Neoliberalisme -Neolib-

Neoliberalisme -Neolib-

Posted by itempoeti on June 1, 2009




BlackWhiteNeoLibKills-02bwKetika anda membaca judul di atas, jangan lantas terburu-buru mengkaitkan tulisan ini dengan Boedhiono –cawapresnya SBY- yang saat ini lagi panik dikepung oleh tuduhan sebagai agen Neolib atau Neoliberalisme.

Adalah Suryaden dalam postingannya yang berjudul Persetan Neoliberalisme mencoba mempersetankan Neoliberalisme sebagai sebuah reaksi atas cara-cara black campaign yang digunakan dengan issue-issue -yang serba katanya- demi melakukan pembunuhan karakter –character assassination- atas diri seseorang.

Ada dua hal yang cukup mengganggu di dalam persoalan ini. Pertama, soal cara yang digunakan, yaitu pembunuhan karakter. Yang kedua adalah Neoliberalisme itu sendiri sebagai issue sentral yang digunakan. Dalam dunia politik yang sangat Machiavellis, pembunuhan karakter merupakan sesuatu yang dianggap wajar untuk dilakukan. Hal seperti ini tidak hanya terjadi baru-baru ini namun sudah terjadi sejak dulu di berbagai belahan dunia. Nampaknya cara-cara seperti itu sama tuanya dengan kejahatan prostitusi sejak awal adanya manusia di dunia ini.

Apa yang terjadi dengan Gajah Mada dengan perang Bubat adalah bentuk pembunuhan karakter yang dilakukan oleh orang-orang disekelilingnya yang tidak suka dengan keberhasilan Gajah Mada untuk mempersatukan Nuswantara. Dan penyatuan Majapahit dengan Pajajaran melalui pernikahan antara Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk adalah proyek politik pamungkas Gajah Mada untuk menyatukan Nuswantara demi memenuhi Sumpah Hamukti Palapa-nya. Oleh sebab itu, banyak pihak yang berkepentingan untuk menggagalkan upaya ‘koalisi’ Majapahit dan Pajaran yang ingin dilakukan oleh Gajah Mada. Keberhasilan Gajah Mada adalah ancaman politik bagi yang lain.

Demikian pula dengan apa yang terjadi terhadap Syekh Siti Jenar atau yang juga dikenal sebagai Syekh Lemah Abang, Jenar juga menjadi korban pembunuhan karakter yang dilakukan oleh para elit politik Demak dengan menstigma bahwa ajaran Syekh Siti Jenar adalah bid’ah hanya karena Jenar ingin memisahkan antara persoalan berTuhan dengan bernegara. Bagi kalangan yang masih bersetia dengan Majapahit dan kontra Demak, ajaran keislaman Jenar justru bisa diterima karena menjadi seorang muslim tidak berarti harus membuat mereka tunduk secara politik kepada Demak.

Sementara bagi elit politik Demak, ‘koalisi’ yang dibangun oleh Jenar dan Ki Ageng Pengging dianggap sebagai sebuah gerakan insubordinasi terhadap kekuasaan politik Demak. Demak berasumsi bahwa perluasan wilayah kekuasaan itu diukur dari seberapa banyak manusia jawa yang bisa di-islamkan. Semakin banyak yang masuk islam dan semakin luas sebarannya, semakin banyak pula wilayah yang masuk menjadi wilayah Demak.

Di Eropa pembunuhan karakter juga dilakukan. Apa yang terjadi dengan Joan of Arc, Galileo Galilei dan Markus Antonius memperlihatkan betapa pembunuhan karakter selalu mewarnai pertikaian antar elit kekuasaan diberbagai belahan dunia. Bahkan cerita seputar apa yang dilakukan oleh permaisuri raja Mesir yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual oleh Nabi Yusuf juga kental dengan aroma pembunuhan karakter. Proses hijrahnya Muhammad SAW dari Mekkah ke Madina pun juga disebabkan oleh adanya pembunuhan karakter yang dilakukan oleh kaum Jahiliyah terhadap Rasulullah.

Yang membedakan dengan apa yang terjadi saat ini adalah demikian pesatnya kemajuan teknologi hingga membuat issue yang digunakan mampu dikemas lebih indah dengan teknologi pemberitaan dan teknik pencitraan dalam rupa kemasan propaganda yang dilakukan oleh media massa baik cetak maupun elektronik. Dahulu kala, pembunuhan karakter hanya berada di wilayah pertarungan tertutup elit kekuasaan. Kini, dimana kedaulatan ada di tangan rakyat melalui demokrasi, kekuatan media massa menjadi alat yang paling efektif untuk berebut hegemoni atas ruang kesadaran rakyat melalui perang informasi yang sarat dengan konflik kepentingan para elit kekuasaan.

Selain itu di masa lalu dimana Hak Asasi Manusia belum menjadi issue sentral, pembunuhan karakter selalu diakhiri dengan pembunuhan manusianya untuk memastikan agar benih-benih ‘perlawanan’ tidak lagi muncul dan berkembang terbasmi sampai ke akar-akarnya.

Di sisi lain, pilihan issue Neoliberalisme yang dihadirkan sebagai stigma adalah alat pembunuh yang potensial digunakan untuk membangun suatu pencitraan buruk dan negatif terhadap obyek sasaran yang akan dieliminasi. Hal ini tak ubahnya persis dengan stigmatisasi yang dilakukan terhadap komunisme seperti yang dilakukan oleh rezim Orde Baru untuk membunuh lawan-lawan politiknya, juga kongruen dengan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan stigmatisasi terorisme terhadap kelompok islam yang tak mau tunduk terhadap kepentingan negaranya.

