Siapapun tahu bahwa TNI yang dulu dikenal sebagai ABRI adalah salah satu institusi yang berperan dalam melahirkan pemimpin nasional. Sistem pendidikan dan pelatihan yang spartan dengan komitmen kebangsaan yang tinggi terhadap terciptanya kemajuan NKRI adalah kawah candradimuka yang menjadi dapur bagi terlahirnya kader-kader pemimpin terbaik bangsa.
Banyak putera-putera terbaik bangsa yang pernah dilahirkan dari institusi TNI, namun sayangnya kini semua itu sudah berakhir dan tinggal menjadi bagian dari sejarah. Jenderal TNI (Purn) Soesilo Bambang Yudhoyono, yang belum genap 100 hari terpilih menjadi Presiden RI untuk kedua kalinya, ternyata gagal mempertahankan citra TNI sebagai institusi yang melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang memiliki kapasitas, kualitas dan dedikasi yag tinggi untuk berjuang demi kepentingan bangsa dan negara.
Lemahnya kepemimpinan SBY baik sebagai Kepala Negara maupun Kepala Pemerintahan dalam menyikapi masalah yang berkembang akhir-akhir ini terkait dengan silang sengketa antar institusi Polri, Kejaksaan Agung dan KPK tidak merepresentasikan sosok seorang pemimpin yang terlahir dari institusi TNI.
Doktrin TNI yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi tak lagi dijunjung tinggi dan pegang teguh oleh SBY. Upaya untuk “mengkondisikan” Antasari Azhar sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain lebih didorong oleh upaya personal vendetta atas tindakan KPK sebagai institusi dan Antasari Azhar sebagai pribadi yang telah menjebloskan Aulia Tantowi Pohan -besan dari SBY- ke hotel Prodeo atas tuduhan skandal penyalahgunaan aliran dana Bank Indonesia.
Proses delegitimasi terhadap KPK secara kelembagaan harus dilakukan untuk bisa membuka celah bagi pengusutan ulang semua kasus lama yang ditangani oleh KPK. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin kasus Aulia Tantowi Pohan bisa dibuka kembali untuk kemudian diarahkan pada terjadinya penyimpangan proses hukum yang dilakukan oleh KPK terhadap kasus skandal aliran dana BI.
Dengan demikian cerita skandal aliran dana Bank Indonesia bisa diputar ulang dengan versi yang bertolak belakang sehingga berujung pada pembebasan Aulia Tantowi Pohan sekaligus pemulihan nama baik. Sebagai besan, tentu secara psikologis penahanan Aulia Tantowi Pohan sebagai terpidana kasus skandal aliran dana Bank Indonesia bagaikan bisul di ketiak SBY.
Betapa ironis, jika nilai-nilai kejuangan dan doktrin TNI yang tertuang dalam Sapta Marga, Sumpah Perwira, Delapan Wajib TNI, 11 Azas Kepemimpinan sebagai komitmen yang tinggi terhadap bangsa dan negara akhirnya dikhianati semata untuk kepentingan pribadi.
Sungguh ini sebuah peringatan dan teguran keras bagi TNI untuk bisa membenahi institusinya agar mampu mengembalikan citranya sebagai institusi yang mampu menghasilkan kader-kader terbaik untuk memimpin rakyat, bangsa dan negeri ini.
Popularity: 6% [?]
- azas kepemimpinan (72)
- Kepemimpinan TNI (65)
- sby tni (54)
- jenderal tni (39)
- jenderal tni sby (31)
- kepemimpinan nasional (23)
- gaya kepemimpinan sby (13)
- 11 azas kepemimpinan (11)
- azas kepemimpinan pendidikan (9)
- azaz kepemimpinan (9)













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







Semoga bapak kita jeli . . . alhamdulillah
ajengkol´s last blog ..Etika Ngeblog
@ajengkol,
matanya elahdibutakan oleh kekuasaan…
periode jabatan sudah terakhir pemilihan besuk sudah tidak bisa nyalon. mau apa lagi kalau tidak memanfaatkan sebaik mungkin pada periode terkahir ini.
endar´s last blog ..Saat kau kentut di depanku
@endar,
belum tentu…
kan tinggal aturannya aja dirubah supaya bisa maju lagi…
Gagah banget pak SBY.
Pencarian´s last blog ..Sajak Penunggu Laci
Gagah banget pak SBY
Pencarian´s last blog ..Sajak Penunggu Laci
@Pencarian,
Memang gagah banget!
Lebih cocok jadi photo model ketimbang jadi Presiden…
butuh kesabaran untuk menerima sebuah keadaan yang secara tidak mudah kita terima dan kita cerna..!
penyesalanpun tiada guna..!
omagus´s last blog ..alasan kenapa nggak update blog
@omagus,
yang diperlukan memang bukan penyesalan…
tapi bagaimana memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan dengan memilih SBY sebagai Presiden…