Vonis bebas yang diputuskan oleh Pengadilan negeri Jakarta Selatan terhadap terdakwa Muchdi Purwopranjoyo atas tuduhan pembunuhan Munir pada tanggal 31 Desember 2008 menimbulkan pro dan kontra dimana-mana. Hakim yang diketuai Suharto berpendapat bahwa jaksa tidak bisa membuktikan motif balas dendam yang menjadi dasar tindakan Muchdi.
Dengan adanya vonis bebas tersebut, kasus Munir kembali ke titik nol. Peluang untuk mengungkap siapa sesungguhnya yang bertanggung jawab dibalik kematian Munir makin sulit karena proses penyidikan harus dimulai lagi dari awal dan itu memakan waktu yang semakin panjang.
Ada beberapa hal yang cukup menggangu logika akal sehat dan nurani kemanusiaan terkait dengan kematian Munir. Kasus pembunuhan Munir, bukanlah kasus pembunuhan dan penculikan aktifis di Indonesia yang baru pertama kali terjadi. Bahkan di awal 80′an pun juga pernah terjadi kasus PETRUS –penembakan misterius- terhadap orang-orang yang diindikasi sebagai bromocorah dan preman yang sampai saat ini juga tidak pernah terungkap secara hukum seperti juga halnya kasus pembunuhan dan penculikan aktifis.
Dari sedemikian banyak kasus, lebih banyak akhirnya yang tidak terungkap siapa sesungguhnya yang bertanggungjawab terhadap berbagai tindak kejahatan tersebut. Itu artinya, kemampuan untuk melakukan proses eliminasi –pembunuhan- sudah sedemikian hebatnya sehingga sulit diungkap. Terkait dengan kematian Munir, kalau saja BIN memang menghendaki kematian Munir tanpa harus diketahui, itu bukanlah hal yang sulit. Apalagi Munir bukan sosok orang yang bergerak dengan pengamanan dan pengawalan kuat. Lalu mengapa BIN harus mengambil resiko membunuh Munir di atas pesawat yang sedang menuju ke luar negeri? Bukankah lebih mudah membunuh Munir di dalam negeri? Tentu akan lebih mudah bagi BIN mengintervensi, mengendalikan dan mengatur hasil otopsi untuk menghilangkan jejak jika kematian Munir di Indonesia ketimbang di Belanda.
Kalaupun ada indikasi kuat keterlibatan BIN atau setidaknya BIN mengetahui apa yang terjadi dibalik kasus kematian Munir, mengapa BIN tidak membeberkan secara terbuka apa, mengapa dan bagaimana sesungguhnya kematian Munir? Benarkah Munir seorang tokoh yang sedemikian agungnya sehingga opini media massa seolah-olah menggiring kesadaran publik untuk percaya dan yakin bahwa Munir adalah seorang pahlawan yang harus menjadi martyrdom atas suatu tujuan mulia yang diperjuangkannya?
Pertanyaan yang paling mendasar adalah…, “Sehebat apa sich yang dilakukan Munir sehingga sampai-sampai institusi sekelas BIN harus turun tangan membunuh Munir?” Apalagi jika itu dilakukan di masa-masa sekarang yang sudah tidak lagi seperti di jamannya Presiden Soeharto, dimana sekarang ini segala sesuatunya lebih terbuka.
Rasa-rasanya Muchdi sebagai pribadi ataupun BIN sebagai institusi tidak akan sebodoh itu untuk membuat pilihan cara kalaupun ingin membunuh Munir.
Jikapun ada keterlibatan BIN sebagai institusi intelijen, lalu siapa sesungguhnya yang berkepentingan atau diuntungkan atas kematian Munir? Bukankah dalam sebuah operasi intelijen juga dimungkinkan adanya operasi kontra intelijen. Siapa yang melakukan operasi intelijen?, dan siapa pula yang melakukan operasi kontra intelijen? Lalu di pihak manakah posisi Munir sehingga dia harus menjadi korban?
