Nasi Oyek, Sebuah Prestasi SBY

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

February 2010
M T W T F S S
« Jan   Mar »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Nasi Oyek, Sebuah Prestasi SBY

oyek-singkongTentu tidak semua orang tahu apa itu nasi oyek. Tapi bagi rakyat yang tinggal di Kampung Situbatu, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, sudah dua bulan lebih terpaksa mengonsumsi nasi oyek karena tidak mampu membeli beras yang harganya mencapai Rp 6.500-7.000 per kilo.

Apalagi kenyataan tersebut diperparah dengan buruknya jatah raskin yang diterima warga Desa Cipareuan yang hanya satu hingga tiga kilo per KK. Itu sebabnya mengapa nasi oyek yang terbuat dari singkong ini pun menjadi pilihan terakhir agar mereka bisa bertahan hidup. Sungguh tak bisa dibayangkan betapa rendah asupan gizi yang dikonsumsi terutama oleh balita dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Entah bagaimana kualitas hidup mereka nantinya jika mereka masih hanya mengkonsumsi nasi oyek.

Sayangnya program bagi-bagi sembako gratis yang dilakukan oleh pemerintah hanya terjadi menjelang Pemilu saja. Betapa ini hanyalah tambahan bukti atas keberhasilan pemerintahan SBY. Bagi SBY, pembelian pesawat kepresidenan dan renovasi pagar istana tampaknya jauh lebih penting ketimbang rakyatnya yang terpaksa makan nasi oyek.

Rakyat tak bisa hidup hanya dengan mendengar retorika mulut manismu… HIDUP SBY!!!

3 people like this post.

Popularity: 4% [?]

Reader Feedback

102 Responses to “Nasi Oyek, Sebuah Prestasi SBY”

  1. grubik says:

    indonesia tanah airku.., kekayaanmu milik negara..,
    kata the panasdalam
    grubik´s last blog ..operFrotektip My ComLuv Profile

  2. Gravisware says:

    bagaimanapun.. dengan menyesal aku harus berkata ’setuju’ terhadap artikel ini.. nice post.. ^^

  3. Salam hormat.

    Kembali bersilaturahmi setelah saya membaca kembali komentar teman-teman yang pernah mengisi ruang persahabatan di laman saya dan telah lama tidak dikunjungi. Didoakan sihat sejahtera dan terus maju dalam berkongsi ilmu bermanfaat untuk semua.

    Salam persahabatan dari Sarikei, Sarawak, MALAYSIA.

    • itempoeti says:

      salam hormat juga…
      lama tak sua… senang bisa dikunjungi lagi…
      semoga bisa berbagi hal-hal yang mencerahkan dan bermanfaat…
      Salam kemanusiaan dari Bandung, Jawa Barat-Indonesia.

  4. soewoeng says:

    pokoke melok koment wis

  5. Andy MSE says:

    kalau melihat gambar di atas, rasa-rasanya kandungan gizi pada nasi oyek sudah mencukupi… ada sumber karbohidrat (nasi singkong), ada sumber vitamin plus protein (sayuran plus sambal kepala)… lebih sempurna bilamana ditambah ikan asin (peyedia protein hewani)…
    ada sebuah kampung di desa kelahiran saya, warganya lebih suka mengkonsumsi nasi jagung, bukan beras, ternyata mereka sehat-sehat saja…
    jadi… menurut saya kurang pas kalau prestasi SBY dianalogikan dengan nasi oyek… ganti yang lain deh!!!…

    • itempoeti says:

      @Andy MSE,

      kalau nasi oyek ini dimakan karena mereka punya pilihan bebas karena secara ekonomi memiliki daya beli, maka saya setuju jika ini kurang pas dianggap sebagai prestasi SBY.

      namun jika anda cukup jeli dan cerdas, maka anda tidak akan berkomentar hanya dengan melihat gambar ilustrasi. sebaiknya anda membaca dengan seksama agar bisa memahami bahwa nasi oyek yg dimakan bukan karena pilihan melainkan sebuah keterpaksaan karena tak lagi punya kemampuan daya beli untuk membeli beras.

      • Andy MSE says:

        @itempoeti, sayangnya saya tidak cerdas dan jeli… maafkanlah…
        yang merasa terpaksa makan nasi oyek karena tidak bisa beli beras juga nggak pas, karena mereka tidak sadar gizi dan merasa nasi oyek adalah kelas rendah dibanding beras yang kelas tinggi…
        di banyak daerah dan di kalangan menengah ke atas, juga berkembang hal serupa… beras dianggap tidak lebih baik dibandingkan gandum…
        saya ingat ketika pernah suatu waktu melakukan kegiatan di Indonesia Timur… Program Swasembada Beras kacau balau karena tidak memperhatikan makanan pokok setempat yakni sagu, di daerah lain ketela. Seharusnya swasembada pangan, bukan hanya beras…
        ah sudahlah… paling2 anda juga tidak paham karena pergaulan anda tidak berada pada tingkatan yang sama dengan saya…
        Andy MSE´s last blog ..22222 My ComLuv Profile

        • itempoeti says:

          @Andy MSE,
          sebagai blogger yunior tentu saja saya menyadari bahwa pergaulan saya tidak berada pada tingkatan yg sama dengan seorang Andy MSE blogger senior yg berpredikat blogger nasional.

          sbg yunior saya mohon maaf atas kekhilafan saya. tentunya anda sebagai senior mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang lebih luas dari pada saya yg yunior.

          saya lupa pada aturan lama..,
          “pasal 1 : Senior selalu benar.
          pasal 2 : Jika senior salah, lihat pasal 1″

          sekali lagi mohon maafkan saya yg bodoh ini. (worship)
          ps. ngomong2…, jika menurut anda kandungan gizi pada nasi oyek sudah mencukupi, apakah dalam kehidupan sehari-hari anda dan keluarga juga makan nasi oyek? :D

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1