Memunculkan issue Neoliberalisme sebagai momok yang menakutkan dan harus dibenci serta ramai-ramai dimusuhi, tanpa menjelaskan apa itu sesungguhnya Neoliberalisme, bagaikan membangun cerita tentang hantu di siang bolong untuk menakut-nakuti anak kecil agar mau tidur siang walaupun mereka tidak pernah tahu apa yang sebenarnya mereka takutkan. Bukankah ini merupakan sebuah proses pembodohan terhadap publik bahkan kejahatan terhadap publik, ketika publik didorong dan diarahkan dalam kesesatan pikir untuk suka atau tidak suka akan sesuatu tanpa mereka tahu tentang apa sesungguhnya sesuatu yang mereka suka atau tidak suka tersebut.

Kalau memang demikian, lalu apa itu Neoliberalisme?

Ada berbagai sudut pandang yang berkembang tentang pemahaman Neoliberalisme. Apapun perbedaan tersebut, nampaknya semua bersepakat bahwa Neoliberalisme tetap merujuk pada konsepsi dasar tentang liberalisme yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip utama pasar bebas dan perdagangan bebas –free markets and free trade-. Proses globalisasi mendorong terjadinya proses metamorphosis dari Liberalisme menjadi Neoliberalisme yang berambisi untuk merobohkan semua batasan yang menghambat keniscayaan terjadinya perdagangan internasional dan investasi agar semua negara bisa mendapatkan keuntungan dari meningkatkan standar hidup dengan meningkatkan arus perdagangan dan investasi.

Indah dan mulia sekali nampaknya, namun masalahnya kemudian, konsepsi ini diletakkan di atas tata bangunan sosial dunia yang penuh dengan kompetisi yang tidak setara, tidak seimbang dan diliputi ketidakadilan. Jurang sosial dan perbedaan tingkat ekonomi yang terjadi antara negara-negara belahan utara yang berteknologi tinggi dan berkesejahteraan maju dengan negara-negara belahan selatan yang miskin dan berteknologi rendah, hanya melahirkan terjadinya eksploitasi antar manusia dan eksploitasi antar bangsa -exploitation de l’homme par l’homme dan exploitation de nation par nation- yang dilakukan oleh the ‘New’ Third Reich yang kemudian disebut oleh Bung Karno sebagai Nekolim -Neo Kolonialisme Imperialisme-.

Dengan semangat mengulang Imperialisme Romawi yang pernah jaya di masa lalu dengan melakukan aneksasi dan invasi keseluruh dataran Eropa, Afrika dan sebagian Asia, kini direpetisi dan dimodulir dalam skenario berbeda dengan berbaju konstitusi dan aturan hukum yang penuh dengan simbol-simbol hak asasi manusia dan issue-issue humanitarian. Koloni-koloni jajahan, dipetakan secara ekonomi berdasarkan potensi kekayaan alam dan jumlah penduduk sebagai potensi pasar yang prospektif bagi kepentingan para pemilik kapital dan teknologi.

Yang seharusnya diwaspadai dari neoliberalisme sejatinya bukanlah pada sosok neoliberalisme itu sendiri, tapi justru ketika Neoliberalisme ber-tiwikrama menjadi Neo Kolonialisme dan Imperialisme. Akan banyak Multinational Corporation (MNC) dan Trans National Corporation (TNC) yang akan menggantikan peran Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di masa lalu, tentu saja yang pada masa sekarang ini dikemas dengan bungkus yang jauh lebih rupawan dan menarik hati, namun sesungguhnya jauh lebih kejam dan biadab.

Pembunuhan karakter dan issue Neolib –Neoliberalisme- adalah dua hal yang saat ini menjadi realita politik yang ikut mewarnai Pilpres Pemilu 2009. Menuduh seseorang Neolib tanpa tahu apa itu Neolib, sama naifnya dengan seorang buta yang mengaku melihat badak di kolong tempat tidurnya. Apapun yang dilakukan elit politik saat ini, rakyat seharusnya belajar dari proses politik yang terjadi agar di kemudian hari menjadi semakin cerdas dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terima kasih kepada Suryaden yang sudah membantu meringankan saya dari sembelit politik.

Popularity: 3% [?]

Comments (74)

suryaden

June 1st, 2009 at 02:54    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Akhirnya kena juga, udah marah-marah dan nggondok atine saya karena membaca postingan Sembelit Politik dari sini, piye carane mengupayakan agar si itempoeti bisa mbrojol lagi nggak usah pake pencahar, maka memang harus dipanasi dan dibakar… wakaka dan akhirnya saya pun berhasil… thanks untuk postingan yang super dahsyat ini, sampe eyangku Syech Lemah Abang pun dipun sebut… maturnuwun…
————–

panteeeesss… putune tooo ternyata… (doh) makanya sembelitku mendadak bisa sembuh… hloooo…, opo hubungannya??? wakakakakak… :D

[Reply]

suryaden

June 1st, 2009 at 02:58    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Neoliberalisme ini memiliki garis pemisah yang tipis dengan politik perdagangan islam yang asli yaitu tidak mengenal batas kenegaraan, tanpa mengenal cukai, menembus semua ruang hingga pendidikan sekalipun, namun tetap saja tidak mau mengkopi prinsip keadilan dalam islam sesungguhnya yang orang islam saat inipun tidak mempelajarinya… malahan kepincut dengan copyright, pajak, cukai dan sebagainya untuk menghindari sodaqoh dan zakat yang lain sekali pengelolaannya…
—————

garis pemisahnya sangat jelas dan tegas… yang satu -neolib- menggunakan ukuran rasio dan materialitas, yang lainnya -islam- menggunakan sandaran qolbu dan spiritualitas.

