Imperialisme Budaya; Posmo Kolonialisme Imperialisme
Posted by itempoeti on June 19, 2009
Bangsa yang hidup di Bhumi Nuswantara ini adalah bangsa yang besar. Itu dulu, tatkala masih ada nama-nama besar Sriwijaya, Pajajaran, Ternate, Gowa, Kutai dan Majapahit. Tapi kini, ratusan tahun kemudian, setelah nama-nama tersebut tinggal hanya menjadi torehan tinta emas sejarah, bangsa yang sudah menyatu dan berganti nama menjadi Indonesia ini malah mencapai titik nadir terendahnya.
Proses degradasi dan regresi yang terjadi dimulai sejak masuknya budaya asing seiring datangnya bangsa-bangsa asing untuk tinggal menetap di Bhumi Nuswantara. Keramah tamahan dan kehangatan pribumi dalam menyambut tamu-tamu asing berbuah aneksasi dan kolonialisasi. Panji-panji Gold, Glory dan Gospel berkibar di seluruh penjuru Bhumi Nuswantara semata-mata untuk mengeruk kekayaan alam yang berlimpah hingga menimbulkan kerusakan dan kebinasaan di seantero negeri.
Kerusakan yang paling parah justru terjadi pada aspek budaya. Atas nama dakwah dan syi’ar agama, nilai-nilai budaya bangsa distigma sebagai sesuatu yang penuh berhala, musyrik dan biadab sehingga boleh dihancurkan atas nama Tuhan. Tata kehidupan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal menjadi porak poranda dan carut marut. Politik adu domba dan pecah belah yang penuh dengan intrik dan tipu muslihat direkayasa untuk menghasilkan silang sengketa antar anak bangsa sebagai upaya penumpasan terhadap berbagai kemungkinan adanya potensi perlawanan.
Seiring berjalannya waktu, dengan semakin tingginya tingkat kemajuan ilmu pengetahuan, proses dan teknik penghancuran terhadap bangsa ini jauh semakin canggih dan elegan pula. Pilihan-pilihan cara yang opresif dan represif tak lagi digunakan berganti dengan cara-cara yang lebih mengedepankan pendekatan humanitarian. Proses cuci otak dan indoktrinasi melalui rekayasa sosial menjadi pilihan utama untuk bisa membuat bangsa ini tunduk dan takluk dibawah imperialisme budaya bangsa-bangsa asing.
Rekayasa sosial melalui proses cuci otak dan indoktrinasi yang dilakukan dengan melalui sistem kelembagaan formal yang sudah diformat sedemikian rupa untuk menjalankan program-program yang sudah memang dipersiapkan sebelumnya. Lembaga pendidikan dan media massa adalah dua alat yang sangat potensial untuk bisa mencetak manusia-manusia baru Indonesia yang bersikap dan berperilaku sesuai dengan standar spesifikasi yang mereka tentukan.
Lembaga pendidikan bertugas untuk menginstalasi pola dan struktur berpikir dengan dalil dan aksioma rasional yang tertabulasi dalam satuan-satuan logika kuantitatif sebagai pisau analisa yang digunakan dalam melakukan setiap upaya penuntasan masalah.
Sementara media massa bertugas untuk memproduksi tontonan dan hiburan yang mampu menghipnosis alam bawah sadar agar bergaya hidup sebagai penyembah dan penghamba kesenangan duniawi yang berorientasi pada harta, ketenaran dan segala sesuatu yang bersifat kebendaan.
Dari dua lembaga sosial-budaya tersebut lahirlah anak-anak bangsa yang tak lagi mengenal nilai-nilai budaya bangsanya. Maka tak heran jika saat ini bangsa yang pernah mengalami kejayaan dan kegemilangan di masa lalu telah mengalami keterpurukan yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Suka atau tidak, bangsa ini adalah bangsa yang telah kehilangan jati dirinya sebagai sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang begitu bangga menjadi subordinasi dari imperialisme budaya bangsa lain.
Popularity: 18% [?]
- kolonialisme dan imperialisme (17)
- dampak kolonialisme dan imperialisme di indonesia (14)
- kolonialisme dan imperialisme di indonesia (13)
- imperialisme budaya (10)
- pengertian kolonialisme dan imperialisme (9)
- imperialisme dan kolonialisme (9)
- imperialisme dan kolonialisme di indonesia (7)
- artikel tentang imperalisme dan kolonialisme (6)
- pengaruh imperialisme dan kolonialisme di indonesia (5)
- contoh teori imperialisme budaya (5)
Categories: Nasional
Tags: budaya, dakwah, Glory, Gold, Gospel, Gowa, Imperialisme Budaya, indoktrinasi, Kutai, Majapahit, media massa, Nuswantara, opresif, Pajajaran, pendidikan, Politik, represif, Sriwijaya, subordinasi, syi'ar, Ternate







![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)


Comments (80)
endar
June 19th, 2009 at 01:39
Browser
sebagai bangsa yang besar nampaknya sudah menjadi masa lalu, sekarang tinggal kenangan. menjadi tugas kita bersama untuk mengembalikan jati diri bangsa
—————
tugas kita bersama…
mariiiii…
[Reply]
ajengkol
June 19th, 2009 at 02:46
Browser
Lembaga Pendidikan sudah menjadi ajang bisnis dan tidak memikirkan bagaimana memajukan sistemnya sehingga mencetak generasi yang cerdas yang mampu mengatasi persoalan bangsa . . Media menjadi ajang ekploitasi yang kadangkala hanya memanjakan dan menina bobokan
————–
ketika manusia hanya dilihat sebagai kumpulan satuan angka, maka itulah yang terjadi…
[Reply]
illuminationis
June 19th, 2009 at 04:03
Browser
Tapi bro, bukankah adanya bangsa Indonesia itu sendiri adalah hasil imajinasi (imagined community)?
Soal kemunduran kejayaan Asia pada umumnya dan kepulauan di khatulistiwa pada khususnya, kalau ditilik-tilik seperti ada siklus, nanti kelompok sana, lalu gantian di sini yang berkuasa, dst.
Tak ada (hegemoni) yang abadi.
