Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Sabtu 4 September 2010
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya

    Translate to:

Edition

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

My BlogCatalog BlogRank
Add to favourite links

Indonesia TOP
blogarama - the blog directory
My Zimbio
Politics Blogs
Politics blogs
Politics
The Ubuntu Counter Project - user number # 28134
Add to Google Reader or Homepage

Valid CSS!
[Valid RSS]

Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II, Sebuah Analisis

SBYSusunan kabinet telah diumumkan oleh Presiden SBY malam ini tepat pada pukul 22.30. Cukup banyak muka-muka baru walaupun banyak juga muka-muka lama dengan kemasan baru.

Tapi apapun itu, nampaknya SBY punya “keleluasaan” untuk menggunakan secara penuh hak prerogatifnya dalam menyusun kabinetnya. Situasinya sangat berbeda dengan semasa SBY terpilih 2004 yang harus “membagi” hak prerogatifnya dengan Wakil Presiden M. Jusuf ‘JK’ Kalla sebagai mitra koalisi strategis yang digandengnya untuk masuk ke dalam bursa capres-cawapres 2004-2009.

Dengan perolehan suara Partai Demokrat pada Pileg 2009 yang sangat dominan, SBY tak lagi perlu mencari cawapres dari kalangan partai politik untuk mencalonkan diri sebagai Presiden. Namun demikian, “keleluasaan” yang dimiliki tetap tak bisa sepenuhnya digunakan mengingat SBY tetap membangun koalisi taktis dengan beberapa partai politik second layer pendukungnya seperti PKB, PKS, PAN maupun PPP.

Oleh karena itu, kue kekuasaan pun harus rela dibagikan dalam bentuk jatah menteri kepada partai-partai politik pendukungnya yang tergabung dalam koalisi taktis. Di menit-menit terakhir pun, demi memuluskan penguasaan di legislatif, SBY juga menerima dengan tangan terbuka Partai GOLKAR dibawah kepemimpinan Ketua Umum baru Aburizal Bakrie untuk bergabung dalam barisan pendukungnya dengan memberi jatah kursi menteri kepada Partai GOLKAR.

Nampak dengan jelas bahwa SBY dengan cantik membagi kue kekuasaan untuk meraih dukungan politik secara penuh baik di eksekutif maupun di legislatif dari berbagai kekuatan partai politik yang ada di dalam negeri.

Yang tak kalah ciamik, SBY tidak hanya mampu mengakomodasi kepentingan politik dalam negeri dengan menggalang dan menggulung partai-partai politik untuk bergabung dalam barisannya, tetapi SBY juga mampu mengakomodasi kepentingan politik luar negeri dan internasional (kepentingan asing) yang ingin memastikan bahwa Indonesia tetap di dalam kendali dan hegemoni mereka.

Beberapa nama yang masih dipertahankan seperti halnya Sri Mulyani yang mewakili kepentingan IMF, Mari Elka Pangestu, mantan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang merupakan salah satu lembaga kajian yang selama ini berfungsi sebagai kepanjangan tangan kepentingan AS di Indonesia.

Selain itu juga Purnomo Yusgiantoro, orang terkaya di Indonesia, yang selama ini secara terus menerus setia duduk menjabat sebagai menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) walaupun terjadi beberapa kali pergantian Presiden Indonesia adalah titipan kartel perusahaan minyak dunia untuk mengamankan kepentingan mereka terhadap potensi energi dan sumber daya mineral di Indonesia.

Yang mengherankan, setelah beberapa kali Purnomo Yusgiantoro dititipkan sebagai Menteri ESDM, kali ini Purnomo Yusgiantoro justru dititipkan sebagai Menteri Pertahanan yang sangat jauh berbeda lingkup kompetensinya dengan departemen ESDM yang sekian lama dipegangnya. Tentu saja ini memunculkan sebuah pertanyaan besar, ada hidden agenda apa yang akan dimainkan oleh Purnomo Yusgiantoro untuk kepentingan asing dalam konteks kepindahannya ke bidang pertahanan?

Indikasi lain yang sangat kuat dan terlihat jelas adanya kepentingan asing yang ikut bermain dalam penyusunan kabinet adalah dengan digantinya Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang pernah menghebohkan dunia internasional dengan membongkar konspirasi tingkat dunia yang melibatkan WHO dan Amerika Serikat terkait dengan pengembangan virus flu burung H5N1 sebagai senjata biologi.

Akibat manuvernya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun. Dalam bukunya yang berjudul “It’s Time for the World to Change”, Prof. Siti Fadilah Supari membongkar habis persekongkolan yang dilakukan oleh AS dan WHO dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung di Los Alamos National Laboratory di New Mexico, AS

Surat kabar mingguan The Economist bahkan menyebut apa yang dilakukan Prof. Siti Fadilah Supari sebagai, “peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi.” Lebih dari itu, The Economist London malah menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung. “Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi, ” tulis The Economist.

Ironisnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bukannya mendukung dan bangga atas prestasi menterinya, malah memintanya untuk menarik buku tersebut dari peredaran. Diam-diam Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu. Maka tak mengherankan jika dalam kabinetnya yang sekarang ini, SBY tidak lagi mempertahankan Prof. Siti Fadilah Supari sebagai Menteri Kesehatan demi mendapatkan dukungan politik internasional (kepentingan asing).

Masih ingin lebih jelas lagi? Mari kita lihat siapa pengganti Prof. Siti Fadilah Supari sebagai Menteri Kesehatan. Nama yang dipilih SBY adalah Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH. Siapakah dia? Dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, DR.PH adalah Direktur di Center for Biomedical and Pharmaceutical Research & Programme Development National Institute of Health Research & Development-MOH (Puslitbang Biomedis dan Farmasi) sejak Februari 2007.

Lembaga Puslitbang Biomedis dan Farmasi ini berkantor di Percetakan Negara, Jakarta satu areal dengan kantor NAMRU 2 (The US Naval Medical Reseach Unit Two) yang keberadaannya pernah digugat oleh Prof. Siti Fadilah Supari sebagai bentuk aktifitas intelijen yang dilakukan oleh AS di Indonesia.

NAMRU 2 adalah sebuah lembaga riset yang berada dibawah kendali Angkatan Laut AS. Keberadaan NAMRU di Indonesia terhitung sejak 1968 paska kejatuhan Soekarno dan naiknya Soeharto dengan rezim Orde Barunya. Kemudian pada tahun 1991, AS menaikkan status NAMRU yang tadinya setingkat detasemen menjadi tingkat komando. Pada saat bersamaan status NAMRU di Filipina diturunkan, dan bahkan akhirnya ditutup pada 1994. NAMRU di Jakarta ditampilkan seolah-olah sebagai lembaga riset kemanusiaan. Bahkan dengan meminjam tangan WHO, NAMRU ditetapkan sebagai pusat kolaborasi untuk berbagai penyakit di Asia Tenggara.

“Selama ini saya tidak tahu apa-apa yang dilakukan NAMRU, hanya tahu sebagian kecil aktivitas mereka,” tutur Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari kepada harian Kompas. “Selama ini NAMRU jalan sendiri, mereka punya program sendiri. Ke depan mudah-mudahan lebih transparan. Kalau mau kerjasama, MOU harus saling menguntungkan, jelas untuk rakyat.”

Apa yang terjadi dengan Prof. Siti Fadilah Supari tentunya bisa memberikan gambaran tentang kabinet apa yang sebenarnya dibentuk oleh SBY untuk menjalankan kekuasaannya. Rasanya sulit kita menaruh harapan bahwa dalam 5 tahun ke depan bangsa dan negeri ini akan menjadi lebih baik.

Tak bisa dipungkiri bahwa SBY memang dipilih oleh mayoritas rakyat Indonesia yang ikut Pemilu 2009, namun yang saat ini terlintas dalam hati sanubari adalah, “Untuk siapa sebenarnya SBY bekerja? Rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia? Ataukah kepentingan asing?”

Mungkin itu sebabnya negeri ini dilanda bencana terus menerus.

Popularity: 16% [?]

Reader Feedback

73 Responses to “Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II, Sebuah Analisis”

  1. genthokelir says:
    Browser Firefox 3.5.5 Firefox 3.5.5 OS Windows XP Windows XP

    walah nek ngene iki ruwet mas heheheh
    genthokelir´s last blog ..Yanto Heryanto My ComLuv Profile

  2. WordPress 2.8.5 WordPress 2.8.5

    [...] Keadaan Indonesia saat ini sudah masuk pada stadium kleptokrasi dimana political corruption sudah diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya secara kolektif kolegial berjama’ah. Ini mengindikasikan bahwa apa yang terjadi sesungguhnya adalah fenomena puncak gunung es dari gunung es besar masalah yang jauh lebih akut dan mematikan. [...]

  3. barajakom says:
    Browser Firefox 3.0.15 Firefox 3.0.15 OS Windows XP Windows XP

    kapan ya aku jadi mentri
    barajakom´s last blog ..Cara Membuat Label di Blogspot My ComLuv Profile

  4. Unknown Unknown

    [...] diumumkan oleh bapak Presiden … 2 Responses to Susunan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II #1 …Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II, Sebuah Analisis | itempoetiMenguak hidden agenda kepentingan asing dibalik susunan Kabinet Indonesia Bersatu II.Susunan Kabinet [...]

  5. barajakom says:
    Browser Firefox 3.0.19 Firefox 3.0.19 OS Windows XP Windows XP

    kapan aku jadi mentri nya ya?
    barajakom´s last blog ..Cara Membuat Daftar Isi Blog My ComLuv Profile

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1