Berita dari tetangga mengabarkan bahwa majelis hakim membatalkan dakwaan JPU terhadap Prita Mulyasari. Ini menandai akhir kisah tragedi ketidakadilan hukum yang dilakukan negara terhadap warganya yang bernama Prita Mulyasari dengan happy ending.
Hasil akhir yang diperoleh Prita boleh sedikit melegakan kita semua namun tentu jangan membuat kita cepat berpuas diri. Yang perlu menjadi catatan penting kasus ini mewacana di tengah proses persiapan Pilpres 2009. Ada keyakinan yang kuat bahwa jika kasus ini tidak terungkap di tengah proses Pilpres, maka respon dari para eit kekuasaan akan jauh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini. Dan tentu Prita Mulyasari mungkin masih meringkuk dalam penjara entah sampai kapan.
Ini menjadi sebuah indikasi bahwa nuansa politis sangat kental mewarnai hasil akhir kasus tersebut. Ada tendensi yang cukup kuat untuk mempolitisasi kasus tersebut sebagai upaya pencitraan politik para capres yang sedang berebut kekuasaan demi menaikkan perolehan suara.
Jika indikasi itu benar adanya, maka proses penegakan hukum dan keadilan di negara ini sungguh-sungguh dalam kondisi kritis dan mencemaskan. Lebih dari itu, persoalan pelanggaran HAM dan lemahnya penegakkan hukum akan makin memperburuk citra Indonesia di dunia internasional.
Sementara itu, persidangan terhadap kasus serupa yang juga terjadi terhadap Khoe Seng Seng masih belum menunjukan adanya indikasi ke arah tegaknya keadilan seperti yang sudah dirasakan oleh Prita Mulyasari. Akankah kasus Khoe Seng Seng menuai akhir yang berbeda hanya karena Khoe Seng Seng terlahir sebagai etnis Tionghoa?
Melihat betapa carut-marutnya proses penegakan hukum dan terselenggaranya keadilan yang telah gagal menjamin rasa aman dan perlindungan hukum bagi setiap warga negara, sekali lagi ini membuktikan bahwa hukum dan keadilan tak lagi bisa dipercayakan sepenuhnya hanya kepada para elit politik penyelenggara negara dan aparat penegak hukum, namun juga menjadi pekerjaan rumah bagi kita seluruh rakyat Indonesia, setiap warganegara Indonesia.
BANGKIT MELAWAN DEMI MASA DEPAN !!!
ATAU DIAM, MATI DIGILAS OLEH RODA SEJARAH !!!
Diposting dengan remote publish melalui openoffice writer, OS ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope.
Popularity: 5% [?]











![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
Like








ada award tuuh om..
[Reply]
OMG!!! dalam 1 minggu dapet 3 award!!!
terima kasih ya Sob untuk awardnya…
menjura…
[Reply]
Bohh…saya selalu siap mendukung beliau teman…^_^…V salam D3pd
[Reply]
mari kita dukung perjuangan untuk keadilan…
[Reply]
HUUUWAAKAKAKAK.. SORRY BOSSS SAYA SALAH KETIK NOMER HP.. HEHEHE.. MAAP YAAA.. NANTI SORE SAYA TELPON YAAAAAA…
SALAM SAYANG
[Reply]
pantessss… kok tulalit… wadoooohhhh… padahal dah pengin ketemu…
[Reply]
mas, diriku ndak ngerti yg dirimu tanyakan di imel itu
lah trus tanyak temenku kan yho, malah jawabe jare templet e ndak support
*alibi wi paling ya areke ndak mudeng y*
[Reply]
ra mudeng kok berjamaah… piye jal? yo wis matur nuwun mbakyu…
[Reply]
yg penting adalah terus mempertahankan kewaspadaan kita semua terhadap kasus2 pemberangusan kebebasan berpendapat semacam itu!
[Reply]
kewaspadaan dan konsistensi untuk memperjuangkan keadilan…
[Reply]
klo mang masih ada yang ga terima di kritik ya mendingan mati aja tuh orang.. masa di kritik demi kemajuannya sendiri ga terima dasar egois… yo kita makan kritik (eh salah makan kripik bil ngupi) heheheheheee….
[Reply]
kalau udah merasa paling hebat biasanya begitu…
setuju banget.., yg enak makan kritik sambil ngupil…
halaaaahhhh… jadi ikut2an salah… kripik sambil ngupi… wakakakakak…
[Reply]
Alhamdulillah kawan, sebuah kabar yang baik, semoga tidak ada korban berikutnya.
[Reply]
itempoeti Reply:
June 27th, 2009 at 14:25
jangan terlena karena kemenangan semu… karena bukan Prita yang kita perjuangkan, melainkan keadilan itu sendiri…
[Reply]
Mari kita perjuangkan bersama agar hal-hal seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari…
[Reply]
[...] Terkini WANDI thok di Prita Mulyasari Bebas, Setelah… itempoeti di Prita Mulyasari Bebas, Setelah… chikal di Prita Mulyasari Bebas, [...]
jadi, kapan dong yg namanya keadilan benar2 ada dan ditegakkan.
tanpa uang dan kekuasaan.
duuu….hh negeriku, yg didlm negeri blm bisa dibereskan,
gmana dg warga kita yg diluar negeri (TKI misalnya).
oh ya mas, sekalian ijin, boleh ya saya ‘pajang’ linknya di ‘rumah’ ku.
terima kasih.
salam.
[Reply]
kalau pertanyaanya, “kapan?”
maka jawabnya, “ketika budi nurani kemanusiaan sudah bersemayam kembali di sanubari para anak bangsa…”
silakan mbak.., jika ingin di-link… sebuah kehormatan untuk saya… terima kasih…
[Reply]
tidak ada keadilan selain di pengadilan ALLAH SWT
barajakom´s last blog ..How To Make Your Blog Load Faster
[Reply]
mas, aku numpang beken ya mas
barajakom´s last blog ..nowgoogle.com adalah multiple search engine popular
[Reply]