*Jadi ingat lagu Peterpan*
—————
apapun semua berasal dari tiada menjadi ada…
imaji menjadi realita…
ghaib menjadi wujud…
di dunia nyata memang tak ada yang abadi kecuali ketidakabadian itu sendiri…
[Reply]
illuminationis
June 19th, 2009 at 04:06
Browser
wah typo, “…Asia pada umumnya dan kepulauan di khatulistiwa pada khususnya…”
[Reply]
cahsholeh
June 19th, 2009 at 06:19
Browser
Dalam banyak sisi saya melihat sebagai asimilasi, namun lebih banyak yang jelas-jelas mengandung imperialisasi… Sering juga budaya dibawa masuk berkaitan dengan urusan ekonomi… CMIIW
————–
urusan ekonomi cuma kemasan yang berseolah-olah…
sejatinya…
pangan tak lebih dari 3 piring…
sandang tak lebih penutup aurat…
papan tak lebih untuk berteduh…
[Reply]
suwung
June 19th, 2009 at 07:34
Browser
banyak yang merasa dijajah lebih baik dengan pake budaya yang bukan punya kita
—————
merasa lebih baik…
rasa yang mana?
[Reply]
suryaden
June 19th, 2009 at 07:58
Browser
kapitalisme imperialisme itu ternyata modalnya kepalsuan semata…
————–
ketika landasannya adalah materi dan kebendaan…
maka yang ada hanya semu, palsu dan artifisial…
[Reply]
superaman
June 19th, 2009 at 08:28
Browser
sudah saatnya membangunkan kembali jati diri kita yang sejati..
—————
mariiiiii………
[Reply]
ami
June 19th, 2009 at 08:44
Browser
saatnya menghidupkan kembali sebelum benar2 punah
—————
menghidupkan kembali = revitalisasi…
mariiii……
[Reply]
gajah_pesing
June 19th, 2009 at 10:59
Browser
seperti saia saat ini, yang sudah terkikis akan jati diri saia sebagai orang Jawa, hiks..
Kenapa mengucapkan Selamat Ulang Tahun isa di luar kepala tetapi mengucapkan dalam bahasa Jawa harus membuka Sapala dan bertanya kepada emak tercinta..
Kesadaran pada diri ini yang membuat saia malu..
—————
tak perlu malu ketika tersadar…
tapi perlu malu ketika tersadar dan diam tak melakukan apa-apa…
[Reply]
galuharya
June 19th, 2009 at 11:19
Browser
budaya asli indonesia sekarang hanya sebagai penyemarak saat acara2 kemerdekaan kang..gak lebih
—————
budaya=seremoni=kesenian…
seperti sebuah ritual yang sudah kehilangan nilai2 sakralnya…
[Reply]
omagus
June 19th, 2009 at 11:56
Browser
Budaya asli indonesia hanyalah bahan gosip pelajaran sejarah semata. Kebudayaan nuswantara telah mengalami sebuah proses metamorposa yang tak ada ujungnya..
—————
bukan hanya sekedar metamorphosa…
tapi degradasi…
dekadensi…
dan demoralisasi…
[Reply]
KangBoed
June 19th, 2009 at 14:35
Browser
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Hmm.. Saya sangat MENDUKUNG sikap panjenengan bersama.. tetapi bolehkah saya si Botol kosong OON surOON memberikan sedikit pendapat bodohnya… sebenar benarnya menurut saya bukanlah salah A, B, C dan D.. sungguh kita adalah manusia manusia yang terlena korban AKAL PIKIRAN.. LOGIKA dan ANGAN ANGAN yang melambung tinggi… sementara HATI NURANI sudah terjepit dan jauh tertinggal… sehingga semua selalu di tarik menjadi bagian akal pikiran dan Logika.. sampai yang paling PARAH ketika beragamapun mulai memakai LOGIKA.. AKAL PIKIRAN dan ANGAN ANGAN… sebagaimana kita ketahui.. ketika semua masuk dala fikir maka akan timbullah dualitas.. UNTUNG- RUGI… SALAH dan BENAR… BEDA dan SAMA… sementara menurut saya yang masih bodoh ini agama adalah bagiannya RASA… OLAH RASA… daerah yang TIADA BERHURUF dan BERKATA…
Mohon Maaf bukan saya membela… tetapi ini sudah bukan hanya permasalahan Budaya saja… Tetapi telah terjadi kehancuran MORAL bangsa kita… dimana telah Terjadi pergeseran MORAL sedikit demi sedikit.. dan mencapai puncaknya… seolah olah telah menjadi KRISIS MULTI DIMENSI…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/01/krisis-multi-dimensi/
Krisis Multi Dimensi sedang terjadi saat ini… disini..
Krisis Moral yang sungguh dahsyat dan luar biasa
Menimpa semua golongan… atas… tengah… bawah…
Korban fikir.. logika… angan angan dan peradaban
Tertipu tuhan tuhan yang palsu… yaaaa palsuuuuuuu
Keseimbangan alam semesta benar berubah dahsyat
Bumi akan bergetar menelan manusia manusia yang takabur
Air dan angin akan menyapu manusia manusia yang lupa diri
Api akan membakar… sehingga terjadilah emosional tak terkendali
Waspada jika semuanya berkonspirasi bergerak berdendang bersama
Jikalau itu terjadi… dan mungkin saja terjadi…
Kemanakah engkau akan berlindung ???…
TUHAN…. Hahahahahahahaha………….
Sudahkah engkau mengenal TUHAN ???…
Kenal diri sendiri juga TIDAK… boro boro…
mengapa bisa alam semesta kehilangan keseimbangannya… seolah olah mereka menjerit tiada henti hentinya… semu terjadi karena dalam diri manusia mulai terganggu keseimbangannya… dimana banyak manusia yang tiada menyadari hatinya mulai terDIAM dan membisu..
Sungguhlah teramat banyak benda hidup yang bersahabat dengan benda mati… akhirnya matilah ia tanpa sempat beroleh hidup…
Apalah arti sebuah perkataan perkataan suci… kalimat kalimat yang indah dan menawan… teori teori dan filsafat… jika semuanya itu keluar dari sesuatu yang mati… maka sungguh sungguh tiadalah hasilnya… tiadalah guna serta tiadalah manfaatnya….
