Penghancuran Budaya Oleh Negara

bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 10 February 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

Penghancuran Budaya Oleh Negara

source : http://www.kompas.com

source : http://www.kompas.com

Membaca sebuah berita dari selembar sobekan koran lama yang tercecer ternyata membuat dahi berkerut dan gigi bergemeretak. Koran bertanggal 5 Januari 2009 dengan judul berita “Situs Majapahit Dirusak Pemerintah”, memberitakan tentang pelaksanaan sebuah proyek pembangunan gedung yang saat ini sedang berlangsung bernama Trowulan Information Center atau Pusat Informasi Majapahit seluas 2.190 meter perssegi.

Pembangunan tersebut menimbulkan kerusakan yang cukup parah terhadap area situs sejarah peninggalan abad ke-13 hingga ke-15 di bekas ibukota Kerajaan Majapahit. Ironisnya, peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 3 November 2008 lalu.

Meski dalam proses pembangunannya ditemukan sejumlah peninggalan bersejarah, seperti dinding sumur kuno, gerabah, dan pelataran rumah kuno, proses pelaksanaan pekerjaan tetap berlangsung hingga saat ini. Penggalian tanah terus dilakukan untuk menancapkan sekitar 50 tiang pancang beton walaupun harus dengan merusak dan menjebol benda bersejarah.

Diberitakan pula disitu bahwa di beberapa titik, fondasi dari campuran batu kali dan semen telah berdiri di parit-parit galian di situs bersejarah itu. Fondasi tiang beton juga sudah berdiri di beberapa titik. Di sekitarnya, batu bata kuno berukuran besar dan berwarna kehitaman peninggalan zaman Majapahit dibiarkan berserakan.

Selain itu……, dst.., dst…

Rasanya tak kuat lagi hati untuk meminta mata menyelesaikan bacaan yang masih tersisa separuh. Sedih, masygul bercampur geram tak kuasa untuk dibendung membayangkan lagi-lagi demi sesuatu yang diatasnamakan pembangunan, sebuah karya sejarah peradaban dari kebudayaan peninggalan masa lalu harus diluluhlantakan.

Apalagi jika membayangkan betapa proyek-proyek pemerintah yang dilakukan selama ini hanyalah sekedar proyek-proyek yang diukur dengan kalkulasi-kalkulasi yang melulu merujuk pada pertimbangan sisi ekonomis tanpa memperhitungkan aspek-aspek lain secara komprehensif. Yang lebih menyedihkan, pertimbangan ekonomis yang dimaksud tidak lebih hanya menguntungkan sekelompok orang yang terlibat dengan menghabiskan dana anggaran belanja pemerintah yang dibiayai oleh uang rakyat. Praktek korupsi dan manipulasi pekerjaan proyek pembangunan di lapangan yang jauh di bawah blue print perencanaan yang sudah dibuat, juga berbagai komisi dan fee dari meja ke meja sejak dari proses pengaturan tender hingga pada pelaksanaan di lapangan, adalah pertimbangan ekonomis yang sesungguhnya terealisasi.

Inilah sebuah contoh kekuasaan yang dipertontonkan dengan menghancurkan karya sejarah warisan peradaban dari kebudayaan peninggalan masa lalu yang tak ternilai harganya demi kepentingan sesaat sekolompok orang yang berkuasa dengan legitimasi Negara. Betapa, pada akhirnya ini adalah sebuah tengara dari awal keruntuhan sebuah bangsa tatkala pusaka warisan leluhur harus musnah oleh nafsu ketamakan generasi penerusnya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya, Bangsa yang menghargai para pahlawannya adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan jejak masa lalu sejarah bangsanya. Perlahan dan pasti bangsa ini akan sampai pada ambang kehancuran dan jurang kebinasaannya ketika mereka lupa dan khianat akan sejarah bangsanya.

Like

Popularity: 1% [?]

Reader Feedback

19 Responses to “Penghancuran Budaya Oleh Negara”

  1. bagusweda says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    sangat menyedihkan wawasan,dan moral pemimpin kita,dengan kepentingan sesaat ,mengatasnamakan pembangunan,maka rela mengorbankan kebanggaan bangsa.
    pemimpin seperti ini ,ndaknya menjadi catatan,bagi rakyatnya.mohon izin saya nge link untuk di blog saya.
    ——————–

    Setuju Mas…, menjadi catatan untuk pelajaran bagi kita semua agar tidak mengulangnya lagi.

    Terima kasih…, monggo dengan senang hati… Tabik… :)

  2. o c H e says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Apa proyek ini gak bisa dievaluasi ulang ya?
    Lagian PIM nya sendiri gak punya IMB,,kok bisa2nya mentri ngeleteakin batu pertama.
    *geleng-geleng kepala*
    ——————–

    Maaf gak bisa…., soalnya duitnya dah kadung dibagi-bagi dan dah kepakai untuk biaya kampanye…. Wakakakak….

    Jangan heran…, kalau Menteri yang turun langsung gak perlu pakai IMB segala… Biasa nguber setoran menjelang Pemilu… *geleng-geleng kepala juga* :D

  3. sibaho says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    bangsa kita memang bangsa yang melankolis sanguinis koleris :D —————-

    Wkwkwkwkwk…. Lengkap ya Broo… :D

  4. ciwir says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    ini namanya penindasan budaya….
    —————-

    1000% setuju!!!!! :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free

itempoeti


Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1