Berikut ini adalah daftar beberapa partai politik yang dilarang untuk dipilih :
|
PARTAI GERINDA |
PARTAI GOLKAN |
PARTAI PANTURA |
|
PARTAI BATMAN ITU PAHLAWAN (PBIP) |
PARTAI DATANG BULAN |
PARTAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN |
|
PARTAI PERSATUAN & KERUKUNAN PONDOK PESANTREN |
PARTAI MASKAPAI PENERBANGAN INDONESIA |
PARTAI SANGAT BINGUNG |
|
|
PARTAI KESEJAHTERAAN KELUARGA |
PARTAI ANAK PUNK |
PARTAI DEKORASI |
|
Popularity: 1% [?]













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)















finally, ada juga yang haram…
jiyakaka… aku sudah dapet undangan DPT nih… menyang..
—————-
Kalaupun masih belum tahu apa yang mau dipilih, tapi setidaknya kan sekarang udah tahu apa yang gak boleh dipilih… Wkwkwkwkwkwk…
finally, ada juga yang haram…
jiyakaka… aku sudah dapet undangan DPT nih… menyang..
—————-
Kalaupun masih belum tahu apa yang mau dipilih, tapi setidaknya kan sekarang udah tahu apa yang gak boleh dipilih… Wkwkwkwkwkwk…
Mas klo “golput” kan haram….
Sanksi-nya apa yah? tau ngak?
—————-
Agak sulit menjawabnya karena saya sendiri tidak begitu mengerti apa yg dimaksud dengan golput.
Bahwa setiap warganegara memiliki kebebasan dalam menggunakan hak politiknya untuk memilih dan dipilih yang dilindungi oleh undang-undang.
Tentu yang namanya hak sangatlah berbeda dengan kewajiban. Hak boleh digunakan, boleh juga tidak digunakan. Kalau saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, itu namanya saya menggunakan hak saya untuk dipilih. Demikian pula tentunya dengan hak memilih.
Kalau memilih itu menjadi sesuatu yang diwajibkan, tentu namanya bukan lagi hak tetapi kewajiban. Kewajiban yang tidak dilaksanakan pantas diberi sangsi.
Kalau pemahamannya ditarik kepada perspektif ritual keagamaan yang dinilai dan diukur dengan halal dan haram. Maka prinsip keadilan harus dijunjung tinggi.
Jika stigma haram diberikan karena tidak menggunakan hak politiknya untuk memilih, maka seharusnya juga dinyatakan haram jika tidak menggunakan haknya untuk dipilih. Adil bukan??? :)
Mas klo “golput” kan haram….
Sanksi-nya apa yah? tau ngak?
—————-
Agak sulit menjawabnya karena saya sendiri tidak begitu mengerti apa yg dimaksud dengan golput.
Bahwa setiap warganegara memiliki kebebasan dalam menggunakan hak politiknya untuk memilih dan dipilih yang dilindungi oleh undang-undang.
Tentu yang namanya hak sangatlah berbeda dengan kewajiban. Hak boleh digunakan, boleh juga tidak digunakan. Kalau saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, itu namanya saya menggunakan hak saya untuk dipilih. Demikian pula tentunya dengan hak memilih.
Kalau memilih itu menjadi sesuatu yang diwajibkan, tentu namanya bukan lagi hak tetapi kewajiban. Kewajiban yang tidak dilaksanakan pantas diberi sangsi.
Kalau pemahamannya ditarik kepada perspektif ritual keagamaan yang dinilai dan diukur dengan halal dan haram. Maka prinsip keadilan harus dijunjung tinggi.
Jika stigma haram diberikan karena tidak menggunakan hak politiknya untuk memilih, maka seharusnya juga dinyatakan haram jika tidak menggunakan haknya untuk dipilih. Adil bukan??? :)
wes, alternatifku pilihanku partai2 iki ae.
walopun aku masih blom ngerti pilih mana :)
—————-
Wkwkwkwkwkwk… Disuruh jangan milih yang ini kok malah dipilih… Wkwkwkwkwkwk…