Apapun yang keluar dari yang mati.. hanyalah ulat dan kutu serta lalat saja yang memakannya… sungguh tiadalah gunanya.. tiadalah manfaatnya.. hanyalah bau busuk bagai bangkai…
Maaf jika pernyataan saya berikutnya mengenai manusia sekarang ini agaklah kasar… yaitu :
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/04/zombie-mayat-hidup/
inilah keadaan kita sekarang ini… berjalan… bergerak… dalam kekosongan jiwa… dalam angan angan yang melambung lambung sebesar balon udara… sedangkan kita mulai melupakan sahabat sejati kita yaitu hati nurani kita sendiri… hmm… yayaya… merekalah Zombie Zombie alias Mayat Mayat Hidup yang bergentayangaaaan…
awaaaaas… berhati hatilah !!!… Zombie Zombie dan Mayat Mayat Hidup sudah menguasai Kota desa dan segala penjuru… JANGAN sampai kita tergigit… dan terkena VIRUS sehingga kita menjadi seperti Mayat Mayat Hidup juga…Banguuun dan Bangkitlah… Mari kita sapa kembali saudara sejati kita sang Hati Nurani… dan mulai melangkah Eling dalam Kesadaran dan Waspada dalam setiap keputusan… selalu berfikir untuk menemukan makna yang tersembunyi… Bangun… bangun… bangun… sapalah hati nurani kita jangan dibiarkan tertidur… mari kawanku… para sahabatku… sebelum terlambat…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/13/bentuk-dan-makna/
Ketika Bentuk dan Makna ini tidak bertemu dengan mesra… tidak bersatunya yang lahir dan yang bathin… maka bahaya terbesar melanda manusia… terbentuklah manusia manusia yang secara lahiriah adalah manusia tetapi bathinnya ENTAHLAH… sudahkah menjadi manusia.. atau bahkan lebih rendah dari binatang binatang yang masih tahu aturan… atau bahkan anjing yang masih setia tidak menggigit tuannya yang memberi makan… atau sejahat jahatnya harimau tidak mungkin memakan anaknya sendiri…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/14/bingung%e2%80%a6/
yayaya… ini merupakan satu contoh yang nyata ketika Bentuk dan Makna… Lahir dan Bathin… Laku dan Esensi.. tidak bergandengan erat dengan mesra… sehingga mereka melakukan pekerjaan yang sia sia belaka… sekedar euforia dan hura hura… memang persoalan ini sangat serius… begitu banyaknya manusia Zombie dan Mayat Mayat Hidup… mereka melupakan Ubudiyah… melupakan memurnikan hati nuraninya..
Entahlah.. mau jadi apa jika semua sudah tidak selaras… apalah arti laku lahiriah tanpa batiniah bergandengan dengan mesra… semua hanya omong kosong belaka…
Seperti sudah dibicarakan dalam SARESEHAN pertama di tempatnya ki Ngabehi.. yang menghasilkan tiga keputusan yang intinya :
1. Mengembalikan keseimbangan dalam DIRI
2. Memulihkan Keseimbangan Alam Semesta
3. Masuklah dalam Ketenangan Jiwa.. Jiwa Jiwa yang Tenang sebagai pembuka pintu ketuhanan…
minimal untuk kita yang berkumpul disana… ki Sabda Langit… Mas Pengembara Jiwa.. ki Ngabehi… ki Siliwangi.. mas Sohirin sebagai sesepuh yang hadir…
http://ngajitauhid.wordpress.com/2009/04/06/204/
dan rencananya akan dilanjutkan dengan saresehan berikutnya.. waktu dan tempatnya belum ditentukan entah di Bandung, Bogor atau entah di mana.. menunggu para sesepuh berdiskusi…
http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/
Begitulah adanya pendapat si Botol Kosong OON surOON yang banyak omong kosong ini kiranya dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan serta pemikiran para Pini Sepuh yang berkumpul disini… mengenai pentingnya gerakan PEMURNIAN dan membangkitkan kembali HATI NURANI… sebagai sarana Menyembah ALLAH (UBUDIYAH)… dan menjadikan MANUSIA SEUTUHNYA MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN…
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Salam Hormat dan Taklim
Salam SEJATINE MANUNGSO
[Reply]
KangBoed
June 19th, 2009 at 14:41
Browser
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Hmm.. Saya sangat MENDUKUNG sikap panjenengan bersama.. tetapi bolehkah saya si Botol kosong OON surOON memberikan sedikit pendapat bodohnya… sebenar benarnya menurut saya bukanlah salah A, B, C dan D.. sungguh kita adalah manusia manusia yang terlena korban AKAL PIKIRAN.. LOGIKA dan ANGAN ANGAN yang melambung tinggi… sementara HATI NURANI sudah terjepit dan jauh tertinggal… sehingga semua selalu di tarik menjadi bagian akal pikiran dan Logika.. sampai yang paling PARAH ketika beragamapun mulai memakai LOGIKA.. AKAL PIKIRAN dan ANGAN ANGAN… sebagaimana kita ketahui.. ketika semua masuk dala fikir maka akan timbullah dualitas.. UNTUNG- RUGI… SALAH dan BENAR… BEDA dan SAMA… sementara menurut saya yang masih bodoh ini agama adalah bagiannya RASA… OLAH RASA… daerah yang TIADA BERHURUF dan BERKATA…
Mohon Maaf bukan saya membela… tetapi ini sudah bukan hanya permasalahan Budaya saja… Tetapi telah terjadi kehancuran MORAL bangsa kita… dimana telah Terjadi pergeseran MORAL sedikit demi sedikit.. dan mencapai puncaknya… seolah olah telah menjadi KRISIS MULTI DIMENSI…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/01/krisis-multi-dimensi/
Krisis Multi Dimensi sedang terjadi saat ini… disini..
Krisis Moral yang sungguh dahsyat dan luar biasa
Menimpa semua golongan… atas… tengah… bawah…
Korban fikir.. logika… angan angan dan peradaban
Tertipu tuhan tuhan yang palsu… yaaaa palsuuuuuuu
Keseimbangan alam semesta benar berubah dahsyat
Bumi akan bergetar menelan manusia manusia yang takabur
Air dan angin akan menyapu manusia manusia yang lupa diri
Api akan membakar… sehingga terjadilah emosional tak terkendali
Waspada jika semuanya berkonspirasi bergerak berdendang bersama
Jikalau itu terjadi… dan mungkin saja terjadi…
Kemanakah engkau akan berlindung ???…
TUHAN…. Hahahahahahahaha………….
Sudahkah engkau mengenal TUHAN ???…
Kenal diri sendiri juga TIDAK… boro boro…
mengapa bisa alam semesta kehilangan keseimbangannya… seolah olah mereka menjerit tiada henti hentinya… semu terjadi karena dalam diri manusia mulai terganggu keseimbangannya… dimana banyak manusia yang tiada menyadari hatinya mulai terDIAM dan membisu..
Sungguhlah teramat banyak benda hidup yang bersahabat dengan benda mati… akhirnya matilah ia tanpa sempat beroleh hidup…
Apalah arti sebuah perkataan perkataan suci… kalimat kalimat yang indah dan menawan… teori teori dan filsafat… jika semuanya itu keluar dari sesuatu yang mati… maka sungguh sungguh tiadalah hasilnya… tiadalah guna serta tiadalah manfaatnya….
