Korupsi Kemanusiaan dan Kleptokrasi

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Korupsi Kemanusiaan dan Kleptokrasi

animale rationaleSetiap tanggal 9 Desember seluruh dunia memperingati Hari Anti Korupsi. Sebuah kesadaran mendunia untuk bersama-sama menabuh genderang perang terhadap maraknya praktek korupsi yang merusak sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Sayangnya, alih-alih bicara anti korupsi, justru yang terjadi adalah korupsi pemaknaan terhadap makna korupsi itu sendiri. Korupsi berasal dari bahasa latin corruptio dari kata kerja corrumpere gabungan dari kata com yang berarti penghancuran dan rumpere yang berarti rusak, ‘penghancuran yang merusak’.

Dalam perkembangannya corruptio yang dalam bahasa inggris disebut corruption, seringkali hanya dikaitkan pada political corruption yang menekankan pada suatu keadaan dimana terjadi disfungsi terhadap sistem politik atau kelembagaan yang melibatkan pejabat pemerintah dan para politisi. Pejabat, pegawai dan politisi mencari keuntungan pribadi secara ilegal melalui tindakan-tindakan seperti penyuapan, pemerasan, kroniisme, nepotisme, patronase, graft (pemberian tanda terima kasih), dan penggelapan.

Tatkala political corruption yang terjadi berkembang tanpa terkendali maka inilah yang disebut sebaga kleptokrasi -kleptocracy-. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan keadaan pemerintahan sebuah negara yang diatur oleh kaum kleptokrat yang terdiri dari para bandit maling pencuri yang berkuasa secara politik.

Keadaan Indonesia saat ini sudah masuk pada stadium kleptokrasi dimana political corruption sudah diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya secara kolektif kolegial berjama’ah. Ini mengindikasikan bahwa apa yang terjadi sesungguhnya adalah fenomena puncak gunung es dari gunung es besar masalah yang jauh lebih akut dan mematikan.

Seperti halnya penyakit kanker yang baru terlihat gejalanya justru ketika telah memasuki stadium akhir dimana harapan hidup sudah sangat tipis dan hanya tinggal menghitung hari. Political corruption yang terjadi sudah berubah menjadi cultural corruption yang tidak hanya menjangkiti sistem politik namun lebih daripada itu sudah menjadi sistem nilai -value system- dan sistem keyakinan -belief system- yang manjing dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pemaknaan korupsi pada konteks Indonesia seharusnya tak lagi hanya sebatas political corruption, namun pada makna korupsi yang sesungguhnya yaitu ‘penghancuran yang merusak’.

Sendi-sendi dasar tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara telah hancur dan rusak ditimbulkan oleh korupsi kemanusiaan. Manusia Indonesia telah kehilangan jati diri kemanusiaannya. Nilai-nilai imanen-spiritual-transendental Ketauhidan Yang Maha Esa berganti menjadi nilai-nilai material-hedonik-rasional yang bernisbat pada penghambaan kemegahan dan kegemilangan duniawi. Tidak hanya sistem dan struktur pemerintahan dan ketatanegaraan yang korup, bahkan manusia Indonesia telah hancur dan rusak akibat terkorupsi kemanusiaannya.

Saat ini, jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa bangsa dan negeri ini hanya dengan kembali pada jiwa dan karakter kemanusiaan yang imanen-spiritual-transendental dengan totalitas ketauhidan tanpa tersekat-sekat sektarianisme sempit akibat dikorupsi oleh bungkus kemasan ritual yang penuh hipokrisi dan politisasi agama.

Jika tidak…, maka menjadi benar apa yang dikatakan Plato bahwa manusia sesungguhnya adalah hewan berakal. Animale Rationale…..

3 people like this post.

Popularity: 6% [?]

Reader Feedback

131 Responses to “Korupsi Kemanusiaan dan Kleptokrasi”

  1. Kika says:

    Nyepokat eh nyepakat…

    Hahahah tak buka seko mau bengi, nembe moco jam saiki..
    Kika´s last blog ..“Innovation” vs “Copy and Twist” My ComLuv Profile

  2. elmoudy says:

    karena kita ini binatang berakal..
    maka nafsu serakah dan rakus.. tetep akan ada pada diri manusia… karenanya.. maklum sajalah banyak korupsi heheee
    elmoudy´s last blog ..Ainun Habibie My ComLuv Profile

    • itempoeti says:

      @elmoudy,
      “manusia adalah hewan berakal”, itu menjadi benar ketika kita menyepakati Plato.

      dan sungguh ironis bahwa ternyata kodrat manusia diciptakan untuk menjadi manusia, bukan untuk menjadi hewan, bahkan yang berakal sekalipun.

  3. kawanlama95 says:

    di Al-Quran bahkan ada manusia lebih rendah daripada binatang. hmm semoga kita , tak melakukan korupsi yang bermasalah.amien.Sudah lama saya ga mengunjungi blog ini. Mohon maaf. salam sukses
    kawanlama95´s last blog ..Perkebunan Teh cianten My ComLuv Profile

  4. bintang air says:

    jadi korupsi itu dari bahasa latin ya pak..
    hmm nambah pengetahuan nih…

    dalam kenyataannya sampai saat ini budaya korupsi masih mengental dan seolah sudah mendarah daging dalam diri manusia. gak hanya korupsi harta, tp juga waktu

    salam kenal dari bintang air
    semoga diterima ^^
    bintang air´s last blog ..Air Mata Penyesalan My ComLuv Profile

  5. kalau Plato si emang hewan berakal. hehhehe

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1