Derivasinya pun tentu akan menjadi sangat berbeda dalam prakteknya.

[Reply]

suryaden

June 1st, 2009 at 03:01    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

yang kedua itu pendapat pribadi loh… hahaha
—————

(doh) tak kiro pendapatnya Syekh Siti Jenar… jiyahahahaha… (lmao)

[Reply]

gahaz

June 1st, 2009 at 03:07    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

tapi black campaign nya lumayan manjur ternyata.
eh tapi metode gini bisa dianggap fitnah ndak ya?
apa fitnah itu diperbolehkan juga dalam politik?
—————

kalau menggunakan prinsip Machiavelli, fitnah sangat diperbolehkan dalam politik. Bukankah Machiavelli berprinsip, “untuk mencapai tujuan, semua cara boleh digunakan…”

[Reply]

Andy MSE

June 1st, 2009 at 03:44    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

itempoeti dan suryaden sama-sama buat tulisan yang bikin pusing….
aku mumet.. ra kuat komentar…
—————

salahno imam-e… aku gur dadi makmum Kang… wakakakakak… :D

[Reply]

ami

June 1st, 2009 at 06:24    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

baca awal tulisannya dah kelihatan sembuh dari sembelit hehehehe. welcome back deh ke duniamu :)
dasar politik! sesuatu untuk kepentingan sendiri tapi diatasnamakan kepentingan orang banyak.
ok kang tulisannya, ok juga komen ki demang
————–

Ki Demang ternyata punya kemampuan menyembuhkan… sembelitnya udah agak mendingan tapi masih agak kumat2an nich… ;)

[Reply]

agus

June 1st, 2009 at 08:26    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Yang saya tahu kebanyakan dalam politik rata2 orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan.
Negara kita kayaknya mempunyai budaya yang serba penuh surprise (dadakan) dan gampang terkejut oleh suatu hal yang kadang belum tahu pasti kebenarannya walau mungkin itu benar. setiap satu isu tertentu media menggelegarkannya sedemikian rupa sehingga menarik untuk di simak.

initinya sih saya gak begitu mudeng… wakakakakak… :D
—————

mudeng ra mudeng sing penting komeng… wkakakakak… :D

[Reply]

superaman

June 1st, 2009 at 08:41    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

gak ngerti politik (doh)
meski bikin bingung, bisa nambah wawasan.. hehehe..
tengkiu..
————–

ngerti ora ngerti…, bingung ora bingung…, sing penting komen… hihihihihi… :D

[Reply]

ciwir

June 1st, 2009 at 12:29    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

neo = anyar
liberalisme = bebas
dadi lagi bebas anyaran (lmao) :D
————–

iki sing paling bener… jiyaaahhh… :D

[Reply]

galuharya

June 1st, 2009 at 12:32    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

nampaknya pembunuhan karakter seseorang tidak terjadi di layar televisi saja yang biasanya bisa kita lihat di sinetron-sinetron

namun hal ini sekarang sudah merambah ke dunia perpolitikan kita.
dan saya rasa dalam urusan politik itu suatu yang kayaknya mesti dilakukan (hehehhe)

maka jangan harap dalam era politik sekarang kita temui orang yang memegang teguh asas:

*menang tanpo ngasor ake*

komentar ini ditulis dalam kondisi batuk,pilek dan hidung tersumbat
————–

lagi sakit aja komennya dah kayak gini… gimana kalau sehat… :D

[Reply]

suwung

June 1st, 2009 at 12:41    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

yang bener jadinya gimana? cekak aos wae
————-

sik tooo… iki arep takon sing bener opo sing pener??? horoooohhhh kono… :D

[Reply]

KangBoed

June 1st, 2009 at 13:47    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

iyaaaa… pokoke aku ikutaaaaan… mudeng ora mudeng sing penting komment…
Salam Sayang
————–

siiiippp… lanjut terus Kang… salam sayang juga… :D

[Reply]

endar

June 1st, 2009 at 14:07    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

waduh… tak tuku bodrex sik ndasku mumet moco tulisan iki. wis tak waca ping telu ra mudeng-mudeng.
————–

mengko bar tuku obat ojo lali di reimburse nang Suryaden yooo… :D

[Reply]

nomercy

June 1st, 2009 at 15:11    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

neo-kolonialisme … kalau yang satu ini kan sudah lama terjadi …
berapa banyak bangsa kita dapat menikmati hasil sumber daya alam ini dibandingkan dengan pihak luar negeri?
punya sumber daya minyak dan mineral tetapi seberapa banyak yang menguntungkan bangsa kita? malah kita harus membeli minyak kita sendiri dengan harga jauh lebih mahal …
seberapa banyak bangsa kita menikmati produk-produk hukum? kalau hampir dengan semaunya produk-produk hukum itu disusupi kehendak asing …
banyak teman-teman bertanya, kenapa internet di negara kita sangat mahal … ya jelas saja kalau semua saham dibeli pihak asing …
sekarang ini tanpa sadar semua hal di negara kita sudah merupakan milik asing …
hanya di negara kita yang gaji seorang intelektual lebih rendah dari gaji buruh … dan itulah yang menyebabkan para intelektual lari ke luar negeri … lebih memilih untuk mencari makan di negeri orang …
————–

ironis banget ya Bro… :(

[Reply]

linda belle

June 1st, 2009 at 15:19    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

sigh
can’t comment here, too much words that I don’t understand hehe politics is not my life..