Apapun yang keluar dari yang mati.. hanyalah ulat dan kutu serta lalat saja yang memakannya… sungguh tiadalah gunanya.. tiadalah manfaatnya.. hanyalah bau busuk bagai bangkai…
—————
hanya satu krisis…
krisis kemanusiaan…
[Reply]
KangBoed
June 19th, 2009 at 14:42
Browser
Maaf jika pernyataan saya berikutnya mengenai manusia sekarang ini agaklah kasar… yaitu :
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/04/zombie-mayat-hidup/
inilah keadaan kita sekarang ini… berjalan… bergerak… dalam kekosongan jiwa… dalam angan angan yang melambung lambung sebesar balon udara… sedangkan kita mulai melupakan sahabat sejati kita yaitu hati nurani kita sendiri… hmm… yayaya… merekalah Zombie Zombie alias Mayat Mayat Hidup yang bergentayangaaaan…
awaaaaas… berhati hatilah !!!… Zombie Zombie dan Mayat Mayat Hidup sudah menguasai Kota desa dan segala penjuru… JANGAN sampai kita tergigit… dan terkena VIRUS sehingga kita menjadi seperti Mayat Mayat Hidup juga…Banguuun dan Bangkitlah… Mari kita sapa kembali saudara sejati kita sang Hati Nurani… dan mulai melangkah Eling dalam Kesadaran dan Waspada dalam setiap keputusan… selalu berfikir untuk menemukan makna yang tersembunyi… Bangun… bangun… bangun… sapalah hati nurani kita jangan dibiarkan tertidur… mari kawanku… para sahabatku… sebelum terlambat…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/13/bentuk-dan-makna/
Ketika Bentuk dan Makna ini tidak bertemu dengan mesra… tidak bersatunya yang lahir dan yang bathin… maka bahaya terbesar melanda manusia… terbentuklah manusia manusia yang secara lahiriah adalah manusia tetapi bathinnya ENTAHLAH… sudahkah menjadi manusia.. atau bahkan lebih rendah dari binatang binatang yang masih tahu aturan… atau bahkan anjing yang masih setia tidak menggigit tuannya yang memberi makan… atau sejahat jahatnya harimau tidak mungkin memakan anaknya sendiri…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/14/bingung%e2%80%a6/
yayaya… ini merupakan satu contoh yang nyata ketika Bentuk dan Makna… Lahir dan Bathin… Laku dan Esensi.. tidak bergandengan erat dengan mesra… sehingga mereka melakukan pekerjaan yang sia sia belaka… sekedar euforia dan hura hura… memang persoalan ini sangat serius… begitu banyaknya manusia Zombie dan Mayat Mayat Hidup… mereka melupakan Ubudiyah… melupakan memurnikan hati nuraninya..
Entahlah.. mau jadi apa jika semua sudah tidak selaras… apalah arti laku lahiriah tanpa batiniah bergandengan dengan mesra… semua hanya omong kosong belaka…
Seperti sudah dibicarakan dalam SARESEHAN pertama di tempatnya ki Ngabehi.. yang menghasilkan tiga keputusan yang intinya :
1. Mengembalikan keseimbangan dalam DIRI
2. Memulihkan Keseimbangan Alam Semesta
3. Masuklah dalam Ketenangan Jiwa.. Jiwa Jiwa yang Tenang sebagai pembuka pintu ketuhanan…
minimal untuk kita yang berkumpul disana… ki Sabda Langit… Mas Pengembara Jiwa.. ki Ngabehi… ki Siliwangi.. mas Sohirin sebagai sesepuh yang hadir…
http://ngajitauhid.wordpress.com/2009/04/06/204/
dan rencananya akan dilanjutkan dengan saresehan berikutnya.. waktu dan tempatnya belum ditentukan entah di Bandung, Bogor atau entah di mana.. menunggu para sesepuh berdiskusi…
http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/
Begitulah adanya pendapat si Botol Kosong OON surOON yang banyak omong kosong ini kiranya dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan serta pemikiran para Pini Sepuh yang berkumpul disini… mengenai pentingnya gerakan PEMURNIAN dan membangkitkan kembali HATI NURANI… sebagai sarana Menyembah ALLAH (UBUDIYAH)… dan menjadikan MANUSIA SEUTUHNYA MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN…
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Salam Hormat dan Taklim
Salam SEJATINE MANUNGSO
[Reply]
agus
June 20th, 2009 at 12:23
Browser
mungkin ada kalanya kita harus mengakui bahwa sebenarnya kita mengingkari fitrah diri kita, hati nurani kita.
Saya sendiri sadar terkadang saya sendiri tidak jujur kepada diri sendiri yang meyebabkan saya lupa diri. bahkan tidak mengenal diri sendiri.
Membiarkan hati nurani mati, dan semata hanya menuruti keinginan nafsu yang kadang mudah di pengaruhi oleh hal-hal di sekitar kita yang oleh fitrah hati kita menolaknya.
Budaya dan tata cara yang di benamkan oleh nenek moyang kita seakan sirna.
—————
kembali pada jati diri bangsa… kesejatian diri…
[Reply]
Neng Aia
June 20th, 2009 at 12:42
Browser
aduh, maaf ya om aku ga bisa berkecimpung dalam postinganmu kali ini,, otakku lagi redup bgt ga bisa mikir.. kesini cuma mau nyapa dowank,, sambil nanya kabar..
KUMAHA DARAMANG????
