Imperialisme Budaya; Posmo Kolonialisme Imperialisme

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Sabtu 4 September 2010
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya

    Translate to:

Edition

Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

My BlogCatalog BlogRank
Add to favourite links

Indonesia TOP
blogarama - the blog directory
My Zimbio
Politics Blogs
Politics blogs
Politics
The Ubuntu Counter Project - user number # 28134
Add to Google Reader or Homepage

Valid CSS!
[Valid RSS]

Imperialisme Budaya; Posmo Kolonialisme Imperialisme

imperialismeBangsa yang hidup di Bhumi Nuswantara ini adalah bangsa yang besar. Itu dulu, tatkala masih ada nama-nama besar Sriwijaya, Pajajaran, Ternate, Gowa, Kutai dan Majapahit. Tapi kini, ratusan tahun kemudian, setelah nama-nama tersebut tinggal hanya menjadi torehan tinta emas sejarah, bangsa yang sudah menyatu dan berganti nama menjadi Indonesia ini malah mencapai titik nadir terendahnya.

Proses degradasi dan regresi yang terjadi dimulai sejak masuknya budaya asing seiring datangnya bangsa-bangsa asing untuk tinggal menetap di Bhumi Nuswantara. Keramah tamahan dan kehangatan pribumi dalam menyambut tamu-tamu asing berbuah aneksasi dan kolonialisasi. Panji-panji Gold, Glory dan Gospel berkibar di seluruh penjuru Bhumi Nuswantara semata-mata untuk mengeruk kekayaan alam yang berlimpah hingga menimbulkan kerusakan dan kebinasaan di seantero negeri.

Kerusakan yang paling parah justru terjadi pada aspek budaya. Atas nama dakwah dan syi’ar agama, nilai-nilai budaya bangsa distigma sebagai sesuatu yang penuh berhala, musyrik dan biadab sehingga boleh dihancurkan atas nama Tuhan. Tata kehidupan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal menjadi porak poranda dan carut marut. Politik adu domba dan pecah belah yang penuh dengan intrik dan tipu muslihat direkayasa untuk menghasilkan silang sengketa antar anak bangsa sebagai upaya penumpasan terhadap berbagai kemungkinan adanya potensi perlawanan.

Seiring berjalannya waktu, dengan semakin tingginya tingkat kemajuan ilmu pengetahuan, proses dan teknik penghancuran terhadap bangsa ini jauh semakin canggih dan elegan pula. Pilihan-pilihan cara yang opresif dan represif tak lagi digunakan berganti dengan cara-cara yang lebih mengedepankan pendekatan humanitarian. Proses cuci otak dan indoktrinasi melalui rekayasa sosial menjadi pilihan utama untuk bisa membuat bangsa ini tunduk dan takluk dibawah imperialisme budaya bangsa-bangsa asing.

Rekayasa sosial melalui proses cuci otak dan indoktrinasi yang dilakukan dengan melalui sistem kelembagaan formal yang sudah diformat sedemikian rupa untuk menjalankan program-program yang sudah memang dipersiapkan sebelumnya. Lembaga pendidikan dan media massa adalah dua alat yang sangat potensial untuk bisa mencetak manusia-manusia baru Indonesia yang bersikap dan berperilaku sesuai dengan standar spesifikasi yang mereka tentukan.

Lembaga pendidikan bertugas untuk menginstalasi pola dan struktur berpikir dengan dalil dan aksioma rasional yang tertabulasi dalam satuan-satuan logika kuantitatif sebagai pisau analisa yang digunakan dalam melakukan setiap upaya penuntasan masalah.

Sementara media massa bertugas untuk memproduksi tontonan dan hiburan yang mampu menghipnosis alam bawah sadar agar bergaya hidup sebagai penyembah dan penghamba kesenangan duniawi yang berorientasi pada harta, ketenaran dan segala sesuatu yang bersifat kebendaan.

Dari dua lembaga sosial-budaya tersebut lahirlah anak-anak bangsa yang tak lagi mengenal nilai-nilai budaya bangsanya. Maka tak heran jika saat ini bangsa yang pernah mengalami kejayaan dan kegemilangan di masa lalu telah mengalami keterpurukan yang luar biasa di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Suka atau tidak, bangsa ini adalah bangsa yang telah kehilangan jati dirinya sebagai sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang begitu bangga menjadi subordinasi dari imperialisme budaya bangsa lain.

2 people like this post.

Popularity: 16% [?]

Reader Feedback

80 Responses to “Imperialisme Budaya; Posmo Kolonialisme Imperialisme”

  1. Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Dulu Nusantara dikuasai asing yang punya semangat 3G (Gold, Glory, Gospel), sekarang dalam era modern, mereka tetap saja ingin menguasai dengan semangat GOD (Gas, Oil Diamond).

  2. dbo911 says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Satu-satunya cara untuk bangkit dari cengkeraman imperialisme ini, mempertautkan keping2 TRIWIKRAMA-BUDAYA menjadi Untaian Mata-Rantai Mosaik 333TRIWIKRAMA-BUDAYA NKRI(Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia)…..

  3. dbo911 says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    TRIWIKRAMA…..TIGA-BERAKUMULASI…TIGA-BERPADU… bola api membentur bumi… bumi bergetarrr… tsunami mengakhiri… diaaammmmm…

  4. sikapsamin says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Yth. ItemPoeti,
    Salam Kenal…Salam Seduluran ing Sejatining Sedulur…

    Imperialisme..Kolonialisme..
    Kabeh sedulur Samin wis wareg bab iki…

    Banget panarimaku marang blog iki…
    Artine tambah Sedulur Tunggal-Sikep ing Bhumi NKRI….

