTIWA ISRAK DAN MI’RAJ My ComLuv Profile

  9. Dewi Satyawati says:
    Browser Firefox 3.5.11 Firefox 3.5.11 OS Windows XP Windows XP

    Dimanapun keberadaan benoa atlantik kita percayakan saja pada akhlinya, apakah itu hasil penelitiannya subjective ataupun objective. Kita harus percaya pada seorang akhli siapun dia. Mengenai Pancasila, hendaknya kita sangat bersyukur mempunyai dasar negara “Pancasila”, yang benar2 mencerminkan budaya bangsa indonesia yang majemuk ini. Di Zaman yang edan ini, Pancasila hanya merupakan slogan semata yang dibacakan setiap upacara bendera atau diafalkan oleh pelajar, tidak diamalkan baik oleh aktivis, pelajar, mahasiswa, pejabat atau masyarakat. Agar bangsa ini tidak lebih edan atau terpuruk lebih jauh, marilah kita selaku bangsa Indonesia, mengamalkan Pancasila dalam ativitas kita sehari-harim, sehingga ruh Pancasila tetap hidup.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1