————–
pangestu…
hatur nuhun tos mampir…
[Reply]
KangBoed
June 20th, 2009 at 14:46
Browser
Maaf jika pernyataan saya berikutnya mengenai manusia sekarang ini agaklah kasar… yaitu :
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/04/zombie-mayat-hidup/
inilah keadaan kita sekarang ini… berjalan… bergerak… dalam kekosongan jiwa… dalam angan angan yang melambung lambung sebesar balon udara… sedangkan kita mulai melupakan sahabat sejati kita yaitu hati nurani kita sendiri… hmm… yayaya… merekalah Zombie Zombie alias Mayat Mayat Hidup yang bergentayangaaaan…
awaaaaas… berhati hatilah !!!… Zombie Zombie dan Mayat Mayat Hidup sudah menguasai Kota desa dan segala penjuru… JANGAN sampai kita tergigit… dan terkena VIRUS sehingga kita menjadi seperti Mayat Mayat Hidup juga…Banguuun dan Bangkitlah… Mari kita sapa kembali saudara sejati kita sang Hati Nurani… dan mulai melangkah Eling dalam Kesadaran dan Waspada dalam setiap keputusan… selalu berfikir untuk menemukan makna yang tersembunyi… Bangun… bangun… bangun… sapalah hati nurani kita jangan dibiarkan tertidur… mari kawanku… para sahabatku… sebelum terlambat…
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/13/bentuk-dan-makna/
Ketika Bentuk dan Makna ini tidak bertemu dengan mesra… tidak bersatunya yang lahir dan yang bathin… maka bahaya terbesar melanda manusia… terbentuklah manusia manusia yang secara lahiriah adalah manusia tetapi bathinnya ENTAHLAH… sudahkah menjadi manusia.. atau bahkan lebih rendah dari binatang binatang yang masih tahu aturan… atau bahkan anjing yang masih setia tidak menggigit tuannya yang memberi makan… atau sejahat jahatnya harimau tidak mungkin memakan anaknya sendiri…
————–
mengaji…
tak hanya kitab kering…
tapi juga kitab basah…
mengaji diri…
[Reply]
KangBoed
June 20th, 2009 at 14:47
Browser
http://kangboed.wordpress.com/2009/06/14/bingung%e2%80%a6/
yayaya… ini merupakan satu contoh yang nyata ketika Bentuk dan Makna… Lahir dan Bathin… Laku dan Esensi.. tidak bergandengan erat dengan mesra… sehingga mereka melakukan pekerjaan yang sia sia belaka… sekedar euforia dan hura hura… memang persoalan ini sangat serius… begitu banyaknya manusia Zombie dan Mayat Mayat Hidup… mereka melupakan Ubudiyah… melupakan memurnikan hati nuraninya..
Entahlah.. mau jadi apa jika semua sudah tidak selaras… apalah arti laku lahiriah tanpa batiniah bergandengan dengan mesra… semua hanya omong kosong belaka…
Seperti sudah dibicarakan dalam SARESEHAN pertama di tempatnya ki Ngabehi.. yang menghasilkan tiga keputusan yang intinya :
1. Mengembalikan keseimbangan dalam DIRI
2. Memulihkan Keseimbangan Alam Semesta
3. Masuklah dalam Ketenangan Jiwa.. Jiwa Jiwa yang Tenang sebagai pembuka pintu ketuhanan…
minimal untuk kita yang berkumpul disana… ki Sabda Langit… Mas Pengembara Jiwa.. ki Ngabehi… ki Siliwangi.. mas Sohirin sebagai sesepuh yang hadir…
http://ngajitauhid.wordpress.com/2009/04/06/204/
dan rencananya akan dilanjutkan dengan saresehan berikutnya.. waktu dan tempatnya belum ditentukan entah di Bandung, Bogor atau entah di mana.. menunggu para sesepuh berdiskusi…
http://kangboed.wordpress.com/2009/05/10/indahnya-persahabatan/
Begitulah adanya pendapat si Botol Kosong OON surOON yang banyak omong kosong ini kiranya dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan serta pemikiran para Pini Sepuh yang berkumpul disini… mengenai pentingnya gerakan PEMURNIAN dan membangkitkan kembali HATI NURANI… sebagai sarana Menyembah ALLAH (UBUDIYAH)… dan menjadikan MANUSIA SEUTUHNYA MELIPUTI LAHIR DAN BATHIN…
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Salam Hormat dan Taklim
Salam SEJATINE MANUNGSO
————–
botol kosong…
kosong tapi isi…
isi tapi kosong…
kosong apa?
isi apa?
[Reply]
xitalho
June 20th, 2009 at 16:13
Browser
Kadang-kadang nikmat sekali laku “topo ngrame”.
tapi di jaman yang semakin carut-marut ini.. ada baiknya barang sejenak mengkontemplasi diri, walopun togh suara kita tetap lantang menyindir .. mengkoreksi … mereview jaman setidaknya kita bukan termasuk mereka yang memperparah masalah….
—————
nikmat tapi juga sekeligus yang terberat…
kontemplasi-aksi-evaluasi-refleksi siklus yang harus dijalani agar senantiasa ikhdinnas shirataal mustaqim, ditunjuki mana jalan yang lurus.
[Reply]
senoaji
June 21st, 2009 at 15:33
Browser
WAKAKAKAKAKAKK!!! semoga jangan sampe menjadi generasi tompo mentahe! apa-apa ditelan apa-apa dikunyah! kemudian ikut dalam banjir pembodohan.
(thinking) iki kapan postinge yooo??? hmmm
—————
postingnya pas di gunung kelir… diiringi oleh suara traktor dalam ruangan 3×3 meter… (doh)
generasi yang pinter tidak, bodoh juga tidak… wakakakakak…
[Reply]
KangBoed
June 21st, 2009 at 17:21
Browser
Waaaah.. kok nyang gilang jadi muncul hehehe.. mas itempoeti.. di edit yaaaaa… habis kemaren di telan spam yaaaaaa..
Salam Sayang
—————
Mungkin karena banyak menyelipkan back link oleh akismetnya dianggap spam… hehehehehe…
[Reply]
yang-kung
June 22nd, 2009 at 04:12
Browser
yah kita terbius oleh alam negeri yang serba ada “[negari ingkang gemah ripah loh jinawi]” dan pujian2 yang men-dayu2 “[orang bilang tanah kita tanah sorga,bukan lautan tapi kolam susu,kail dan jala cukup menghidupimu]” Akibatnya tidak mau bekerja keras,toh semuanya sudah ada.SEMANGAT KEBANGKITAN MEMBELA NEGERI INI MATI.
yah negeri ini membutuhkan pemimpin yang cerdas,jujur,pemberani,mempunyai wawasan kedepan dan loyal terhadap nilai2 budaya bangsa.
salam rahayu.
————–
masyarakat kita adalah masyarakat pekerja keras… mungkin filosofi kerja yang tidak nggege mongso, sak dermo sak madyo itu yang process oriented membuat mereka nampak malas tidak mau berkerja keras dalam ukuran perspektif barat yang result oriented.
saya setuju bahwa kita membutuhkan pemimpin yang berpijak pada kearifan nilai2 budaya bangsa sehingga mampu memunculkan jati diri bangsa.
[Reply]
kopral cepot
June 22nd, 2009 at 07:54
Browser
Bukankah Imperialisme Budaya adalah puncak segala imperialisme? karena penjajahan budaya adalah penjajahan jiwa … dan hanya satu yang mampu melawan imperialisme budaya yaitu Revolusi Budaya…
Bumi ini sudah lama merindu kan Revolusi ..
Salam Abad dua satu untuk ummat bersatu ..
