Pemilu 2009 yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 9 April lalu menunjukkan adanya sejumlah peningkatan yang cukup signifikan. Beberapa temuan lapangan memberikan indikasi yang perlu menjadi catatan dalam Pemilu kali ini.
Beberapa hal diantaranya, terjadi peningkatan jumlah orang yang memilih untuk tidak memilih. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya krisis kepercayaan rakyat terhadap elit kekuasaan dan lemahnya kinerja dari lembaga tinggi Negara yang masih dipenuhi oleh polusi asap korupsi. Di sisi lain, banyaknya partai politik peserta Pemilu dengan visi dan misi yang tidak jelas bahkan menyesatkan juga makin menimbulkan banyaknya pilihan yang membingungkan untuk dipilih.
Lemahnya proses pendataan penduduk yang dilakukan serta lemahnya koordinasi antar instansi mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah orang yang tidak mendapatkan DPT sehingga kehilangan hak suaranya dalam memilih.
Berjibunnya partai politik peserta Pemilu dan caleg yang tercantum dalam lembaran koran suara, serta rumitnya carut marutnya mekanisme pencontrengan yang selalu berubah-ubah sesuai arahan dan petunjuk KPU juga memberikan kontribusi yang besar atas terjadinya peningkatan jumlah kertas suara yang dinyatakan rusak/tidak sah akibat kesalahan pencontrengan.
Tingginya tingkat persaingan antar caleg, baik antar sesama caleg dalam satu partai politik maupun antar partai politik, dalam hukum ekonomi pasar, memicu terjadinya kenaikan permintaan suara namun di sisi lain terjadi penurunan jumlah penawaran suara akibat adanya kecenderungan peningkatan jumlah orang yang memilih untuk tidak memilih. Hal ini tentu saja memicu terjadinya peningkatan harga per suara yang diperjualbelikan.
Besarnya dana kampanye yang dibelanjakan oleh para caleg baik untuk biaya sosialisasi dan operasional kampanye serta untuk membeli suara, meningkatkan jumlah uang yang beredar di desa-desa. Walaupun bersifat temporer, namun tentunya juga berpengaruh terhadap peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) di kelurahan-kelurahan dan desa-desa, kabupaten bahkan sampai ke tingkat propinsi.
Selain itu, besarnya dana kampanye yang digunakan dengan mempertaruhkan seluruh kekayaan dan asset-asset yang dimiliki para caleg bahkan juga melibatkan dana yang diperoleh dari hutang dan pinjaman dengan harapan akan dikembalikan dari hasil korupsi jika nantinya terpilih, justru akan menjadi pemicu terjadinya kebangkrutan dan kemiskinan sehingga mendorong terjadinya peningkatan jumlah orang miskin akibat kehilangan harta benda untuk digunakan sebagai dana kampanye.
Dengan besarnya biaya kampanye yang dikeluarkan disertai target dan ekspektasi yang tinggi, ditambah dengan tingginya tingkat persaingan akibat banyaknya caleg yang terdaftar dibanding sedikitnya jumlah kursi yang diperebutkan tentu akan menimbulkan tekanan psikologis yang berpotensi memicu terjadinya stress sehingga berdampak pada terjadinya peningkatan gangguan kejiwaan, stroke maupun serangan jantung akibat gagal terpilih.
Di samping beberapa catatan lain, catatan-catatan tersebut di atas sedikit banyak memberikan gambaran tentang adanya peningkatan di Pemilu legislatif 2009. Semoga apa yang sudah dicapai tersebut akan diikuti oleh adanya peningkatan-peningkatan lain di Pemilu Presiden 2009 nanti.
Selamat menikmati!!!
Popularity: 2% [?]













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)








Peningkatannya emang drastis
dari dua kali pemilu yang saya ikuti
baru kali ini saya gak kecatet di DPT
dan di paksa untuk GOLPUT
—————-
Selamat!!! Sebenarnya banyak yang iri dengan anda… Anda telah menjadi GOLPUT secara halal… Wkwkwkwkwk…
banyak pengamat bilang bahwa inilah pemilu paling kacau. Yes, itu betul. Moga indonesia lebih baik…
—————-
Hebat yaaa…. Dengan Pemilu yang lebih kacau…, kita semua berharap Indonesia lebih baik… Wkwkwkwkwk…
Nanti kalau hasilnya positif judulnya “Penurunan… ” :)
Saya jg termasuk golput halal
—————-
1000% Tepat!!! Kalau hasilnya positif berarti hal-hal yang negatif mengalami penurunan. Saya pengin hlooo jadi golput halal seperti anda… :)
makasih dah ke blog saya
—————-
Sama-sama… Dengan senang hati⦠:)
Mungkin semakin banyak orang yang tidak percaya kinerja pemerintah sebagai pembantu rakyat yang justru malah menekan majikannya (rakyat)
Thank’s mas dah mau jalan ke tempat saya
—————-
Sama-sama… Dengan senang hati… :)