Satu Lagi Skandal Bank Indonesia, Kasus Suap Pencetakan Uang pecahan Rp 100 Ribu

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

May 2010
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Satu Lagi Skandal Bank Indonesia, Kasus Suap Pencetakan Uang pecahan Rp 100 Ribu

Source : http://www.theage.com.au/national/playing-the-game-20100524-w81z.html

Source : http://www.theage.com.au/national/playing-the-game-20100524-w81z.html

Berita mengejutkan yang dilansir oleh surat kabar harian The Age terbitan Australia sungguh bagai sebuah coreng di muka bangsa Indonesia.

Dalam artikel yang berjudul “Playing the game”, The Age secara terbuka mengungkapkan terjadinya kasus penyuapan terhadap pejabat BI (Bank Indonesia) yang dilakukan oleh RBA (Reserve Bank of Australia) terkait dengan pemenangan tender proyek pencetakan uang pecahan Rp100 ribu senilai 500 juta pada tahun 1999 semasa Syahril Sabirin menjadi Gubernur BI.

RBA yang merupakan bank sentral Australia sekaligus otoritas pencetakan uang di negara Kanguru memiliki unit usaha pencetakan uang yaitu Securency International and Note Printing Australia seperti halnya Peruri di Indonesia.

Lebih lanjut, pengungkapan yang dilakukan The Age didasarkan pada bocoran faksimili dan email yang bersifat rahasia antara Radius Christanto dengan pihak RBA dan Securency/NPA. Seperti yang tertulis dalam arikel lain yang berjudul “RBA Firms Agreed to Pay Bribes of $US 1,3 juta”, The Age juga mengungkapkan bahwa RBA melalui mediatornya di Indonesia, Radius Christanto, telah melakukan penyuapan sebesar $US 1,3 juta kepada dua pejabat BI.

Pengungkapan kasus ini terjadi setelah Age/ABC Four Corners dalam investigasinya mempeoleh keterangan dari seorang mantan pegawai Securency/NPA yang menyatakan bahwa dia diminta untuk membayar suap dan menyediakan wanita penghibur bagi beberapa pejabat Bank Sentral dari negara lain.

Dari bocoran korespondensi yang dilakukan Radius Christanto, terungkap pula bahwa dia menerima komisi sebesar $US 3.65 juta dari Securency/NPA melalui rekening banknya yang berada di Singapura atas keberhasilannya dalam memenangkan kontrak pencetakan uang pecahan Rp100 ribu pada tahun 1999, Bank Indonesia.

Selain itu, dalam faksimilinya juga terindikasi adanya pejabat BI yang berinisial “S” dan “M” yang menerima $US 1,3 juta dari RBA. The Age meyakini bahwa “S” dan “M” adalah pejabat senior Bank Indonesia yang memainkan peran kunci bagi keberhasilan RBA memenangkan kontrak pencetakan tersebut.

Dari apa yang diungkap oleh The Age, terbukti bahwa ketidakberesan yang terjadi terkait dengan praktek korupsi yang dilakukan oleh BI sesungguhnya sudah berlangsung lama sejak dulu.

Menjadi wajar jika dalam kasus penggelontoran dana bail-out Bank Century, Ketua KKSK sekaligus mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan tegas menyatakan hanya bertanggung jawab atas dana sebesar RP632 milyar yang telah disetujui, dan bukan pada Rp6,7 triliun yang akhirnya digelontorkan.

Nampaknya menjadi makin jelas kemana larinya dana Rp6,1 triliun sisanya…

4 people like this post.

Popularity: 6% [?]

Reader Feedback

97 Responses to “Satu Lagi Skandal Bank Indonesia, Kasus Suap Pencetakan Uang pecahan Rp 100 Ribu”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by Didiet A. Pambudiono, mahendra 'itempoeti'. mahendra 'itempoeti' said: Sekali lagi terbukti bahwa Bank Indonesia adalah salah satu institusi yang menjadi sumber korupsi di Indonesia. http://ping.fm/0YoNj [...]

  2. soewoeng says:

    telat bos
    bu ani dah pindah

  3. Walah, kaum2 elit politik mung senengane do ngeedekna weteng tox. Ra mikir rakyate susah. Duait sepirang-pirang akehe ya dikorupsi kabeh. Kaum elite politik pancen ASU kabeh… Napa ra perang2 ya??? Pengin ngerti kaya ngapa mengko hasile
    Blogger Banyumas´s last blog ..Selamat datang di Blogger banyumas.info My ComLuv Profile

  4. omagus says:

    duit plastik ae koq di belani yoh..! (lol) omagus´s last blog ..Selamat datang di omagus.web.id My ComLuv Profile

  5. hehehe sudah bukan kasus baru suap-menyuap sudah jadi budaya indonesiaku tercinta :-), jangankan Pencetakan Uang untuk bisa menang tender Percetakan Surat suara pemiluKada maupun nasional juga harus suap kanan kiri atas bawah :-) salam kenal.
    dJumTKS Weblog´s last blog ..Sudahkah anda klik ptc hari ini My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1