Siapakah Mereka???

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Siapakah Mereka???

source : http://3.bp.blogspot.com

Noordin M Top dan Osama bin Laden adalah dua nama yang menjadi icon terorisme belakangan waktu ini. Setiap kali ada bom meledak, ujung-ujungnya selalu bermuara ke salah satu dari keduanya. Mereka berdua berhasil meraih prestasi sebagai ‘number one public enemy of humanity‘.

Semua daya upaya polisional dan intelijen dikerahkan untuk menangkap keduanya tapi hasilnya tetap nihil. Bom tetap saja meledak dimana-mana.

Namun, dibalik kehebatan keduanya dalam melakukan lepas libat dari kejaran dan penangkapan (atau memang ketidakmampuan polisi dan inteijen untuk menangkap?), muncul sebuah pertanyaan, “Apakah benar mereka adalah master mind dibalik setiap peristiwa peledakan bom?” “Ataukah mereka hanya sekedar pion-pion utama yang menjadi pimpinan misi -chief de mission- untuk melaksanakan tugas dan perintah dari master mind-nya?”

Pertanyaan ini muncul dari fakta-fakta yang berkembang selama ini. Fakta yang sungguh mengherankan, maraknya aksi terorisme berlabel islam justru muncul setelah Samuel P. Huntington menerbitkan bukunya yang berjudul The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order pada tahun 1998. Dalam bukunya, Samuel P. Huntington memaparkan bahwa paska hancurnya komunisme dengan runtuhnya Uni Sovyet, maka yang akan menjadi ancaman berikutnya terhadap kepentingan barat -Amerika dan sekutunya- adalah islam.

Ekstrimisme islam justru muncul dan menemukan bentuknya dalam wujud gerakan yang sangat terorganisir dan termobilisasi secara rapi dan rapat tersembunyi. Pola operasi yang mereka lakukan menggunakan teknik-teknik operasi intelijen yang well planned, well trained, well funded, well organized dan well armed.

Untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh, perlu rasanya menguak siapa sesungguhnya yang menjadi master mind dari gerakan ekstrimisme dan terorisme yang diatasnamakan islam. Osama bin Laden dengan al-Qaeda misalnya, adalah salah seorang binaan CIA yang awalnya ditugaskan di Afghanistan untuk membantu pejuang-pejuang Afghanistan membebaskan negaranya dari aneksasi Rusia.

Seusainya Osama menjalankan misinya seiring dengan keberhasilan pejuang-pejuang Afghnistan mengusir Rusia, Osama mendapatkan penugasan baru untuk memberikan justifikasi atas apa yang dikatakan Huntington dalam bukunya bahwa islam akan menjadi ancaman terhadap barat. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Albert Einstein, “Teori apapun harus diawali oleh fakta, dan diakhiri oleh fakta pula.” Dan Osama adalah orang yang tepat untuk menyempurnakan teori Huntington dengan fakta-fakta yang empirik. Fakta bahwa islam sungguh-sungguh menjadi ancaman bagi Amerika dan sekutunya.

Matriks diagram berikut ini akan memperlihatkan bagaimana pola hubungan antara Osama sebagai chief de mission dengan para master mind-nya.

Bush-Laden1

Bush-Laden2

Dari gambaran tersebut terlihat jelas bahwa sesungguhnya ada hidden agenda dibalik teori yang disampaikan oleh Huntington. Sasaran sesungguhnya yang ingin diraih oleh pihak barat -Amerika dan sekutunya- adalah penguasaan terhadap sumber-sumber minyak yang menjadi tulang punggung bagi kehidupan industri dan ekonomi negara-negara barat -AS dan sekutunya-. Sementara seperti diketahui negara-negara penghasil minyak terbesar di dunia nota bene adalah negara-negara islam termasuk juga Indonesia yang walaupun bukan negara islam namun mayoritas penduduknya beragama islam. Irak sendiri adalah salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia.

Invasi yang dilakukan Irak terhadap Kuwait pada tahun 1990 berpangkal pada pencurian minyak yang dilakukan oleh perusahaan minyak Amerika Serikat yang beroperasi di Kuwait yang berbatasan langsung dengan Irak. Dengan teknologinya yang tinggi, perusahaan-perusahaan minyak AS bisa menyedot minyak di wilayah Irak dari wilayah Kuwait. Hal ini yang menimbulkan kegeraman di pihak Irak sehingga kemudian memutuskan untuk menyerang Kuwait.

Peristiwa 9/11 yang menghancurkan Twin Tower oleh para teroris yang mengatasnamakan islam justru malah memberikan legitimasi dan restu kepada Bush untuk menjarah ladang minyak Irak atas nama perang terhadap terorisme.