—————
Nampaknya sulit bagi saya untuk tidak bersetuju dengan REVOLUSI BUDAYA…
[Reply]
boyin
June 22nd, 2009 at 08:46
Browser
budaya indonesia biasanya akan lebih terasa jika kita malah di negeri rantau…tapi di kampung saya budaya dan adat masih sangat kental lho..
—————
setuju banget tuuuchhh… ketika kita di negeri rantau justru muncul kerinduan akan budaya negeri sendiri…
saya bersyukur jika masih ada entitas2 masyarakat yang masih menjunjung tinggi kearifan lokal seperti yang ada di kampung mas Boy…
[Reply]
gede gunaksa
June 22nd, 2009 at 14:42
Browser
budaya adalah merupakan tingkal laku seorang maupun sekelompok orang.
—————
ooooo… gitu yaaa…
[Reply]
Pradna
June 22nd, 2009 at 17:52
Browser
wah abot.. *ra nyandak*
pokoke, mulai dari diri sendiri… sperti mematuhi bangjo (traffic light)
gak melanggar bangjo padahal ada kesempatan susah lho… apalagi pas tanggung, padahal lampu dah merah
ini masuk budaya yg diomongkan diatas nggak sih
————–
kalau itu soal kedisiplinan dan pengendalian diri…
[Reply]
KangBoed
June 22nd, 2009 at 18:14
Browser
hehehe.. panjangnya melebihi postingan yaaaaa…
dah di baca emailnya
Salam Sayang
—————
siiiipppp… Kang…
[Reply]
suryaden
June 22nd, 2009 at 19:13
Browser
tanpa terasa memang kita sedang mengalami orde penjinakan melalui pendidikan dan rekayasa sosial yang aneh…
—————
bukan hanya penjinakan… tapi lebih dari itu…, penyeragaman budaya…
[Reply]
kawanlama95
June 23rd, 2009 at 02:00
Browser
kalo gitu, ya udah ga usah punya TV , ga usah baca koran , ya biar ga terperosok gitu . selamat malam . salam hangat
—————
kalau perlu… itu cuma soal pilihan cara… salam hangat juga…
[Reply]
grubik
June 23rd, 2009 at 13:30
Browser
sebenernya tak jadi masalah dari manapun asal budaya, asal kita menggunakan nurani untuk mengembangkannya…
permasalahannya adalah penggunaan nurani di dunia dengan orientasi materi seperti ini emang baru dalam mimpi indah sebagian orang…
————–
memang hanya mimpi bagi sebagian orang yang ingin melihat budaya sebagai produk kemanusiaan untuk memanusiakan manusia…
[Reply]
KangBoed
June 23rd, 2009 at 14:44
Browser
naaaaaaaaaah satuju pisan kaaa mas Grubik… tapi HATI NURANInya kamananya… waaaaaaaaaaah… digondol ucing… Hati Nurani adalah suara dari SAUDARA SEJATI kita… itulah sebenar benarnya JATI DIRI MANUSIA… maka ketika manusia kehilangan JATI DIRINYA… maka seluruh binatang mentertawakan dengan pepatah lucu untuk belajar kepada mereka…
Salam Sayang
—————
yaaa…, matinya budi nurani kemanusiaan yang terbunuh oleh pemujaan keduniawian…
[Reply]
cebong ipiet
June 23rd, 2009 at 18:05
Browser
trus pengenmu piye jal?
diriku ndak pernah belajar budaya kang
mung diajari toto kromo soko wong tuwo…
—————
menjalankan apa yang sudah diajarkan oleh orang tua tentang toto kromo itu pun sudah cukup sebagai upaya untuk memelihara budaya kita…
[Reply]
Sawali Tuhusetya
June 23rd, 2009 at 18:41
Browser
wow … tulisan yang keren dg analisis yang tajam, mas itempoeti. degradasi nilai itu memang sudah amat parah. gerusan budaya asing demikian derasnya sehingga nilai2 kearifan lokal nyaris tanpa sisa. ketika reformasi di negeri ini menggelinding, ada satu hal yang tak tersentuh, yakni reformasi kultural. akibatnya, reformasi tak lebih hanya sebuah perubahan tanpa sentuhan budaya, hingga melahirkan kecongkakan dan mau menang2an.
—————
reformasi struktural tanpa revitalisasi kultural, seperti halnya mengganti papan tulis dengan white board dan kapur tulis dengan spidol board maker. tapi sementara itu gurunya tidak sejahtera, dan kurikulumnya carut-marut…
[Reply]
thevemo
June 24th, 2009 at 01:33
Browser
Kalo kita selalu mengenang masa kejaaan Nusantara dan terlelap, kita akan semakin tenggelam… Kita harus bersama membangun Puing puing kejaan itu menjadi kejayaan yang baru…
Kita bisa.
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 01:35
Browser
waktu tak surut ke belakang.
kejayaan masa lalu harusnya menjadi kaca benggala untuk melihat bagaimana seharusnya masa depan.
senang hati ini ‘mendengar’.., “Kita harus bersama membangun Puing puing kerajaan itu menjadi kejayaan yang baru… Kita bisa.”
[Reply]
geRrilyawan
June 24th, 2009 at 07:08
Browser
edaann…KangBoed komennya, jadi panjang ini halamannya
saya lihat ya mas…kejayaan bangsa ini dulu itu oleh kita sekarang ini selalu dikenang. dibanga-banggakan malah. apa ini yang dimaksud tenggelam oleh masa lalu?
sepertinya kita tahu betul kalau kita pernah jaya dan besar, tapi nggak tahu apa yang menyebabkan bangsa ini dulu bisa begitu…apalagi mempertahankannya.
apa mungkin karena kita nggak tahu betul budaya kita seperti apa? tak kenal maka tak sayang, nggak ada rasa memiliki lagi. sehingga dengan mudahnya pengaruh-pengaruh baru masuk…
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 07:10
Browser
setuju… kita tahu bahwa kita pernah menjadi bangsa yang jaya dan besar, tapi tidak tahu mengapa kita bisa menjadi besar.
banyak pihak diluar kita yang tidak ingin kita bangkit dan menjadi besar seperti dulu. oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan agar kita lupa akan kesejatian kita yang justru menjadi kunci kebesaran bangsa ini.
ada rekayasa sosial yang by design dilakukan untuk memarginalkan bangsa ini.
kita miskin bukan karena kita bodoh, namun kita miskin karena di miskinkan oleh sebuah sistem yang dibuat untuk memperkaya segelintir orang.