    Bakuh-Kukuh-Utuh Nuswantara Kertagama Raharja Indonesia…..
    Samin adalah Sikap

  5. sumego says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Salam Kenal Seduluran Mas itempoeti

    Tulisan yang begitu kritis, trigger bagi yang mau mengerti…, sampah bagi yang dininabobokan… begitu kali ya MAs…

  6. Unknown Unknown

    [...] Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

  7. Unknown Unknown

    [...] yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog [...]

  8. Unknown Unknown

    [...] Wong Alus.. Ki Kumitir.. mas dBO911.. Kang Mas Sabda Langit.. Mas Pengembara Jiwa.. Ki Ngabehi.. Mas Item Poeti.. Kang Cephot [...]

  9. Browser Firefox 3.0.17 Firefox 3.0.17 OS Windows XP Windows XP

    Imprealisme bukan cuma dari yang kita anggap budaya asing, tapi dari satu budaya pada budaya lain di nusantara ini. Pernah kah kita sadar bahwa NKRI memakai logika Majapahit yang ekspansif itu????

    salam,

  10. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    waktu tak surut ke belakang.
    kejayaan masa lalu harusnya menjadi kaca benggala untuk melihat bagaimana seharusnya masa depan.

    senang hati ini ‘mendengar’.., “Kita harus bersama membangun Puing puing kerajaan itu menjadi kejayaan yang baru… Kita bisa.”

  11. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    setuju… kita tahu bahwa kita pernah menjadi bangsa yang jaya dan besar, tapi tidak tahu mengapa kita bisa menjadi besar.

    banyak pihak diluar kita yang tidak ingin kita bangkit dan menjadi besar seperti dulu. oleh sebab itu berbagai upaya dilakukan agar kita lupa akan kesejatian kita yang justru menjadi kunci kebesaran bangsa ini.

    ada rekayasa sosial yang by design dilakukan untuk memarginalkan bangsa ini.

    kita miskin bukan karena kita bodoh, namun kita miskin karena di miskinkan oleh sebuah sistem yang dibuat untuk memperkaya segelintir orang.

  12. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    gak tahu tuch Kang… satpamnya kok rajin banget… padahal dah sering kesini tapi kok masih gak kenal aja… hehehehehe… :D

  13. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    ironis yaaa…

    sama ceritanya dengan seorang yang sedang mabok menenggak whiskey, tiba-tiba ngamuk berangkat berjihad karena mendengar ada al Quran dibakar….

  14. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    tak cukup hanya dengan dikenang, karena memang bukan kenangan semata…
    tapi harus direvitalisasi agar kita bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali pada track kejayaan dan kebesaran bangsa.

  15. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Yak opo cak kabare peno?
    Suwun wis mampir nok kene… :D

  16. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    ada kecelakaan kecil dengan komennya kangBoed gara2 dianggap spam. hehehehehe… kalau sering main kesini atau ke yang satu lagi, pasti gak kesaru lagi… wakakakak… :D

  17. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    terima kasih :)

  18. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    tak ada yang tersisa… semua dijelajah habis sama kangBoed… jiyakakakak… :D

  19. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    jadi saya didukung gak sama kangBoed? hihihihihihi… :D

  20. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    hati memang jadi miris ketika kita masuk ke wilayah kesenian tradisional kita. seniman2 tradisional kita harus mengais-ngais untuk bisa menjaga warisan kesenian budaya negeri ini. sementara untuk acara prompt nite pesta kelulusan SMA di hotel2 bintang 5, ada yg bisa menghabiskan uang ratusan juta rupiah.

  21. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    semoga… amien…

  22. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    senang mendengar optimisme yang demikian tinggi. semoga optimisme yang seperti ini juga dimiliki oleh semua anak negeri ini… :)

  23. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    pructin…, atau tidak mekar invention yg menjadi penyebab involusi??? :)

  24. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    setuju!!! seperti sekeping uang dengan dua sisi yang berbeda… :)

  25. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    kereeeennn tuch istilahnya… cocok dengan fakta yang ada… two thumbs up!!!

  26. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    TRiWIKRAMA…
    Sekalipun bangkit melawan kezaliman dan penindasan, TRIWIKRAMA adalah perubahan wujud atas dasar kemurkaan.
    Bukankah perlawanan diam adalah yang sebaik-baiknya…
    Diamnya gerak…
    Geraknya diam…
    Tak terlihat…
    Namun terasa sampai kedalam lubuknya budi nurani…

  27. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    yang awal adalah akhir…
    yang akhir adalah awal…
    yang mengawali itu pula yang mengakhiri…
    yang mengakhiri itu pula yang mengawali…

  28. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Salam kenal juga…
    Salam seduluran…

    Senang saget ngangsu kaweruh marang panjenengan…
    Mugi cita-cita poro pepunden lan leluhur saget diwujudaken…

  29. itempoeti says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    sugeng rawuh mas Sumego…
    hanya mencoba untuk sedikit melepas keprihatinan atas situasi dan kondisi yang ada…
    tapi jika itu bisa punya arti bagi yang membaca, untuk saya itu bonus yang luar biasa…

    matur sembah nuwun atas rawuhipun dan komentarnya… :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1