mas itempoeti n mas suryaden itu klop lah…tambah senoaji tambah ancur hahahahah….
————–

teh…, nu bikin ancur eta mah nu terakhir tea… sanes abdi jeung suryaden… hahahahaha… :D

[Reply]

iskandaria

June 1st, 2009 at 15:26    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Mudah-mudahan postingan ini bisa menjadi pencerah atas kesimpangsiuran hakikat neoliberalisme. Jujur, awalnya saya juga terpengaruh dengan isu atau black campaign tsb. Namun lama-lama saya juga berpikir, apa benar mereka yang dituduh memang seperti tuduhan itu? Ternyata jawabannya, hakikat neoliberalisme masih rancu dan kabur.
————–

justru itu yang paling penting… jika kita memang harus bersikap karena kita tahu kemapa kita harus bersikap… bukan sekedar “katanya”… lamun urang sunda bilangnya… “cenah”…

[Reply]

cebong ipiet

June 1st, 2009 at 15:27    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Menuduh seseorang Neolib tanpa tahu apa itu Neolib, sama naifnya dengan seorang buta yang mengaku melihat badak di kolong tempat tidurnya
———————-
wkakakakkaaka ngakak aku je, setujuuuuuu… :D

pada akhirnya semua harus diseimbangkan dalam tataran policy nya

ga ada negara yang menerapkan satu sistem secara total, pasti ada campur tangan pemerentah. Hennah sekarang tergantung gimana policy nya pemerentah.

asli eneg kalo banyak yg latah neolib, tanpa membaca referensi dahulu, wekekekeke..
————–

jadi piye mbak??? badak-e sak iki nang endi sak tenanane??? wakakakakak… :D

jangan2 badaknya juga ketularan eneg gara2 dikira Neolib… jiyahahahaha… :D

[Reply]

cebong ipiet

June 1st, 2009 at 15:28    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

kesurupan opo ya wi mau, kok iso komen ngunu :D
————–

ho-oh… rapopo… sak iki pancen okeh sing kesurupan jeee…. :D

[Reply]

itempoetiholic

June 1st, 2009 at 16:49    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

weh, terlalu berat :D

ra mudeng bolak balik mbacanya dari tadi, ampe scroll naek turun :lol:
mase gaptek ama neoliberalan taunya neo templit doang :mrgreen:
————–

kalau gitu ajarin dooong tentang neo templet… ok? awas hlooo kalau gak…. halaaahhh ngancam… (doh)

wakakakakak… :D

[Reply]

~noe~

June 1st, 2009 at 17:45    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wah wah…
sembelit aja begini mbrojolnya, apalagi kalo pas lagi diare :-D
lugas tapi bagi aku masih serasa di awang-awang. emang betul kata suryaden kalo bahasa yang tepat buatku juga : persetan dan persetan apapun yang aku ndak mudheng…
wis ah balik disik… ngabsen sik
————–

gawaaaaatttt… kalau diare bisa kecep***t… harus buru-buru ganti celana…
persetan oh persetan… kok gak permanusia aja yaaa… wakakakakak… :D

[Reply]

kopral cepot

June 1st, 2009 at 19:51    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Membaca dua artikel sekaligus (+ persetannya suryaden) tetep mudeng dengan neolib :)
kadang aku berpikir biarkan “penjajahan” semakin terasa di negeri ini …. jangan neokolonialisme setengah-setengah .. abad 21 butuh anti-virus untuk bersatu …

Salam (ikuti KangBoed :) )
————–

aku suka tuch Kang dengan cara pendekatan masalahnya… “biarkan semakin terjajah supaya justru bisa segera bangkit…”
hebaaaatttt!!! :D

[Reply]

kezedot

June 1st, 2009 at 20:50    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

malam bang
pa cabar?
wah blue suka kalimat kalimat yg terakhirnya itu…..apapun yg dilakukan………bla bla bla…
cara pandang berpolitik abang menambah pengetahuan blue dech
salam hangat selalu
————-

hai blue… puji Tuhan alhamdulillah baik2 aja blue… blue sendiri gimana kabarnya?
salam hangat selalu juga blue… :)

[Reply]


Unknown Unknown

[...] pusing mikirin neoliberalisme yang lagi jadi topik hangat dimana-mana, mending posting tentang pesona pantai yang begitu menggoda meski tanpa godaan cewek cantik [...]

budisan68

June 1st, 2009 at 21:08    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

gak ngerti neolib,… hanya hanya nunggu gajih ke-13
itulah makanya sby gak pasangan dengan Rani yuliani, nanti lalu muncul sby-berani
————–

coba dicheck dulu Kang… “berani” punya arti yang negatif dalam kamus bahasa suku2 di Indonesia… jangan2 artinya “berani” bisa berarti “berbohong”??? wakakakak… :D

[Reply]

ranggagoblog

June 1st, 2009 at 21:12    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

waaaaaaaah. untung zaman gajah mada belum ada isu neolib yaah… kalo udah kan mesti dia jadi korban juga…

hihihihihi….
————–

Gajah Mada dituduh agen Neolib… jiyakakakakak… :D

[Reply]

Novian

June 1st, 2009 at 22:03    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wah , mantap juga nih artikel,,, salam kenal and sekalian tukeran link yuk,,, n mampir dunk ke blog saya,,, OK sip…
————–

salam kenal juga… dengan senang hati… :D

[Reply]

yang-kung

June 1st, 2009 at 22:05    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

maaf mas itempoeti,saya kalau mikir politik jadi migrein.Sebab…….KETIKA TIBA WAKTUNYA BERBUAT SESUATU UNTUK ORANG LAIN KEBANYAKAN ORANG MALAH TIDAK MELAKUKAN APA-APA.