[Reply]
KangBoed
June 24th, 2009 at 13:30
Browser
hahaha.. jadi malu.. pertamanya ditangkap tuh sama bapak satpam.. eee.. sekarang dikeluarin semua.. hihihi..
Salam Sayang
*kita perang gerilya*.. kabuuuuur…
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 13:31
Browser
gak tahu tuch Kang… satpamnya kok rajin banget… padahal dah sering kesini tapi kok masih gak kenal aja… hehehehehe…
[Reply]
novi
June 24th, 2009 at 15:30
Browser
mengingatkan puisi salah satu budayawan berjudul “Kemana anak-anak itu”..
dan menohok sekali apa yang pernah saya baca pada kaos cakcuk. gak salah bunyinya :
“Kalau lebih bangga dengan Che Guevara , atau lebih gaul dengan Capoeira, Reog diambil manusia kenapa marah”
[Reply]
novi
June 24th, 2009 at 15:32
Browser
ralat diatas:
harusnya malaysia bukan manusia. jadi… Reog diambil Malaysia kenapa marah”
minta tolong dibenerin ya
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 15:35
Browser
ironis yaaa…
sama ceritanya dengan seorang yang sedang mabok menenggak whiskey, tiba-tiba ngamuk berangkat berjihad karena mendengar ada al Quran dibakar….
[Reply]
~noe~
June 24th, 2009 at 16:18
Browser
@kangboed
gileee benerrr kangboed memborbardir komen…
ckckck…
ternyata gara2 terperangkap pak satpam to
back to topic :
istilah baru lagi nih, om mah
imperialisme budaya.
biasanya segala sesuatu berangkat dari budaya. termasuk imperialisme sendiri. dengan kata lain imperialisme adalah salah satu bentuk budaya. jadi ini adalah penjajahan budaya satu terhadap budaya lainnya. begitu barangkali ya.
dulu pada saat kita ‘punya’ pancasila, dari penataran sudah dijelaskan bahwa budaya asing boleh masuk namun tetap harus dengan filter yang sesuai dengan nilai2 luhur bangsa.
ada dua kemungkinan di sini :
1. tulisan ini bullshit, karena kita sudah punya filter2 nilai luhur pancasila, sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya yang masuk masih sesuai dengan budaya kita.
2. justru filter2 itu sudah tidak ada, atau dengan kata lain pancasila sudah tidak ada di hati dua lembaga pembangun jiwa generasi tsb. itulah kenapa di atas aku tulis ‘punya’ pake tanda kutip. jika memang filter2 budaya kita tidak ada, maka salutku untuk tulisan ini yang mengingatkan kita kembali untuk minimal mengenang budaya asli kita.
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 16:20
Browser
tak cukup hanya dengan dikenang, karena memang bukan kenangan semata…
tapi harus direvitalisasi agar kita bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali pada track kejayaan dan kebesaran bangsa.
[Reply]
Abdul Cholik
June 24th, 2009 at 18:04
Browser
-Saya juga kehilangan acara Ludruk Suroboyo,Ketoprak,dll.Yang ada sinetron,film saja di TV.
-Ludruk atau Ketoprak yang main di gedung juga dah jarang karena sepi penonton.Kaum muda juga jarang yang mau nonton acara budaya kita sih.
-Blognya mantap mas,maju terus.
-Salam kenal dari arek Suroboyo
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 18:05
Browser
Yak opo cak kabare peno?
Suwun wis mampir nok kene…
[Reply]
Eka Situmorang-Sir
June 24th, 2009 at 18:58
Browser
Pertama :
Iki kenapa kangboed komen e uakeh men neng kene yoooo
Kedua :
Kerusakan yang paling parah justru terjadi pada aspek budaya. Atas nama dakwah dan syi’ar agama, nilai-nilai budaya bangsa distigma sebagai sesuatu yang penuh berhala, musyrik dan biadab sehingga boleh dihancurkan atas nama Tuhan. Tata kehidupan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal menjadi porak poranda dan carut marut. Politik adu domba dan pecah belah yang penuh dengan intrik dan tipu muslihat direkayasa untuk menghasilkan silang sengketa antar anak bangsa sebagai upaya penumpasan terhadap berbagai kemungkinan adanya potensi perlawanan.
SETUJU
Ketiga :
Pak ada blog satu lagi kan? saya ini suka kesaru lhooo jadinya
[Reply]
itempoeti
June 24th, 2009 at 18:59
Browser
ada kecelakaan kecil dengan komennya kangBoed gara2 dianggap spam. hehehehehe… kalau sering main kesini atau ke yang satu lagi, pasti gak kesaru lagi… wakakakak…
[Reply]
sof
June 25th, 2009 at 11:21
Browser
tulisan yg menarik, sgt setuju dgn pendapat anda
[Reply]
itempoeti
June 25th, 2009 at 11:22
Browser
terima kasih
[Reply]
Fietria
June 25th, 2009 at 11:38
Browser
@Kangboed
hehehe ketemu lagi………ahhhhhhhhhh sepertinya semua blog sudah habis dijajah oleh dirimu!
[Reply]
itempoeti
June 25th, 2009 at 11:39
Browser
tak ada yang tersisa… semua dijelajah habis sama kangBoed… jiyakakakak…
[Reply]
KangBoed
June 25th, 2009 at 14:12
Browser
Hehehehe.. pokoknya siapapun YANG MENDUKUNG KEBANGKITAN JATI DIRI MANUSIA seutuhnya pasti saya DUKUNG… membentuk kebersamaan dalam CINTA DAN KASIH SAYANG.. dukunge puoooolllll..
Salam Sayang
[Reply]
itempoeti
June 25th, 2009 at 14:13
Browser
jadi saya didukung gak sama kangBoed? hihihihihihi…
[Reply]
lelaki aneh
June 25th, 2009 at 17:57
Browser
kemaren daku baru saja datanga ke acara perkumpulan orang2 tiong hoa, di istora senayan. yang kebetulan acara itu akan dihadiri oleh SBY, dan ketika gue lewat di lorong2 bawah, tampaklah anak2 muda dengan berbagai atribut kedaerahan dan berbagai tetek bengek tari2an traditional. ada satu sudut hati yang bangga, karena mereka mau berbalut kesenian traditional, tapi juga miris, sebatas itu saja kah mereka mempertontonkan kebudayaan indonesia yang beragam. jadi inget temen2 gue yang ada di liga tari indonesia, yang kerap ikutan pertukaran budaya ke eropa, dan betapa sulit mereka mendapatkan sponsor untuk perjalan mereka kesana, padahal mereka membawa nama indonesia. tapi membiarkan KORUPSI merajalela dinegara ini.
