Nasional Demokrat, Quo Vadis?

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Nasional Demokrat, Quo Vadis?

Hari ini, 1 Pebruari 2010 di Istora Senayan Jakarta akan dideklarasikan sebuah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) baru yang bernama Nasional Demokrat. Beberapa tokoh elit politik nasional ditengarai terlibat sebagai inisiator sekaligus deklarator dibalik berdirinya Ormas Nasional Demokrat.

Menurut sejumlah inisiator, ormas yang logonya terdiri dari dua warna kuning dan biru ini berisi tokoh-tokoh lintas partai politik, profesi, usia, agama, disiplin keilmuan dan suku ini dibentuk untuk menjawab persoalan bangsa dengan tindakan dan karya-karya nyata yang langsung memberikan manfaat nyata pada harkat hidup dan kesejahteraan rakyat diberbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tersebut diantaranya nama-nama seperti Surya Paloh, Sultan HB X, Siswono Yudohusodo, Syafei Ma’arief, juga dari kalangan muda muncul nama-nama E’ep Saefullah Fatah, Garin Nugroho, Anis Baswedan juga Budiman Sudjatmiko yang terlibat di dalamnya.

Melihat platform dan manifesto ormas Nasional Demokrat yang begitu integral dan komprehensif meliputi seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara hampir setara dengan Garis Besar Haluan Negara serta dengan keterlibatan begitu banyak elit politik yang terlibat didalamnya, nampaknya ormas Nasional Demokrat punya potensi untuk bermetamorfosa menjadi pemerintahan bayangan -shadow government- yang justru mampu melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan tapi gagal dilakukan oleh pemerintahan resmi yang berkuasa.

Prestasi buruk pemerintahan SBY di 100 hari pertama ditandai dengan terjadinya kenaikan harga beras, gula dan minyak goreng juga rencana terjadinya kenaikan tarif PLN adalah bukti prestasi buruk pemerintahan SBY. Belum lagi kasus KPK, Century Bank juga penyebutan nama SBY oleh Anggodo Widjoyo makin memperlihatkan betapa SBY tidak mampu mengelola negara dengan baik untuk kemaslahatan rakyat.

Hal ini menjadi sinyalemen kuat bahwa sesungguhnya kelahiran ormas Nasional Demokrat adalah bentuk ekspresi ketidakpercayaan terhadap lemahnya penyelengaraan pemerintahan SBY yang saat ini resmi berkuasa sekaligus menjadi jawaban atas kegagalan pemerintahan SBY. Nampaknya Ormas Nasional Demokrat memang didesain untuk siap menjadi “pemerintahan rakyat” yang langsung mampu memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang terjadi saat ini.

Sayangnya Ormas Nasional Demokrat tidak berani bersikap realistis untuk secara terbuka menerima kenyataan bahwa sesungguhnya persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang mendera negeri ini justru utamanya disebabkan oleh rezim pemerintahan SBY yang saat in berkuasa.

Jika realitas politik tersebut tidak berani secara terbuka diterima sebagai kenyataan politik yang terjadi saat ini, maka apapun langkah konkrit yang seharusnya dilakukan oleh Ormas Nasional Demokrat menjadi tidak punya arti dan tak akan pernah mampu menjadi solusi nyata atas segala persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang terjadi saat ini dalam jangka pendek, maupun dalam jangka panjang.

Harapan yang tinggi dari seluruh  rakyat dan bangsa Indonesia atas kelahiran Ormas Nasional Demokrat pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh sejauh mana ketegasan dan keberanian ormas Nasional Demokrat dalam bersikap terhadap pemerintahan SBY yang saat ini nyata-nyata telah gagal mensejahterakan rakyat dan bangsa Indonesia.

Pertanyaannya…, “Akankah Nasional Demokrat dengan kekuatan tokoh-tokoh politik nasional yang ada didalamnya berani untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan SBY demi menyelamatkan rakyat dan bangsa Indonesia?”

3 people like this post.

Popularity: 4% [?]

Reader Feedback

81 Responses to “Nasional Demokrat, Quo Vadis?”

  1. alfan butway says:

    ngurus diri sendiri saja aku gak bisa apalagi saya ngurus negara. wkwkwkwk…
    alfan butway´s last blog ..nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular My ComLuv Profile

  2. katakataku says:

    terlepas dari anggapan orang bahwa yang berada di dalam NasDem adalah orang-orang gagal politik, namun sekiranya sangat menarik juga untuk menyimaknya apakah nanti ada reaksi yang nyata ditengah kesemerawutan politik negeri ini. dan misalnya saja dalam 100 hari kedepan NasDem tidak melakukan satu hal pun yang terasa bagi rakyat ini, jadi tagline “gerakan perubahan” rasnya tak pantas lagi didengungkan. kenapa? ya orang2 didalamnya ntu kan elit politik, ekonom, budaya, dll yg hebat2 mas dalam 100 hri saja ga bisa (lol)

    so, wait and see ajah ahhhhh……..

  3. sikapsamin says:

    ‘Judul’e : Nasional Demokrat
    Dominasi Warna : Biru karo Kuning

    Rasanya memang Nafas-Nuswantaranya kurang jelas…
    BIRU…sudah dirobek pada saat Perjuangan 10 Nopember 1945 yang lalu…Kok dipasang lagi?!
    KUNING…identik dg virus-hepatitis yg merusak hati (nurani)

    ning iki lamunanku lho…lamunan sikapsamin

    Salam…NUSWANTARA
    sikapsamin´s last blog ..PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA My ComLuv Profile

  4. achoey says:

    Ehm, kita lihat ORMAS ND ini :)

  5. xitalho says:

    Iya.. kekhawatirannya adalah Jangan-jangan mereka hanya mengulang dan mengulang tradisi “Anget-anget tai ayam”. Karena yang dibutuhkan rakyat adalah langkah kongkret penanganan semua masalah bangsa ini. Dibutuhkan seorang pemimpin yang duduknya di istana namun tangan dan jiwanya merangkul dan bersama rakyat.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1