Sikap tegas yang menjadi prasyarat mutlak dari seorang pemimpin saat ini nampaknya tak lagi menjadi yang utama. Kelambanan dalam bersikap dan mengambil keputusan selalu diatasnamakan prinsip kehati-hatian yang sesungguhnya out of context dari persoalan yang dihadapi.
Retorika dan kemampuan diplomasi juga tak lagi digunakan sebagai bagian dari proses problem solving melainkan digunakan untuk problem deceiving. Bahkan lebih dari itu, malah digunakan sebagai smoke screen seperti halnya seorang ninja yang dalam keadaan terdesak kepungan musuh harus menebar asap untuk bisa melarikan diri.
Itulah gambaran dari pidato Presiden Republik Indonesia pada senin, 23 Nopember 2009 atas berbagai persoalan yang muncul belakangan ini terkait dengan silang sengketa antara KPK, Polri, Kejaksaan Agung yang berujung pada kasus Century Bank.
Presiden sebagai kepala pemerintahan sekaligus sebagai kepala negara telah gagal menjadi konduktor dari sebuah orkestrasi pemerintahan dan ketatanegaraan. Kebobrokan sistem penegakan hukum yang selama ini hanya terlihat sebagai puncak gunung es, sekarang muncul menjadi bongkahan besar persoalan sistemik yang tak lagi bisa diatasnamakan sebagai kesalahan oknum semata.
Rakyat yang selama ini hanya bisa diam dan pasrah menjadi korban ketidakadilan akibat abuse of justice yang dilakukan oleh sistem penegakan hukum, bangkit dari kesadarannya untuk merebut kembali keadilan yang sudah lama dirampas oleh institusi-institusi berseragam yang selalu bertindak mengatasnamakan negara.
Ironisnya, presiden SBY tidak memiliki kepekaan untuk menangkap suasana kebatinan rakyat. Pidato presiden SBY sungguh melukai martabat rakyat Indonesia yang sudah terlalu lama mengalami dahaga keadilan dan penegakan hukum.
Belum genap 100 hari pemerintahan SBY, ternyata amanat yang diberikan oleh rakyat kepada SBY melalui Pemilu 2009 sudah dikhianati. Ketidakmampuan untuk bersikap tegas yang didorong oleh kecenderungan untuk bermain aman -play safety- dikemas dalam sebuah pertunjukan politik yang ditujukan untuk mengesankan publik sebagai upaya pencitraan diri.
Akan sulit bagi rakyat untuk meyakini bahwa kasus Century Gate tidak terkait dengan penggunaan dana kampanye SBY jika SBY tidak segera mengambil langkah nyata untuk segera menuntaskan silang sengketa antara Polri Kejaksaan Agung dan KPK terkait dgn kasus Century gate.
Rakyat semakin cerdas dan well informed. Kesabaran rakyat pun bukan tak terbatas, ketidaktegasan dan manipulasi pencitraaan diri hanya akan mengerakkan bandul revolusi berayun semakin cepat untuk memperhadapkan secara diametral antara “pihak sana” dengan “pihak sini”.
Ketika itu terjadi, semuanya telah terlambat…
Popularity: 6% [?]
- sengketa bank century (4)
- SBY lambat mengatasi bank century (1)
- sby lambat dalam mengambil keputusan bank century (1)
- proses Hak engket century (1)
- political imagery (1)
- pidato tentang kebobrokan institusi kepolisian (1)
- pidato tentang bank century (1)
- pidato seorang pemimpi (1)
- pidato sby tentang century gate (1)
- pidato pak sby tentang bank century (1)












![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







SBY memang terlalu lambat
@lovepassword,
biar lambat asal berkuasa…
memang sungguh disayangkan, mas itempoeti, ketika rakyat sudah terkatung2 sekian lama menunggu kepastian dan ketegasan sikap sang pemimpin, ternyata malah makin kabur. bisa jadi malah makin dikabur2kan oleh para mafia hukum utk menggolkan skenario yang telah didesainnya. doh, makin repot.
@sawali tuhusetya,
akan tiba saatnya kok Pak…
ayo siapa yang pilih sby, ikutan nanggung dosanya lho…
he…
barajakom´s last blog ..Cara Membuat Label di Blogspot
@barajakom,
sebenarnya yang milih sedikit…
permainan suara yg membuat jadi menang…
bukan…
sebenarnya tidak milih….
tapi tangan yang ikutan nyontreng
Emang lelet sekarang Pak Komandan kita. Atau memang sejak dulu ???
ayo ikutan kontes seo nowGoogle.com adalah Multiple Search Engine mas, sambil belajar
barajakom´s last blog ..nowgoogle.com adalah multiple search engine popular