makanya beberapa minggu ini saya malas nonton berita TV dan baca koran.Lebih enakan ngunjungi sahabat disini.

salam kangen selalu.
————–

sama rupanya kita yaaa… bedanya panjenengan sudah beberapa minggu… kalau saya sudah bukan lagi hitungan minggu…

setuju sanget… lebih enak kunjung mengunjungi para sahabat disini…

salam hormat selalu…

[Reply]

Indonesia Menulis

June 1st, 2009 at 22:22    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Neoliberal yang dikupas tuntas, itempoeti hebat eui, pandangan politiknya ruuuar biasa… Kang suryaden cucunya mbah siti to, hi 99x…
Oia kang! Untuk mempererat silaturahmi dan menambah indahnya berbagi, saya sudah memasang Link sampeyan di blog saya, jika berkenan silahkan di Link blog saya. He he he…
—————

hloooo… anda malah yang telat… saya sudah masang link anda duluan di “Sahabat”

wakakakakak… :D

[Reply]

pakde

June 1st, 2009 at 23:59    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Kita adalah bangsa yang banyak belajar dan mencontoh, trial eror dimana2. Semua pola nyaris selalu di coba. Beruntung kalau ada progress dari pola yang di tiru itu, kalau tidak? ya…resiko rakyat jadi korban.
—————

terlalu mahak harga yang harus dibayar ketika rakyat harus menjadi korban dari proses trial and error.
atau…, mungkin memang itu yang harus dilakukan agar bangsa yang cenderung amnesia ini bisa cepat belajar untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

[Reply]

geRrilyawan

June 2nd, 2009 at 01:30    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wahahaha….berat ini tulisan :mrgreen: kadar intelektualitas saya mungkin masih di bawah garis kepintaran untuk bisa memahaminya hehehehe….

kita memang sering mudah terjebak sama yang namanya istilah. langsung terima saja ketika dengar baik atau buruknya sesuatu hal atau gagasan. memang harus sering kroscek, dan membiarkan pikiran kita terbuka untuk banyak hal ya mas…
—————

cah semarangang tekan kene…
yaaa.., memang begitu… jangan sampai rubuh gedang, ikut tapi gak ngerti mau kemana.
siapapun boleh mengajak kita, yang penting kita harus tahu mau kemana, untuk apa dan bagaimana caranya.
baik untuk mereka belum tentu baik untuk kita.

[Reply]

marsudiyanto

June 2nd, 2009 at 06:09    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

NEOLIB FORTE ono opo ora yo…
————–

ingkang generik nggih wonten kok… jiyahahahaha… :D

[Reply]

mascayo

June 2nd, 2009 at 06:40    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

membaca tulisan ini saya jadi mengerti sedikit apa itu neoliberalisme ..
tulisane apik tenan pak
—————

hihihihihi… dadi isin… matur nuwun… :D

[Reply]

mamas86

June 2nd, 2009 at 07:23    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Wah ini udah pembahasan orang atas keknya… bingung saya jadinya…
————–

yang mbahas memang orang atas.., tapi yang bawah harus tahu biar gak dikibulin terus… hehehehehe… :D

[Reply]

buJaNG

June 2nd, 2009 at 07:25    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Hihihihi.. panjang banget penjelasannya…. :?:
————–

tadinya lebih panjang lagi sampai habis 5 blog… hehehehehe… :D

[Reply]

dedekusn

June 2nd, 2009 at 07:57    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Neoliberalisme no.. no.. nooo…. I don’t like it….. :) piss ah
————–

tidak suka karena memang tahu apa itu Neoliberalisme itu baru siiiippp…..

[Reply]

cenya95

June 2nd, 2009 at 09:56    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Hmmm… apapun pakemnya sing penting sejahtera… namun seberapa cepat kesejahteraan tersebut dapat diperoleh rakyat.

Siapa pun pemimpinnya bila membuat keputusan pasti ada pro dan kontra. Daku setuju dengan pernyataan : “baik untuk mereka belum tentu baik untuk kita”. Untuk menghindari black campaign.
Semoga sadar bangsa ini.
salam superhangat.
————–

waduuuuhhhh… “…apapun pakemnya…”
kalau pakemnya kriminal dengan cara2 rampok, garong dll gimana Bro? hehehehehe… :D

ya Bro… semoga kita semua segera sadar…

salam panas… (saking super hangatnya…) :D

[Reply]

sawali tuhusetya

June 2nd, 2009 at 11:29    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

karakter asinan anggap saja sebagai bumbu2 politik menjelang pilpres. kalau tak saling serang dan bersaing membangun citra, panggung politik akan sepi dari hiruk pikuk dan konflik politik. para pengamat juga akan kehabisan bahan diskusi. para bloger juga malah ndak kreatif, hehe … juga ndak akan pernah sembelit. kalau sembelit kan berarti akan terus berbuat kreatif utk mencari cara agar sembelitnya hilang, hehe … tulisan yang bagus dan mencerahkan, mas itempoeti.
————–

nuwun Kang… mungkin karena kebanyakan bumbu jadi malah sembelit… untung ada Suryaden jadi sembelitnya agak berkurang… :)

[Reply]

suklowor

June 2nd, 2009 at 12:12    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wah setuju mas… terutama tentang contoh yang anda pakai terutama Siti Jenar, saya dah baca sejarahnya dari bukunya Agus Sunyoto.. yang judulnya Suluk Malang Sungsang…
————–

saya malah belum baca bukunya… boleh pinjem gak? :D

[Reply]

muridpinggiran

June 2nd, 2009 at 14:15    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

(doh) ojo duwur-duwur tho lek mbabar…
iki kayane tret privat antara Rektor dan dekan…wakakaka

tabik
lungguh nang pinggir
————–

men gelis pinter… men ora diplokotho karo elit pulitik…
ojo minggir2 lungguhe… pemeyan klambi wis akeh sing ilang…
wakakakak… :D

[Reply]

grubik

June 2nd, 2009 at 14:36    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

ha terus piye penake…,
di.. lanjutkan!!! po ra?
————–

kudune ngono… piye jal?

