Setelah membentuk Kabinet Indonesia Bersatu II yang cukup kontroversial dengan menempatkan Menteri Kesehatan made in USA, Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH., SBY-Boediono nampaknya tengah menyiapkan “kejutan” baru. Kejutan tersebut rupanya memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sejak sebelum pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu II.
Tatkala SBY mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II, SBY menegaskan bahwa menteri-menteri tertentu akan didampingi oleh wakil menteri. Langkah politik ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di sejumlah kalangan mengingat dalam perjalanan sejarah ketatanegaraan Indonesia, terutama sejak dibentuknya Kabinet Pembangunan I (1968–1 973) sampai pembentukan KIB I (2004), belum pernah muncul wakil menteri. Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 UUD 1945, selama dua kabinet pertama (1968–1978), hanya dikenal istilah ”menteri” dan ”menteri negara”. Perbedaannya, menteri memimpin departemen, sedangkan ”menteri negara” tidak memimpin departemen tertentu.
Rupa-rupanya SBY ingin menduplikasi langkah-langkah politik Soeharto yang semasa Kabinet Pambangunan III (1978-1983) selain membentuk menteri dan menteri negara, juga memunculkan posisi baru, yaitu ”menteri koordinator” dan ”menteri muda”.
Langkah politik ini agaknya memang sudah dipersiapkan secara matang oleh SBY yang sudah terlebih dulu menyiapkan payung hukum atas langkah politiknya. Undang-Undang No. 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara dalam pasal 10 menyatakan bahwa dalam hal terdapat beban kerja yang membutuhkan penanganan secara khusus, presiden dapat mengangkat wakil menteri pada kementerian tertentu.
Dengan adanya posisi wakil menteri, lebih terbuka kesempatan bagi SBY untuk menempatkan orang-orang yang telah mendukungnya dalam Pilpres 2009 sebagai bentuk balas budi. Sehingga peluang untuk munculnya barisan sakit hati dari mereka yang sudah merasa berjasa kepada SBY namun tidak kebagian posisi di kekuasaan bisa diminimalkan dengan menempatkan mereka sebagai wakil menteri.
Selain itu potensi oposisi dari parlemen jalanan pun bisa diredam dengan memberikan jatah wakil menteri kepada beberapa mantan aktifis gerakan baik angkatan 80′an maupun kepada mantan aktifis angkatan 98 yang sudah tidak kuat menahan libido untuk segera bersetubuh dengan kekuasaan dan menikmati buah reformasi.
Nampak jelas dengan langkah politik tersebut, SBY ingin memastikan kekuasaan mutlak berada dalam genggamannya. Semua potensi oposisi dimarginalkan untuk mengurangi kemungkinan adanya upaya yang bisa mengganggu jalannya kekuasaan.
Adalah sebuah keniscayaan dalam situasi dimana kekuasaan hampir absolut ada pada genggaman SBY, terbuka lebar kemungkinan akan adanya manuver politik yang jauh lebih kontroversial demi memuluskan ambisinya untuk menjadi Presiden RI yang ketiga kalinya.
Semoga alam segera bertindak…..
Popularity: 3% [?]
- wakil presiden indonesia tahun 1945-2011 (3)
- wakil presiden tahun 1945-2011 di (2)
- nama-nama presiden yang pernah menjabat di indonesia tahun 1945-2011 (2)
- nama kabinet dari tahun 1945 - 2011 (2)
- nama-nama menteri dari tahuun 1945 - sekarang (1)
- nama-nama menteri mulai dari tahun 1945-2011 (1)
- nama-nama presiden dan wakil 1945-2011 (1)
- nama-nama presiden dan wakilnya yang pernah menjabat di indonesia tahun 1945-2011 (1)
- penyusunan kabinet soeharto (1)
- perbedaan kabinet indonesia bersatu dengan kabinet tahun 1945 (1)













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







Moga-2 sih ada manfaatnya, jadi bukan cuma hambur-2 uang negara buat ngegaji jabatan yang gak bermanfaat
HumorBendol´s last blog ..Si Mbok yang Ganjen
@HumorBendol,
sesuatu yg awalnya sudah salah.., sulit untuk jadi benar…
apa bedanya politik ama menipu yah
sepertinya sama aja
berita unik´s last blog ..Japan’s Unique Spa
@berita unik,
seperti juga dagang…
mana ada yang ngaku berapa harga belinya…
sebenarnya apa tujuannya kalo gitu, apa pengen kejadian seperti tahun 98 terulang lagi
rakyat juga sudah gerah saat ini
Financial Adviser´s last blog ..Saving Money Tips for Women
@Financial Adviser,
harus lebih besar dari 98 dooong…
saatnya bagi-bagi kekuasaan agar makin kokoh..
@endar,
maksudnya juga begitu…
gak tahunya…
Entah kenapa saat ini saya sudah malas lagi untuk mengikuti tindak tanduk para politikus kita.
arkasala´s last blog ..Kenapa dengan Pulau Seribu ?
@arkasala,
memuakkan…