Terlepas dari carut marutnya penyelenggaraan Pemilu legislatif yang baru lalu, cukup menarik rasanya untuk melihat bagaimana kecenderungan perilaku rakyat pemilih dalam menentukan pilihannya. Setidaknya dari sedikit fenomena yang terlihat bisa ditelusuri apa sesungguhnya yang dijadikan pertimbangan ketika rakyat pemilih menjatuhkan pilihannya.
Perolehan suara sementara yang diperoleh partai-partai politik sampai dengan tulisan ini dibuat menunjukkan Partai Demokrat (PD) masih memimpin cukup signifikan dengan prosentase perolehan suara mencapai 20,611% secara nasional yang kemudian disusul oleh Partai GOLKAR (PG) dan PDIP masing-masing dengan selisih perolehan suara yang tipis 14,61% dan 14,041%.
Walaupun kemenangan PD sebagai the ruling party sudah diprediksi sejak jauh-jauh hari namun jumlah prosentase perolehan suara yang diperoleh tetap saja cukup mengagetkan banyak pihak. Di sejumlah daerah yang diprediksikan tidak akan dimenangkan oleh PD, ternyata kondisinya malah berbalik dengan keunggulan yang cukup telak untuk PD.
Sebagai ilustrasi untuk Di Jawa Barat misalnya, PD jauh mengungguli rival-rivalnya dalam perolehan suara dengan prosentase suara mencapai 23,691% jauh mengungguli PDIP 15,975% dan PG 14,914%.
Yang menarik, PKS yang begitu optimis untuk bisa memenangkan Pemilu 2009 dengan menggunakan hasil Pilgub Jawa Barat yang memenangkan pasangan PKS-PAN Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) sebagai rujukan ternyata harus menelan kekecewaan karena hanya memperoleh prosentase suara 10,305%. Jikapun digabungkan dengan hasil perolehan suara PAN yang mencapai 4,803%, perolehan suara PKS-PAN ternyata tidak bisa melampaui hasil yang diperoleh PD. Dengan sekitar 28 juta orang pemilik hak suara dalam Pilkada Jabar yang menjadi propinsi dengan jumlah penduduk terbesar ketiga diIndonesia, Hidayat Nur Wahid Capres dari PKS mengatakan, “Karena itu, saya melihat bahwa Pilkada Jabar ini bisa memperlihatkan hasil Pilpres 2009 nanti.”
Ini sebuah indikator bahwa untuk Partai seperti PKS yang memiliki basis konstituen yang dikenal solid, untuk bisa meraih kemenangan pada pilgub Jawa Barat ternyata masih bergantung pada suara massa mengambang -floating mass-. Fenomena tersebut makin memperkuat adanya hipothesa bahwa memang pada akhirnya popularitas masih menjadi kunci utama dalam meraih perolehan suara terbanyak dalam Pemilu. Kemenangan PKS-PAN dalam pilgub Jabar membuktikan bahwa popularitas Dede Yusuflah sesungguhnya yang menjadi kunci kemenangan. Demikian pula dengan hasil yang diraih oleh PD di Pemilu legislatif baru lalu yang cukup sensasional, ternyata kunci kemenangannya juga sangat ditentukan oleh popularitas SBY.
Kecenderungan yang ada tersebut nampaknya masih akan terulang kembali pada Pilpres 2009. Jadi tanpa harus menunggu proses Pilpres sekalipun, nampaknya kita sudah bisa membaca siapa yang akan dipilih oleh rakyat untuk menjadi Presiden periode 2009-……..
Popularity: 2% [?]











![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)
Like








Kenapa ya kok kalah dan menang? seharusekan jadi kemenangan bersama
—————
Hlaaa itu apa Cak… Seharusnya menjadi kemenangan bangsa… bukan kemenangan indibidual… Suwun nggih Cak mpun mampir…
[Reply]
Kenapa ya kok kalah dan menang? seharusekan jadi kemenangan bersama
—————
Hlaaa itu apa Cak… Seharusnya menjadi kemenangan bangsa… bukan kemenangan indibidual… Suwun nggih Cak mpun mampir…
[Reply]
Wah, payah. Kok mau menang aja mesti ngandalin popularitas? Ini kan kerja seluruh partai, bukan cuma kerja satu orang lho..
—————
Idealnya memang begitu… Tapi kenyataannya popularitas individu yang lebih dominan menentukan…
[Reply]
Wah, payah. Kok mau menang aja mesti ngandalin popularitas? Ini kan kerja seluruh partai, bukan cuma kerja satu orang lho..
—————
Idealnya memang begitu… Tapi kenyataannya popularitas individu yang lebih dominan menentukan…
[Reply]
kultur politik rakyat agaknya masih bercermin pada perilaku politik elite anutannya, terutama yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan. apalagi, mereka mampu menarik simpati rakyat lewat BLT atau penurunan BBM.
————–
Setuju Bro.., rakyat kita memang mengalami krisis multi dimensional termasuk juga krisis keteladan…
[Reply]
kultur politik rakyat agaknya masih bercermin pada perilaku politik elite anutannya, terutama yang sedang berada dalam lingkaran kekuasaan. apalagi, mereka mampu menarik simpati rakyat lewat BLT atau penurunan BBM.
————–
Setuju Bro.., rakyat kita memang mengalami krisis multi dimensional termasuk juga krisis keteladan…
[Reply]
Saya setuju dengan sawali tuhusetya, salam kenal…
—————
samaaa…, saya juga setuju dgn kang Sawali… salam kenal juga…
[Reply]
Saya setuju dengan sawali tuhusetya, salam kenal…
—————
samaaa…, saya juga setuju dgn kang Sawali… salam kenal juga…
[Reply]
Semoga calon presiden kita benar2 org yg punya itikad membangun dan memperbaiki bangsa juga membela rakyat.
Bukan memperkaya diri dan membela kelompoknya.
—————
Yaaa…. Semoga dan semoga…
[Reply]
Semoga calon presiden kita benar2 org yg punya itikad membangun dan memperbaiki bangsa juga membela rakyat.
Bukan memperkaya diri dan membela kelompoknya.
—————
Yaaa…. Semoga dan semoga…
[Reply]
jalan-jalan di siang hari singgah sebentar mengambil napas sejenak..
salam kenal
————–
Salam kenal juga… Dengan senang hati menyambut tamu…
[Reply]
jalan-jalan di siang hari singgah sebentar mengambil napas sejenak..
salam kenal
————–
Salam kenal juga… Dengan senang hati menyambut tamu…
[Reply]
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres lainnya. Analisis sementara memunculkan dugaan bahwa [...]
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres lainnya. Analisis sementara memunculkan dugaan bahwa [...]
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres [...]
[...] pilpres 2009 yang baru saja dilaksanakan 8 Juli 2009. Hasil quick count memperlihatkan pasangan SBY-Boediono unggul telak dari kedua pasangan capres [...]
[...] Setelah salah satu sisi kotak Pandora terbuka melalui Pemilihan Legislatif pada 9 April 2009 baru lalu. Maka satu sisi lagi kotak Pandora akan segera terbuka pada 8 Juli 2009 nanti melalui Pemilihan Presiden. [...]