[Reply]

haris

June 2nd, 2009 at 15:09    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

ya, saya percaya ini bukan soal ideologis, tapi soal politik praktis! saling jegal. bosen lihatnya….:)
————–

bosen.., dan memuakan… :D

[Reply]

suklowor

June 2nd, 2009 at 15:26    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wah bukunya dah di balikin mas… aku pinjem di perpusda je…
————–

waaaahhhh…, aku golek buku kuwi jeee… piye jal? (doh)

[Reply]

M. Surya Ikhsanudin

June 2nd, 2009 at 15:44    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Ulasannya dalam sekali

FlashBack dari jaman Majapahit

tapi sudut pandang saya yang Namanya NeoLiberalisme sama aja menyuruh saya berhenti Kuliah!

Mari Lanjutkan Kesengsaraan Ini!

*Lariiiiiiiiiiiiii, Kabuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrr*
————–

Kalau kita belajar dari sejarah.., seharusnya hal-hal buruk tak akan terulang lagi…

Berhenti kuliah bukanlah aib.., apalagi ketika institusi pendidikan kini telah berubah menjadi industri yang cuma bisa menghasilkan manusia robot…

*nyusuuuuullllll…., ikut Kabuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrr”

[Reply]

kombor

June 2nd, 2009 at 16:02    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Apa kita bisa melaporkan kasus pembunuhan karakter ke kepolisian seperti kita melaporkan terjadinya pembunuhan manusia? Lantas, pembunuhan karakter itu delik aduan atau bukan? Kok nggak ada polisi yang bergerak untuk menangkap pembunuh karakter…
—————

sangat bisa… apalagi di Indonesia hukum diatur oleh uang… selagi anda punya uang apapun bisa dikasuskan.., bahkan kasusnya bisa anda menangkan…
bukankah hanya tukang cat dan hukum yang bisa merubah hitam jadi putih dan putih jadi hitam???

[Reply]

dir88gun2

June 2nd, 2009 at 17:52    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas? :|

Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.

Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

wassalamu alaikum wr. wb.

[Reply]

manusiahero

June 2nd, 2009 at 20:03    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

pembunuhan karakter zaman sekarang lebih membunuh ke teman ckckckck
—————

kalau itu cuma buat latihan supaya nanti sewaktu jadi elit politik udah gak gagap lagi…

[Reply]

Gasa

June 2nd, 2009 at 20:26    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

ini politik ya mas ?? wua hahahah :) hehehe,,,
keren analis dan pendapatnya mas :)
————–

oohhh iya yaaa…, ini politik yaaa… hampir lupaaa…
jangan gitu aaahhhh…, jadi malu… hehehehe… :D

[Reply]

kopral cepot

June 3rd, 2009 at 00:16    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

kalo boleh usul bang … :) , aku pingin abang (sejak kapan jadi abang :D ) ngelanjutin posting tentang NeoLIb or LIb ini dengan judul “Orgasme Liberalisme” … aku pingin tau klimaks neolib/lib itu seperti apa … trus apa hub dengan pertarungan Kapitalis Vs Sosialis … trus terserah abang … yang jelas musti ade kata “orgasme” nya he he he :) (jangan lupa tag nya pake “orgasme” juga … yang kata orang itu jurus trafic)
… Sekedar usul ini mah Kang (kok jadi akang?)

Salam
————–

waahhhh… usul yang menarik tuch… jadi inget guru sejarah jaman SMA yang suka ngasih PR bikin ringkasan… wakakakak… :D

kayaknya bisa segera dilaksanakan tuch usul orgasmenya… jiyahahahaha… :D

Nuhun pisan Kang…

[Reply]

boyin

June 3rd, 2009 at 09:16    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

ya udah dari 3 itu pilih yang paling the best out of the worst lah..heee…yang ibu2 itu udah basi, yang sementara masih wakil cuman ngomong doank ketahuan dulu pake sepatu merk luar negeri sekarang koar2 cinta produk dalam negeri, nah yang satunya lagi bagus sih cuman dapet dukungan PKS yang notabene..ehm..baca bukunya “ilusi negara islam” dulu lah…tapi bagaimanapun pilihannya cuman 3, ya kudu dipilih salah satunya lah..
————–

milihnya sambil merem aja ya Mas… yang penting kan milih… hihihihihi… :D

[Reply]

JAUHDIMATA

June 3rd, 2009 at 11:59    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

betul broo..
bukan noelib yang harus diwaspadai tapi neokolonialisme-nya.
————–

ho-oh jeee Kang… justru kuwi sing harus diwaspadai… :D

[Reply]

nirwan

June 3rd, 2009 at 13:40    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

liberalisme dan libido emang gak beda-beda jauh. yg satu pake dasi, yg satu bugil … :D
—————

kalau yang pakai topi apa tuch namanya??? :D

[Reply]

sendit

June 3rd, 2009 at 15:22    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Arep neo-lib..neo-kolonialisme…sing penting urip damai2 wae….:)

http;//sendit.wordpress.com
————–

iso??? piye carane??? wakakakakak… :D

[Reply]

