Nasional Demokrat, Quo Vadis?

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 10 February 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Nasional Demokrat, Quo Vadis?

Hari ini, 1 Pebruari 2010 di Istora Senayan Jakarta akan dideklarasikan sebuah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) baru yang bernama Nasional Demokrat. Beberapa tokoh elit politik nasional ditengarai terlibat sebagai inisiator sekaligus deklarator dibalik berdirinya Ormas Nasional Demokrat.

Menurut sejumlah inisiator, ormas yang logonya terdiri dari dua warna kuning dan biru ini berisi tokoh-tokoh lintas partai politik, profesi, usia, agama, disiplin keilmuan dan suku ini dibentuk untuk menjawab persoalan bangsa dengan tindakan dan karya-karya nyata yang langsung memberikan manfaat nyata pada harkat hidup dan kesejahteraan rakyat diberbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tersebut diantaranya nama-nama seperti Surya Paloh, Sultan HB X, Siswono Yudohusodo, Syafei Ma’arief, juga dari kalangan muda muncul nama-nama E’ep Saefullah Fatah, Garin Nugroho, Anis Baswedan juga Budiman Sudjatmiko yang terlibat di dalamnya.

Melihat platform dan manifesto ormas Nasional Demokrat yang begitu integral dan komprehensif meliputi seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara hampir setara dengan Garis Besar Haluan Negara serta dengan keterlibatan begitu banyak elit politik yang terlibat didalamnya, nampaknya ormas Nasional Demokrat punya potensi untuk bermetamorfosa menjadi pemerintahan bayangan -shadow government- yang justru mampu melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan tapi gagal dilakukan oleh pemerintahan resmi yang berkuasa.

Prestasi buruk pemerintahan SBY di 100 hari pertama ditandai dengan terjadinya kenaikan harga beras, gula dan minyak goreng juga rencana terjadinya kenaikan tarif PLN adalah bukti prestasi buruk pemerintahan SBY. Belum lagi kasus KPK, Century Bank juga penyebutan nama SBY oleh Anggodo Widjoyo makin memperlihatkan betapa SBY tidak mampu mengelola negara dengan baik untuk kemaslahatan rakyat.

Hal ini menjadi sinyalemen kuat bahwa sesungguhnya kelahiran ormas Nasional Demokrat adalah bentuk ekspresi ketidakpercayaan terhadap lemahnya penyelengaraan pemerintahan SBY yang saat ini resmi berkuasa sekaligus menjadi jawaban atas kegagalan pemerintahan SBY. Nampaknya Ormas Nasional Demokrat memang didesain untuk siap menjadi “pemerintahan rakyat” yang langsung mampu memberikan solusi nyata atas berbagai persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang terjadi saat ini.

Sayangnya Ormas Nasional Demokrat tidak berani bersikap realistis untuk secara terbuka menerima kenyataan bahwa sesungguhnya persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang mendera negeri ini justru utamanya disebabkan oleh rezim pemerintahan SBY yang saat in berkuasa.

Jika realitas politik tersebut tidak berani secara terbuka diterima sebagai kenyataan politik yang terjadi saat ini, maka apapun langkah konkrit yang seharusnya dilakukan oleh Ormas Nasional Demokrat menjadi tidak punya arti dan tak akan pernah mampu menjadi solusi nyata atas segala persoalan kerakyatan dan kebangsaan yang terjadi saat ini dalam jangka pendek, maupun dalam jangka panjang.

Harapan yang tinggi dari seluruh  rakyat dan bangsa Indonesia atas kelahiran Ormas Nasional Demokrat pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh sejauh mana ketegasan dan keberanian ormas Nasional Demokrat dalam bersikap terhadap pemerintahan SBY yang saat ini nyata-nyata telah gagal mensejahterakan rakyat dan bangsa Indonesia.

Pertanyaannya…, “Akankah Nasional Demokrat dengan kekuatan tokoh-tokoh politik nasional yang ada didalamnya berani untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan SBY demi menyelamatkan rakyat dan bangsa Indonesia?”

3 people like this post.

Popularity: 5% [?]

Reader Feedback

81 Responses to “Nasional Demokrat, Quo Vadis?”

  1. Browser Firefox 3.5.4 Firefox 3.5.4 OS openSUSE openSUSE

    wis gek ndang nyusun kabinet juga
    trus difasilitasi mobil karo kenaikan gaji..

    ngko nak sing liane meri yo gawe neh koyo ngono…

    kuwi sing jenenge mensejahterakan rakyat…soale kabeh dadi pejabat
    Pradna Jogloabang´s last blog ..Belajar Python 01: Pendahuluan My ComLuv Profile

  2. maqbullah says:
    Browser Opera 9.50 Opera 9.50 OS Windows XP Windows XP

    Moga, setulus embun pagi
    Merona bak matahari terbit tuk terangi bumi pertiwi.
    Timbul dari “semangat perjuangan” dan kebersamaan yg dapat memerdekakan Tanah Air Indonesia dari segala bentuk penjajahan.

  3. elmoudy says:
    Browser Firefox 3.5.7 Firefox 3.5.7 OS Windows XP Windows XP

    kok namanya Nasional Demokrat yaa?? pertama gw pikir, itu underbow nya partai Demokrat.
    Tapi syukurlah kalo gak ada hubungan apa2 dengan partai Demokrat.

    Intinya gw setuju dengan misi itu… Pemerintah perlu diluruskan kembali. agar lebih serius mengurus negara ini, tidak sekedar maen polas poles popularitas
    elmoudy´s last blog ..Managing with the Gurus My ComLuv Profile

  4. alief says:
    Browser Opera Mini 4.0.10031 Opera Mini 4.0.10031 OS J2ME/MIDP Device J2ME/MIDP Device

    aku kok gak yakin lek iso tambah apik??

  5. Browser Opera Mini 4.0.10031 Opera Mini 4.0.10031 OS J2ME/MIDP Device J2ME/MIDP Device

    moga aja bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free

itempoeti


Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1