Mendadak sontak rapat kerja para petinggi negara harus pindah ke Istana Cipanas. Hanya sekedar untuk meratap melas soal penyebutan kebo, dan bukan untuk membahas nasib 300 KK korban lumpur Lapindo yang masih tercecer dan menganggur karena kehilangan tanahnya dimana hak hidup yang nyata-nyata dijamin dalam Pembukaan UUD’45 telah dikhianati oleh para penyelenggara negara.
Bisa dibayangkan, berapa total jiwa yang terancam kelangsungan hidup, pendidikan dan masa depan 300 KK beserta anggota keluarganya. Uang ganti beli yang sungguh tak sepadan bahkan belum lagi masih banyak penduduk yang belum menerima uang ganti asset tersebut.
Keprihatinan ini menyeret seorang anak bangsa beserta kawan-kawannya untuk mengambil prakarsa langsung guna menjawab masalah ini. Tak ada yang bisa menghalangi sebuah niat tulus untuk berbuat bagi kemaslahatan sesama tanpa perlu lebih dulu mendapat legitimasi sebagai Presiden melalui Pemilu.
Ini hanya sebuah pembuka pintu kesadaran untuk melongok pada realita yang sesungguhnya. Selanjutnya, terserah anda…
Popularity: 8% [?]
- lumpur lapindo 2010 (17)
- lapindo 2010 (12)
- pasar wisata (8)
- GAMBAR LUMPUR LAPINDO (6)
- pasar wisata 2010 (5)
- lumpur lapindo (5)
- TUMBAL (3)
- tumbal lumpur lapindo terkini (2)
- danau lumpur (2)
- tumbal untuk lapindo 2010 (1)












![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







penanggung jawab lapindo dan pemiliknya masuk neraka jahannam
barajakom´s last blog ..Cara Membuat Daftar Isi Blog
gmn dgn presidennya yang malah berkawan penanggung jawab dan pemiliknya???
berkunjung lagi sob
barajakom´s last blog ..Cara Membuat Daftar Isi Blog
Derita ini semoga berakhir !!!
amien!!!
Kapan dong selesainya ?
tak akan…, selama Ical Bakrie masih bertengger di pusat kekuasaan…
Hingga saat ini lumpur itu terus meluap hingga menenggelamkan 12 desa/kelurahan yakni Siring, Jatirejo, Mindi, Renokenongo, Kedungbendo, Gempolsari, Kedungcangkring, Pejarakan, Besuki, Gempolsaari, Glagaharum, Ketapang, dan Kalitengah. Desa-desa itu, bahkan pusat semburan lumpurnya tak jauh dari desa yang saya tinggali. Hanya beberapa kilometer jaraknya.
29 Mei 2006, sejak saat itulah ribuan orang kehilangan rumah sebagai tempat tinggalnya, kehilangan sawah dan pabrik sebagai tempat mereka bekerja. Tanah kelahiran dan segenap sejarah nenek moyangnya seolah hilang seiring lumpur yang menggenanginya.
yansDalamJeda´s last blog ..Balada Si Roy