Teror Peledakan Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta; Sebuah Analisa

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Teror Peledakan Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta; Sebuah Analisa

sesaat-setelah-suara-bom-terdengarPeristiwa ledakan bom terjadi lagi di Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi hari ini Jum’at, 17 Juli 2009 tepat pukul 7.45 dan 7.47 berselang dua menit di dua hotel yang terletak di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Kedua hotel, JW Marriot dan Ritz Carlton menjadi sasaran dari aksi peledakan bom yang diduga dilakukan dengan bunuh diri. Sampai dengan tulisan ini dibuat sudah tercatat korban meninggal sebanyak 9 orang.

Peristiwa ini kembali meluluh-lantakan jati diri bangsa Indonesia di mata kemanusiaan. Aksi ketelengasan dan kebiadaban dipertontonkan seolah nyawa manusia tak lagi punya arti.

Yang menarik untuk dicermati, peristiwa ini terjadi setelah pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres lainnya.

Analisis sementara memunculkan dugaan bahwa peristiwa peledakan bom tersebut adalah pesan bagi SBY-Boedhiono yang saat ini unggul mutlak dalam perolehan suara. Sinyalemen-sinyalemen yang telah dipaparkan di beberapa postingan terdahulu ternyata terbukti menjadi kenyatan.

Ada dua kelompok kepentingan yang saat ini berkepentingan untuk menyampaikan pesan kepada SBY-Boediono. Kelompok kepentingan pertama berasal dari internal dalam negeri Indonesia. Mereka adalah yang tidak puas dengan hasil pilpres yang memenangkan calon incumbent. Pihak yang tidak puas tersebut memiliki kemampuan dana, keahlian dan dukungan alat yang sangat kuat untuk bisa melakukan peledakan bom dimana saja di Indonesia.

Kelompok kepentingan kedua adalah pihak asing yang berkepentingan terhadap Indonesia. Mereka ingin memastikan bahwa hegemoni mereka terhadap Indonesia tidak diganggu oleh adanya kepemimpinan nasional baru yang akan muncul memimpin Indonesia 5 tahun ke depan.

Apapun itu, peristiwa peledakan tersebut adalah pesan bagi SBY-Boediono bahwa banyak kelompok kepentingan yang berkepentingan langsung atas kemenangan keduanya di Pilpres 2009.

Selamat atas kemenangan anda di Pilpres 2009.

nb. Ilustrasi  photo sesaat-setelah-suara-bom-terdengar.

1 person likes this post.

Popularity: 3% [?]

Reader Feedback

164 Responses to “Teror Peledakan Bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta; Sebuah Analisa”

  1. geRrilyawan says:

    haduh capek deh sama konspirasi-konspirasi….intrik-intrik….kapan kita bisa maju kalo diintrik teruuuus…

  2. Daftar lain yg pasti:

    Orang itu tidak mengerti arti kata damai.
    Kata adil lebih menawan dari pada kata damai,
    Walau keadilan yg ilmiah telah gagal di Sovyet.
    -

    Salam Damai!

  3. @itempoeti

    Yayaya!
    Keadilan rasa diri,
    Keadilah pada diri.

    Semisal:
    Keadilan fungsi tangan kiri tangan kanan,
    Keadilan gaya jari telujuk dan jari manis, dll.
    Globalnya, keadilan antara/pd tubuh, jiwa dan roh.
    -
    Gitu kali maksudmu, Kang!
    -

    Salam Damai!

  4. Ahmad Wahyudhi says:

    Analisis anda bener-bener “itempoeti.” Datang dari luar atau muncul dari dalam. Yang dari luar bertujuan menunjukkan superioritas; dan yang dari dalam bertujuan melampiaskan ketidakpuasan.
    Secara implisit anda ingin mengatakan bahwa bom bunuh diri JWM-RC itu bukanlah kerja teroris demi ideologi yang mereka yakini, melainkan kerja teroris berdasar order dari pihak lain alias “teroris bayaran.”
    Dari manapun asalnya, pemberi order itu pasti orang-orang “jawara.” Mereka paham betul, dengan teror model bom bunuh diri kerusakan/korban manusia yang relatif terbatas, mereka dapat menimbulkan dampak berganda dalam spektrum yang optimal.
    Kejahatan itu ibarat bangkai. Semakin lama disembunyikan, semakin menyengat bau busuknya. Jadi, lambat atau cepat, Mabes Polri dan aparat yang berwenang pasti akan dapat mengungkap misteri di balik teror bom bunuh diri JWM-RC.
    Semoga, para korban yang tewas di berikan akhirat yang lapang; dan yang terluka/cedera diberi kesembuhan dan kesabaran.

  5. suwung says:

    hebad nomor satu

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1