Neng Aia

June 3rd, 2009 at 17:12    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

untung aku ga ikutan maen tuduh²an.. soalnya ga tau apa itu neoliberalisme. taunya cuman :

ne-liberalis-me

selainnya? ntaaaaah…

*ra melu-melu aku* hihihihii…
————–

(doh) terkontaminasi Senoaji…
bad influence… (lmao)

untungnya gak terkontaminasi main tuduh2an… :D

[Reply]

Eka Situmorang-Sir

June 3rd, 2009 at 18:34    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Jika mas (duuch saya dikemplang gak ya sama mbak wewarna manggil suami orang mas )
ya sudah dipanggil bapak saja…

Kalo bapak berterima kasih kepada suryaden, maka saya berterima kasih kepada bapak.
karena melalui postingan ini saya mendapat gambaran jelas mengenai apa itu Neoliberalisme plus contoh2 pembununuhan karakter dalam sejarah bangsa ini.

Pembunuhan karakter yang dilontarkan… sepertinya ada giginya.. karena polling terakhir no urut 3 malah unggul jauh…
Saya ndak membela pasangan manapun… baik jurus2 yang dilontarkan untuk menang bagaimana, namun seyogyanya tetap dilakukan dalam kebersihan (mimpi)
————–

jadi berasa tua dipanggil bapak. masak manggil istri saya mbak, manggil saya bapak… wakakakakak… :D

jangan percaya sama polling. hasil polling bisa dipesen kok…

yang penting saling berterimakasih. terima kasih juga buat kunjungan dan komentarnya. :)

[Reply]

coky

June 3rd, 2009 at 22:03    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

tuh kan jadi jelas. kalo neo itu baru lib itu liberal, sedangkan liberalisme adalah faham…
faham!!!!
sebenarnya udah jelas semua to..!!! yo kalo udah jelas
ya wis.. kulo iso mulih lantas turu.
cuma yg masih difikir and sulit turu..koq masih menjamur banyak pedagang k5 yang liar dikejar, dihajar.
emang solusinya gitu to..tapi mega supermarket makin subur, mart kecil ada di gang2. jadi….gimana to ?
————–

REVOLUSI !!!

[Reply]

Uchan

June 4th, 2009 at 10:35    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Semua presiden RI harus jadi anteknya amrik kalo menurut saya lho. Pak Harto ketika sudah merasa hebat dan mengeluarkan statement. “Amerika Go to Hell!!”, langsung dibombardir sama Soros. Rupiah langsung dibikin jadi 15rb.

Kalo emang berani, negara dan rakyat musti bersatu, model2 Ahmadinnejad di Iran. Hidup miskin bareng2. Resikonya dibilang teroris, diembargo abis2an (palestina), dsb.
—————

gak mungkinlah… rakyat kita yang hobby dugem dan ke mall pasti protes… anak2 remaja penggemar MTV juga protes… sarjana dan akademisi lulusan amerika juga protes… mall dan plasa yang menjual produk amerika juga protes… gang motor harley davidson di indonesia juga protes… penggemar american idol juga protes… pengemar facebook pasti demo…

jadi gak ada ceritanya rakyat indonesia bisa bersatu seperti di Iran…

anak bangsa ini sudah terlalu banyak yang jadi pelacurnya amerika… mental pecundang tapi mau dibilang hebat seperti tuannya…

[Reply]

S™J

June 4th, 2009 at 15:06    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

weh “abang” saya juga disebut2… :cool:
—————

adiknya yang belum kesebut… hehehehe… :D

[Reply]

Lambang

June 4th, 2009 at 21:28    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Udah baca tiga kali balik masih belum mudeng juga.

Rangkuman:

Boediono dituduh neolib dalam rangka pembunuhan karakter. Neolib adalah free markets and free trade, dan ini harus ditentang karena bisa menimbulkan exploitasi negara kaya terhadap negara miskin.

Bukankah sejak jaman Soeharto sampai sekarang ini ideologi neolib ini sudah dilakukan walaupun tersamar? Contohnya Freeport, ladang minyak dan gas bumi (Tangguh, Cepu, Gresik), perkebunan di Kalimantan dan Sumatera, diversifikasi saham Indosat, Telkom, Astra, BCA, dan pompa bensin Shell + Petronas (http://www.kapanlagi.com/h/0000074923.html).

Yang belum mudeng, kenapa ya baru sekarang neolib dianggap setan belang, setelah kekayaan alam Indonesia dikeruk habis-habisan oleh bangsa asing?

Salam.
————–

Yaaa…, karena wacana Neolib seperti juga facebook lagi ngetrend2nya sekarang ini…

Akhirnya semua ikut2an latah ngebahas supaya dibilang ngetrend walaupun sebenarnya gak ngerti apa yang dimaksud dengan Neolib.

Walaupun ujung2nya sama, di jaman soeharto cara2 yang digunakan masih menggunakan cara menempel pada rezim kekuasaan yang menindas seperti yang dilakukan juga dengan Marcos di Philipine.

Tapi cara Neolib yang sekarang menggunakan simbol demokrasi dan HAM yang dikemas dengan aturan hukum dengan mempengaruhi perundang-undangan. Lihat aja Undang-Undang tentang Air, Pertambangan juga tentang privatisasi BUMN. Dan masih banyak lagi yang lain.

[Reply]

illuminationis

June 5th, 2009 at 02:57    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

neolib(erasime) itu sekedar utopia, praktek jadi lain cerita. Indah jika sebagian besar pemain dunia sedang di atas angin, tapi begitu dihantam krisis, pada terbirit-birit ganti haluan semua.

