The 15th United Nations Climate Change Conference 2009 - Copenhagen

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 10 February 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Skandal Dibalik “The 15th United Nations Climate Change Conference 2009″ – Copenhagen

Konperensi Tingkat Tinggi tentang perubahan iklim baru saja selesai digelar di Kopenhagen, 7 Desember hingga 18 Desember 2009 dengan hasil yang mengecewakan.

Silang sengketa kepentingan antar negara diwarnai oleh polarisasi kutub kepentingan antara negara maju dan negara berkembang. Dalam konperensi tersebut, dari sebuah bocoran dokumen yang kemudian dikenal sebagai “The Danish Text” memicu terjadi silang pendapat antara negara maju dan negara berkembang.

Dokumen yang ditengarai ber-subjudul “The Copenhagen Agreement”, menawarkan langkah-langkah untuk tetap menjaga rata-rata kenaikan suhu global dua derajat celsius diatas tingkat pre-industrial. Atas dokumen tersebut, negara-negara berkembang mengeluarkan pernyataan keras bahwa negara-negara maju telah melakukan pembahasan setengah kamar dan membuat kesepekatan sepihak hanya berdasar pada kepentingan mereka tanpa melibatkan negara-negara berkembang.

Lumumba Stanislaus Di-Aping, Juru bicara negara-negara berkembang (G-77), menyoroti dokumen tersebut, “sebagai sebuah teks yang sangat tidak berimbang dan secara sengaja diniatkan untuk sungguh-sungguh mengabaikan bahkan melanggar negosiasi yang telah dilakukan selama dua tahun. Dokumen tersebut sama sekali tidak memasukan usulan-usulan dan suara negara-negara berkembang”.

Menurut The Guardian, harian terbitan Inggris, dari hasil analisa yang dilakukan terhadap dokumen tersebut oleh negara-negara berkembang tercatat ada beberapa isu penting diantaranya :

  • Memaksakan terhadap negara-negara berkembang untuk menyetujui pengurangan emisi secara spesifik juga langkah-langkah yang bukan merupakan bagian dari perjanjian PBB yang asli.
  • Membagi negara-negara miskin dengan menciptakan sebuah kategori baru dari negara-negara berkembang yang disebut sebagai “the most vulnerable”.
  • Melemahkan peran PBB dalam menangani “climate finance”.
  • Tidak membolehkan negara-negara miskin untuk menghasilkan lebih dari 1,44 ton karbon per orang hingga tahun 2050, sementara di sisi lain membolehkan negara-negara kaya untuk menghasilkan 2,67 ton karbon per orang.

Dari gambaran tersebut diatas semakin terbukti bahwa kekuatan Posmo Kolonialisme-Imperialisme tidak pernah berhenti untuk selalu berupaya memperbesar dominasi dan hegemoninya dalam kerangka terciptanya Tata Dunia Baru – The New World Order, NOVUS ORDO SECLORUM.

Lantas apa peran dan kontribusi delegasi Indonesia yang dipimpin langsung oleh SBY pada konperensi tersebut khususnya dalam kerangka mengemban amanat pembukaan UUD’45 untuk menjalankan politik luar negeri bebas aktif demi terwujudnya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial ???

2 people like this post.

Popularity: 7% [?]

Reader Feedback

207 Responses to “Skandal Dibalik “The 15th United Nations Climate Change Conference 2009″ – Copenhagen”

  1. elmoudy says:
    Browser Firefox 3.0.16 Firefox 3.0.16 OS Windows XP Windows XP

    yaah ini memang akan menjadi pertarungan kepentingan..
    maka, kalau pemerintah kita cerdas n kuat.. maka Indonesia akan mendapatkan keuntungannya..
    tapi kalau pemeirntahnya bodoh.. maka Indonesia hanya menjadi sapi perah dan korban dari kopenhagen agreement itu..

    kita tunggu saja beberapa bulan ke depan… what happen with us??
    elmoudy´s last blog ..Perjalanan Sunyi My ComLuv Profile

  2. Andy says:
    Browser Opera 10.10 Opera 10.10 OS Windows XP Windows XP

    Kunjungan pagi menjelang siang…
    Pemerintah kayaknya lamban dalam penanganan masalah, kepiye iki masalah gak kelar kelar…

  3. endar says:
    Browser Firefox 3.5.6 Firefox 3.5.6 OS Windows XP Windows XP

    hukum rimba berlaku, siapa yang kuat pasti menang.
    isin aku user agnt windows xixixixi
    endar´s last blog ..Saat kau kentut di depanku My ComLuv Profile

  4. mamah aline says:
    Browser Firefox 3.5.6 Firefox 3.5.6 OS Windows XP Windows XP

    kalo kata saya sih, konferensi itu hanya mementingkan pihak negara maju, selalu ada neo kapitalisme dan imperialisme

  5. alief says:
    Browser Firefox 3.5.1 Firefox 3.5.1 OS Windows XP Windows XP

    ada sebuah peribahasa yang berbunyi “asu gedhe menang kerahe”
    mungkin peribahasa tua itu memang belum terlalu tua untuk diaplikasikan
    alief´s last blog ..Mata-Mata *Melodi Cinta* My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free

itempoeti


Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1