Semua itu menjelaskan mengapa menangkap Saddam Husein yang memiliki tentara dan persenjataan perang jauh lebih mudah ketimbang menangkap Osama bin Laden. Selama penguasaan terhadap ladang-ladang minyak belum sepenuhnya dikuasai oleh AS dan sekutunya, maka selama itu pula Osama bin Laden akan terus beraksi dengan terorisme ala islam.

Lalu bagaimana dengan Noordin M Top? Dari pengakuan tidak resmi jaringan JI yang selalu dicurigai dibalik asli pemboman, ada pengakuan bahwa Noordin M Top tidak lagi bergerak di bawah koordinasi JI. Belakangan ini pihak JI justru tidak mendukung adanya aksi-aksi pengeboman, mungkin akhirnya mereka menyadari bahwa dengan aksi-aksi teror bom justru malah menguntungkan pihak barat -AS dan sekutunya-.

Dari kalangan intelijen sendiri mengkonfirmasi hal tersebut dengan memberikan tambahan keterangan bahwa Noordin M Top saat ini sudah membina jaringan langsung dengan Al-Qaeda. Hal ini makin menegaskan bahwa sesungguhnya Noordin M Top adalah bagian dari permainan AS dan sekutunya untuk menguasai ladang-ladang minyak di seluruh dunia.

Ini sekaligus menjawab mengapa Noordin M Top yang asal Malaysia justru tidak beroperasi di Malaysia. Selain Malaysia tidak memiliki sumber minyak yang signifikan, Malaysia adalah bagian dari negara-negara persemakmuran-commonwealth- bekas jajahan Inggris seperti halnya juga Singapura. Negara-negara yang tergabung dalam persemakmuran ini yang menjadi lapis kedua -second layer- dari negara-negara WASP -White Anglo Saxon Protestan- yang terdiri dari UK, USA, Australia, Canada dan New Zealand. Dalam versi Hugo Rafael Chávez Frías, presiden Venezuela, negara-negara inilah justru yang disebut sebagai Axis of evil. –Itu sebabnya mengapa dulu Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyatakan “Ganyang Malaysia” beserta kekuatan WASP yang mendukungnya, “Amerika kita setrika!!! Inggris kita linggis!!!”–

Peristiwa peledakan bom yang terjadi di JW Marriot dan Ritz-Carlton tidak berselisih jauh waktunya dengan peristiwa penyerangan terhadap Freeport perusahaan tambang milik AS yang beroperasi di Papua oleh sekelompok orang bersenjata. Apalagi diantara korban meninggal dalam peristiwa peledakan bom tersebut diantaranya terdapat petinggi dari Freeport. Dengan adanya peristiwa tersebut, bargaining position Indonesia terhadap AS makin melemah. Itu artinya AS bisa berbalik menekan Indonesia dengan memanfaatkan rasa bersalah Indonesia atas kerugian dan korban yang diderita AS akibat peristiwa tersebut.

AS hanya ingin memastikan bahwa siapapun presiden yang terpilih nantinya harus tetap taat dan patuh terhadap garis kebijakan AS.

Menjadi jelas betapa sesungguhnya Noordin M Top dan Osama bin Laden adalah agen-agen barat yang ditugaskan untuk menyusup kedalam tubuh islam dan melakukan rekayasa agar islam identik dengan terorisme yang mengancam kepentingan barat. Dengan begitu, AS dan sekutunya memperoleh legitimasi untuk melakukan tindakan apapun seperti yang terjadi di Irak, Pakistan, Afghanistan demi penguasaan atas sumber-sumber minyak dengan mengatasnamakan perang terhadap terorisme.

Jadi jangan pernah berharap keduanya bisa tertangkap…

Diposting dengan openoffice word processor melalui remote publish, OS ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope.

2 people like this post.

Popularity: 9% [?]

Reader Feedback

131 Responses to “Siapakah Mereka???”

  1. lilliperry says:

    kang, minta link artikel atau e-book nya si samuel hungtington itu donk. penasaran saya..

    berarti ini soal minyak kang…?
    wah.. kemungkinan2nya terlalu banyak kang..

  2. suryaden says:

    minyak hanyalah sebuah alasan yang paling dirasa rasional dan bisa diterima dengan nalar, sementara di balik masalah ini juga ada hal yang lebih besar dari itu… :D

  3. endar says:

    teori konspirasi tingkat tinggi yang sangat rumit. kapan ya Indonesia tidak lagi jadi mainan Amerika?

  4. Weeww.. Nurdin Tanktop apa Noerdin M. Top Gan???

    Lam Perubahan..
    Lam Anak Bangsa..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/07/25/jenis-jenis-tidur-survei-dan-analisa/

  5. katakataku says:

    Mari menikmati super propaganda mereka (doh), karena mau tidak mau, sadar ataupun tidak kita ini hanyalah rakyat biasa yang sejatinya selalu digiring kesana kemari seperti poin catur oleh para pemainnya :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1