TNI, SBY dan Kepemimpinan Nasional

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

November 2009
M T W T F S S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

TNI, SBY dan Kepemimpinan Nasional

Jenderal TNI (Purn) Spoesilo Bambang YudhoyonoSiapapun tahu bahwa TNI yang dulu dikenal sebagai ABRI adalah salah satu institusi yang berperan dalam melahirkan pemimpin nasional. Sistem pendidikan dan pelatihan yang spartan dengan komitmen kebangsaan yang tinggi terhadap terciptanya kemajuan NKRI adalah kawah candradimuka yang menjadi dapur bagi terlahirnya kader-kader pemimpin terbaik bangsa.

Banyak putera-putera terbaik bangsa yang pernah dilahirkan dari institusi TNI, namun sayangnya kini semua itu sudah berakhir dan tinggal menjadi bagian dari sejarah. Jenderal TNI (Purn) Soesilo Bambang Yudhoyono, yang belum genap 100 hari terpilih menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya, ternyata gagal mempertahankan citra TNI sebagai institusi yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki kapasitas, kualitas dan dedikasi yag tinggi untuk berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.

Lemahnya kepemimpinan SBY baik sebagai Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan dalam menyikapi masalah yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan silang sengketa antar institusi Polri, Kejaksaan Agung dan KPK tidak merepresentasikan sosok seorang pemimpin yang terlahir dari institusi TNI.

Doktrin TNI yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi tak lagi dijunjung tinggi dan pegang teguh oleh SBY. Upaya untuk “mengkondisikan” Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain lebih didorong oleh upaya personal vendetta atas tindakan KPK sebagai institusi dan Antasari Azhar sebagai pribadi yang telah menjebloskan Aulia Tantowi Pohan -besan dari SBY- ke hotel Prodeo atas tuduhan skandal penyalahgunaan aliran dana Bank Indonesia.

Proses delegitimasi terhadap KPK secara kelembagaan harus dilakukan untuk bisa membuka celah bagi pengusutan ulang semua kasus lama yang ditangani oleh KPK. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin kasus Aulia Tantowi Pohan bisa dibuka kembali untuk kemudian diarahkan pada terjadinya penyimpangan proses hukum yang dilakukan oleh KPK terhadap kasus skandal aliran dana BI.

Dengan demikian cerita skandal aliran dana Bank Indonesia bisa diputar ulang dengan versi yang bertolak belakang sehingga berujung pada pembebasan Aulia Tantowi Pohan sekaligus pemulihan nama baik. Sebagai besan, tentu secara psikologis penahanan Aulia Tantowi Pohan sebagai terpidana kasus skandal aliran dana Bank Indonesia bagaikan bisul di ketiak SBY.

Betapa ironis, jika nilai-nilai kejuangan dan doktrin TNI yang tertuang dalam Sapta Marga, Sumpah Perwira, Delapan Wajib TNI, 11 Azas Kepemimpinan sebagai komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan negara akhirnya dikhianati semata untuk kepentingan pribadi.

Sungguh ini sebuah peringatan dan teguran keras bagi TNI untuk bisa membenahi institusinya agar mampu mengembalikan citranya sebagai institusi yang mampu menghasilkan kader-kader terbaik untuk memimpin rakyat, bangsa dan negeri ini.

4 people like this post.

Popularity: 6% [?]

Reader Feedback

80 Responses to “TNI, SBY dan Kepemimpinan Nasional”

  1. ajengkol says:

    Semoga bapak kita jeli . . . alhamdulillah
    ajengkol´s last blog ..Etika Ngeblog My ComLuv Profile

  2. endar says:

    periode jabatan sudah terakhir pemilihan besuk sudah tidak bisa nyalon. mau apa lagi kalau tidak memanfaatkan sebaik mungkin pada periode terkahir ini.
    endar´s last blog ..Saat kau kentut di depanku My ComLuv Profile

  3. Pencarian says:

    Gagah banget pak SBY.
    Pencarian´s last blog ..Sajak Penunggu Laci My ComLuv Profile

  4. Pencarian says:

    Gagah banget pak SBY
    Pencarian´s last blog ..Sajak Penunggu Laci My ComLuv Profile

  5. omagus says:

    butuh kesabaran untuk menerima sebuah keadaan yang secara tidak mudah kita terima dan kita cerna..!
    penyesalanpun tiada guna..!
    omagus´s last blog ..alasan kenapa nggak update blog My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1