[Reply]
itempoeti
June 25th, 2009 at 17:59
Browser
hati memang jadi miris ketika kita masuk ke wilayah kesenian tradisional kita. seniman2 tradisional kita harus mengais-ngais untuk bisa menjaga warisan kesenian budaya negeri ini. sementara untuk acara prompt nite pesta kelulusan SMA di hotel2 bintang 5, ada yg bisa menghabiskan uang ratusan juta rupiah.
[Reply]
chikal
June 25th, 2009 at 18:26
Browser
hasibuu qobla antuhasabuu
semoga kita bisa terhindar dari yang buruk ya om? Amiin
[Reply]
itempoeti
June 25th, 2009 at 18:27
Browser
semoga… amien…
[Reply]
SQ
June 26th, 2009 at 15:03
Browser
ya..ya. Bangsa yang lupa pada sejarah, budaya, pahlawannya ialah bangsa yang memprihatinkan. Sama seperti bangsa atau individu yang bahkan tidak mampu menghargai dirinya sendiri dan kehilangan jati (inti) dari diri.
Saatnya sadar dan bangun, tapi mampukah? sementara
imperialisme asing makin menggila. Menurut saya, bisa! selama kita punya tekad turnaround sekarang juga. Benahi dan mari bangun negeri ini perlahan-lahan.
“Tak peduli sejauh mana kau salah melangkah – putar arah sekarang juga” (Rhenald Kasali _Change/ReCode Change Your DNA)
(
[Reply]
itempoeti
June 26th, 2009 at 15:04
Browser
senang mendengar optimisme yang demikian tinggi. semoga optimisme yang seperti ini juga dimiliki oleh semua anak negeri ini…
[Reply]
Ersis Warmansyah Abbas
June 26th, 2009 at 22:33
Browser
Ketika suatu bangsa berbudaya gathering bukan pructin tidak mekar invention … begitulah jadinya … kebudayaan mengalami involusi
[Reply]
itempoeti
June 26th, 2009 at 22:35
Browser
pructin…, atau tidak mekar invention yg menjadi penyebab involusi???
[Reply]
Stop Dreaming Start Action
June 27th, 2009 at 10:11
Browser
Iya benar tegnologi pengetahuan memang berkembang sangat cepat dan canggih, tapi tegnologi penghancuran juga mengikuti!
[Reply]
itempoeti
June 27th, 2009 at 10:15
Browser
setuju!!! seperti sekeping uang dengan dua sisi yang berbeda…
[Reply]
celetukansegar
June 30th, 2009 at 16:07
Browser
Dulu Nusantara dikuasai asing yang punya semangat 3G (Gold, Glory, Gospel), sekarang dalam era modern, mereka tetap saja ingin menguasai dengan semangat GOD (Gas, Oil Diamond).
[Reply]
itempoeti
June 30th, 2009 at 16:11
Browser
kereeeennn tuch istilahnya… cocok dengan fakta yang ada… two thumbs up!!!
[Reply]
dbo911
July 6th, 2009 at 00:28
Browser
Satu-satunya cara untuk bangkit dari cengkeraman imperialisme ini, mempertautkan keping2 TRIWIKRAMA-BUDAYA menjadi Untaian Mata-Rantai Mosaik 333TRIWIKRAMA-BUDAYA NKRI(Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia)…..
[Reply]
itempoeti
July 6th, 2009 at 00:40
Browser
TRiWIKRAMA…
Sekalipun bangkit melawan kezaliman dan penindasan, TRIWIKRAMA adalah perubahan wujud atas dasar kemurkaan.
Bukankah perlawanan diam adalah yang sebaik-baiknya…
Diamnya gerak…
Geraknya diam…
Tak terlihat…
Namun terasa sampai kedalam lubuknya budi nurani…
[Reply]
dbo911
July 6th, 2009 at 07:31
Browser
TRIWIKRAMA…..TIGA-BERAKUMULASI…TIGA-BERPADU… bola api membentur bumi… bumi bergetarrr… tsunami mengakhiri… diaaammmmm…
[Reply]
itempoeti
July 6th, 2009 at 07:46
Browser
yang awal adalah akhir…
yang akhir adalah awal…
yang mengawali itu pula yang mengakhiri…
yang mengakhiri itu pula yang mengawali…
[Reply]
sikapsamin
July 6th, 2009 at 08:34
Browser
Yth. ItemPoeti,
Salam Kenal…Salam Seduluran ing Sejatining Sedulur…
Imperialisme..Kolonialisme..
Kabeh sedulur Samin wis wareg bab iki…
Banget panarimaku marang blog iki…
Artine tambah Sedulur Tunggal-Sikep ing Bhumi NKRI….
Bakuh-Kukuh-Utuh Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia…..
Samin adalah Sikap
[Reply]
itempoeti
July 6th, 2009 at 08:40
Browser
Salam kenal juga…
Salam seduluran…
Senang saget ngangsu kaweruh marang panjenengan…
Mugi cita-cita poro pepunden lan leluhur saget diwujudaken…
[Reply]
sumego
July 6th, 2009 at 19:57
Browser
Salam Kenal Seduluran Mas itempoeti
Tulisan yang begitu kritis, trigger bagi yang mau mengerti…, sampah bagi yang dininabobokan… begitu kali ya MAs…
[Reply]
itempoeti
July 6th, 2009 at 20:15
Browser
sugeng rawuh mas Sumego…
hanya mencoba untuk sedikit melepas keprihatinan atas situasi dan kondisi yang ada…
tapi jika itu bisa punya arti bagi yang membaca, untuk saya itu bonus yang luar biasa…
matur sembah nuwun atas rawuhipun dan komentarnya…
[Reply]
Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan Revitalisasi Nilai-nilai Budaya | Nuswantara
July 14th, 2009 at 20:33
[...] Berkepribadian di bidang budaya. [...]
Hilangnya Jati Diri Manusia « kangBoed…
July 17th, 2009 at 00:35
[...] Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]
Windows Imperialism « itempoeti
July 20th, 2009 at 17:59
[...] yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog [...]
kangBoed » Hilangnya Jati Diri Manusia
August 30th, 2009 at 17:03
[...] Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]
Denni Pinontoan
January 10th, 2010 at 16:46
Browser
Imprealisme bukan cuma dari yang kita anggap budaya asing, tapi dari satu budaya pada budaya lain di nusantara ini. Pernah kah kita sadar bahwa NKRI memakai logika Majapahit yang ekspansif itu????
salam,
[Reply]
Leave a reply