P.S.: Bro, kalo posting topik-topik model gini, bagi referensinya dong… jangan bikin aku mati penasaran, mau baca dan buktikan sendiri. :mrgeen:
—————

Neoliberalisme bukan utopia…
Karena memang ada hidden agenda dibalik itu semua…

Krisis Wall Street cuma shock therapy kecil supaya mereka tahu bahwa di atas langit masih ada langit…

ps.
Jangan bilang2 yaaa… Referensinya minta sama mbah gugel… supaya gak penasaran enakan kita diskusi sambil ngopi… gimana? hahahahahaha… :D

[Reply]

nur ichsan

June 5th, 2009 at 13:40    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

wah… jadi bingung nich baca…
—————

saya aja yang nulis bingung… wakakakakak… :D

[Reply]

illuminationis

June 5th, 2009 at 22:28    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

hmmm… aku ga nolak lho kalo diajak ngopi :mrgreen:
————–

tinggal kita atur waktu dan tempatnya… hehehehe… asyik nich kayaknya… :D

[Reply]

coretanpinggir

June 6th, 2009 at 21:53    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

“Yang seharusnya diwaspadai dari neoliberalisme sejatinya bukanlah pada sosok neoliberalisme itu sendiri, tapi justru ketika Neoliberalisme ber-tiwikrama menjadi Neo Kolonialisme dan Imperialisme”

Dan akan banyak pemandangan dengan tulang/tengkorak berserakan seperti ilustrasi di atas… ya kan?

btw, tetep konsisten neh itempoeti :)
—————

Semoga tetap bisa konsisten.., agar tak lagi ada tulang/tengkorak yang berserakan… :)

[Reply]

pengelolakomaht

June 7th, 2009 at 00:33    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Assalamualaikum ya ayyuhal ikhwah

Simak Terus Update Diskusi antara Mantan HT vs Aktifis HT di :
http://mantanht.wordpress.com
dan simak terus Tulisan tulisan terbarunya hanya di :
http://mantanht.wordpress.com
Semoga bermanfaat

Barokallohufikum

[Reply]

KangBoed

June 7th, 2009 at 02:09    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

*lirik atas mpe dengak*… jadi mau kapan yaaa kumpul kumpul di warung kopi… *biar gak di sebut neolib*… padahal minum coffee di caffeee… hihihi… :mrgreen:

Salam Sayang
Salam Rindu untukmu… :lol:
—————

segera Kang… segera… lagi atur waktu… Kircon-Pasir Kaliki kan gak jauh… Bisa ketemuan di Garut… hloooohhhh… wakakakakak… :D

[Reply]

wahyu ¢ wasaka

June 7th, 2009 at 13:35    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Nyerah Kang…. ngga bisa koment banyak2
————–

jangan suka merendah… justru yang gak komen banyak biasanya yg dahsyat… :D

[Reply]

itmam

June 7th, 2009 at 23:01    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

(menyapa sahabatku dulu)
gmn kabar kawan?
————–

alhamdulillah sobat… masih banyak nikmat yang dianugerahkan oleh Nya… senang rasanya dikunjungi anda… :D

[Reply]

celetukansegar

June 23rd, 2009 at 00:25    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

Saya juga punya artikel yang serupa tentang neolib di Neolib Bisa Bikin Kenyang ?
—————

Nanti saya nengokin kesana… :)

[Reply]

Imperialisme Budaya « itempoeti

July 1st, 2009 at 10:57    


Unknown Unknown

[...] 14, 2009 itempoetiKhoe Seng Seng dan Prita Mulyasari; Gagalnya Sebuah Negara Juni 8, 2009 itempoetiNeolib -Neoliberalisme- Mei 31, 2009 itempoetiSembelit Politik Mei 26, 2009 itempoetiKekuatan Sebuah Komentar Mei 21, 2009 [...]


Unknown Unknown

[...] Berdikari (mandiri) di bidang ekonomi. [...]

Andy MSE

July 16th, 2009 at 22:36    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

liberalisme ono hubungane karo kapitalisme pora kang???

[Reply]

Top Soil | KECaKOT

July 16th, 2009 at 22:51    


Unknown Unknown

[...] Saat ini,  luas areal persawahan di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo semakin menyempit karena ekspansi kawasan pemukiman di Solo dan sekitarnya yang mau tidak mau mengorbankan areal persawahan. Mungkin karena benar apa yang disebutkan dalam pepatah Jawa “angkuh kalah karo butuh“, ketika kebutuhan akan perumahan semakin meningkat, dan tidak ada kawasan lain yang bisa digunakan kecuali areal persawahan, runtuhlah keangkuhan untuk mempertahankan persawahan. Dalam hati saya juga menduga, jangan-jangan runtuhnya keangkuhan itu bukan semata-mata karena kebutuhan melainkan karena keangkuhan (atau kekuatan) kapitalisme. [...]


Unknown Unknown

[...] dan represif tak lagi digunakan berganti dengan cara-cara yang lebih mengedepankan pendekatan humanitarian. Proses cuci otak dan indoktrinasi melalui rekayasa sosial menjadi pilihan utama untuk bisa membuat [...]

agustin

July 30th, 2009 at 12:55    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

gmana cra nanggepin orang2 yg slalu blang lw psngan cpres sby-boediono tuh neoloib,, sbnarnya sy jg g trlalu ngrti sh, tpi sy gk snang aj dngan cra pkir orng2 yg melht hx dr stu si2 sj…
ksiann kn pk SBY

[Reply]

suryaden

September 27th, 2009 at 23:40    


Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

ya ampun…

poto kopi opo iseng-iseng to iki :D

[Reply]

Leave a reply

Name *

Mail *

Website

CommentLuv Enabled

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline