Amok Atau Anarkhi ???

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 18 May 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Amok Atau Anarkhi ???

Dalam English Dictionary Webster ada beberapa kata bahasa Indonesia yang diserap kedalam bahasa Inggris.

Orangutan -salah satu satwa primata yang harus dilindungi karena terancam punah akibat perdagangan illegal dan kerusakan hutan habitat tempat tinggalnya yang semakin lama semakin parah akibat dijarah oleh para kapitalis industrialis- misalnya, tidak hidup di Inggris dan memang cuma ada di Sumatera dan Kalimantan. Jadi wajar saja kalau kemudian kata tersebut diserap dalam bahasa Inggris.

Selain orangutan, ada juga kata lain yaitu amuk.  Amuk yang disadur ke dalam bahasa Inggris sebagai amok diartikan sebagai kalap atau mata gelap. Kata amok atau amuk dalam bahasa Indonesia, yang kemudian diberi awalan me- dan sisipan ng menjadi mengamuk adalah kata kerja yang menunjukkan sebuah kegiatan dari seseorang atau sekelompok orang yang kehilangan pengamatan diri terhadap keadaan sekelilingnya sehingga menimbulkan keonaran dan kerusuhan. Amuk juga dinyatakan untuk menunjukkan sebuah keadaan yang muncul dari sikap atau tindakan seseorang atau sekelompok orang yang merusak dan menghancurkan dengan cara brutal membabi buta dan mata gelap sehingga menimbulkan kerusuhan dan huru-hara, sebagai bentuk ekspresi dan pelampiasan emosi yang ditimbullkan akibat adanya tekanan rasa frustasi dari suatu keadaan yang tidak dikehendaki.

Di sisi lain kita juga sering mendengar penggunaan kata anarkhi (Inggris : anarchy) atau anarkhisme (Inggris : anarchism -sebagai sebuah ideologi-) yang oleh media massa acapkali sering diartikan sebagai sebuah sikap dan tindakan yang berkonotasi sama dengan sikap dan tindakan amuk.

Lalu.., apa sesungguhnya perbedaan antara amuk dan anarkhis?

Menurut Mikhail Bakunin dalam tulisannya yang berjudul Stateless Socialism: Anarchism mengatakan bahwa untuk membangun masyarakat sosialis sejati hanya mungkin dilakukan jika kekuasaan negara yang dianggap menindas dan menghilangkan kebebasan individu harus dihilangkan. Dan cara untuk menghilangkan kekuasaan Negara hanya bisa dilakukan dengan cara anarkhis.

Anarkhisme bagi Bakunin adalah bagaimana negara harus membubarkan diri ke dalam masyarakat yang terorganisir bebas sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Tugas keadilan adalah untuk membangun kesetaraan untuk semua orang, dimana kesetaraan akan sangat tergantung pada politik ekonomi dan organisasi masyarakat. Sebuah kesetaraan dimana semua orang akan memulai hidupnya. Bahwa setiap orang dipandu oleh alamnya sendiri, dan akan menjadi produk dari usahanya sendiri. Menurut Bakunin, kepemilikan dari mereka yang sudah mati harus dijadikan sebagai dana sosial untuk pengajaran dan pendidikan anak-anak baik laki-laki maupun perempuan termasuk pemeliharaan dari lahir sampai usia mereka tua.

Dari paparan di atas terlihat bahwa telah terjadi pendangkalan pemaknaan –kalau tidak bisa dikatakan sebagai pelencengan- terhadap anarkhisme yang sesungguhnya memiliki arti dan pemaknaan yang sangat jauh berbeda dengan amuk.

Kalau memang demikian kenyataannya, muncul pertanyaan kontemplatif, apakah memang amok (Indonesia : amuk) hanya terjadi di tempat dimana kata itu berasal? Atau dalam kalimat tanya yang berbeda, apakah hal seperti itu –amuk- tidak pernah dikenal dan terjadi di Inggris sehingga mereka harus mengadopsi kata amuk ke dalam bahasa Inggris menjadi amok?

Mungkin sebagai sebuah bangsa sebaiknya kita tak perlu merasa terlalu berbangga diri karena bisa ikut mendonasikan beberapa kata Indonesia ke dalam bahasa Inggris jika ternyata kata-kata tersebut adalah sesuatu yang memiliki pemaknaan negatif seperti halnya amok. Namun setidaknya ini bisa makin membenarkan sebuah kalimat bijak yang mengatakan, bahasa menunjukkan bangsa.

Semoga saja bangsa yang sedang terjangkit demam Pemilu ini tidak mengalami kejang-kejang ‘amok‘ akibat keasyikan mabuk berpesta demokrasi.

Be the first to like.

Popularity: 2% [?]

Reader Feedback

60 Responses to “Amok Atau Anarkhi ???”

  1. sibaho says:

    jauh juga ya pergeseran makna anarki itu….

    :)
    —————–

    Saking jauhnya jadi salah kaprah… :)

  2. sibaho says:

    jauh juga ya pergeseran makna anarki itu….

    :)
    —————–

    Saking jauhnya jadi salah kaprah… :)

  3. Xitalho says:

    Kurang..!! Durian juga tetep Durian bahasa Inggrisnya om… hehehehe…

    mbuh nek petai…. atau jengkol?
    —————-

    Oooohhh iyaaaaa…., durian… Mangga juga…, manggo… Lumayan banyak juga ya yang diserap ke dalam bahasa Inggris.

    Kalau hewan atau tumbuhan.., it’s ok-lah karena alamya yang membedakan… Tapi kok amuk???

    Tabik… :)

  4. Xitalho says:

    Kurang..!! Durian juga tetep Durian bahasa Inggrisnya om… hehehehe…

    mbuh nek petai…. atau jengkol?
    —————-

    Oooohhh iyaaaaa…., durian… Mangga juga…, manggo… Lumayan banyak juga ya yang diserap ke dalam bahasa Inggris.

    Kalau hewan atau tumbuhan.., it’s ok-lah karena alamya yang membedakan… Tapi kok amuk???

    Tabik… :)

  5. arsyadsalam says:

    saya pernah baca kalau masuknya kata amok sebagai kata bahasa inggris lantaran Raffles. si Raffles menerjemahkan kata amok seperti tulisan anda di atas karena ras Melayu memang dikenal suka mengamuk dan membabi buta tiap kali menghadapi masalah.
    BTW ada juga kata inggris yg diserap dari kata Indonesia yakni Sarong atau sarung
    salam
    —————

    Tepat…, memang ada beberapa yang lain termasuk sarong… Tapi kebanyakan kata benda. berbeda dengan amok yang bukan kata benda… Tabik… :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free



Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1