Dalam kriminologi ada sebuah teori yang sering digunakan sebagai asumsi dasar untuk mengungkap pelaku tindak kejahatan. “Yang paling punya potensi sebagai pelaku kejahatan adalah orang atau pihak yang diuntungkan dari hasil tindak kejahatan tersebut” Karena pada setiap tindak kejahatan selalu ada motif kejahatan. Apalagi kalau kejahatan itu direncanakan. Tidak ada tindakan kejahatan yang dilakukan tanpa motif, bahkan oleh seorang pembunuh maniak sekalipun.
Untuk mengetahui semua itu maka penyidikan tentang kasus kematian Munir seharusnya diawali dari Munir sendiri. Pertanyaan-pertanyaan tentang, Siapa Munir?, Apa saja yang dilakukan Munir terkait dengan aktifitasnya? Siapa saja yang berhubungan dengan Munir selama ini? Bekerja dimana Munir? Bekerja untuk siapa dia? Darimana dana yang diperoleh untuk mendukung kegiatan-kegiatannya? Apa kompensasinya? Selain untuk melanjutkan study, untuk maksud dan tujuan apalagi dia berangkat ke Belanda? Siapa yang membiayai study Munir di Belanda? Siapa sponsornya?; akan menjadi petunjuk awal untuk menemukan dengan tepat siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kematian Munir.
Selain itu, ada satu hal yang bisa digunakan sebagai petunjuk yang sangat signifikan untuk bisa melacak kematian Munir. Hasil otopsi kematian Munir oleh lembaga forensik pemerintah Belanda (Netherland Forensisch Instituut-NFI) yang baru diungkap 2 bulan kemudian menyebutkan bahwa di lambung Munir terdapat kandungan racun arsenik melebihi batas maksimal yang bisa ditoleransi tubuh: 456 mg.
Dan ternyata, dari puluhan jenis racun arsenik, yang meracuni Munir adalah jenis arsenik yang hanya dimiliki CIA.
Yang pasti Munir hanyalah korban, korban dari intelligence warfare. Itu mungkin sekedar resiko yang inheren harus ditanggung dan tentu sudah dipahami Munir sejak awal keterlibatannya atas pilihan hidup yang digelutinya.
Popularity: 6% [?]
- kasus kematian munir (103)
- Kematian munir (95)
- kasus pembunuhan munir (71)
- sejarah munir (43)
- siapa munir (24)
- Sejarah kematian munir (21)
- dibalik kasus munir (14)
- dibalik kematian munir (9)
- tentang kematian munir (8)
- artikel kasus munir (7)













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







ok trims banget atas jawabannya, barangkali sbg kesimpulan, Intelijen akan berkembang sesuai dgn kebutuhan manusia dan perkembangannya, kerena setiap perkembangan yg ada adalah hasil intelektual manusia.
terus itu bpk chairul saleh, soekarni itu siapa, kayaknya kalo mereka mampu melakukan tindakan yg memahami intelijen, jadi siapa mereka sebenarnya?
saya pernah baca buku ttg ‘prajurit perang fikiran’ yg ditulis oleh Zulkifli Lubis sebelum indonesia merdeka dan dari beberapa orang sejawat beliau yg pernah direkrut oleh beliau mengatakan bahwa Jepang lewat sanbo bepang alias perekrutan pemuda terbaik indonesia untuk membantu nipon. mereka oleh jepang dilatih menjadi intelnya jepang. Bagaimana menurut pandangan anda?
————–
Dengan senang hati sobat. Bersyukur kalau jawaban saya bisa memuaskan. Kesimpulan anda tepat sekali.
Chairul Saleh (Ketua MPR semasa Soekarno) dan Soekarni juga Adam Malik (mantan Wapres semasa Soeharto) adalah kader-kader Moerba. Moerba adalah singkatan dari Moesyawarah Rakyat Banyak, sebuah organisasi politik yang didirikan oleh Datuk Sutan Malaka (Tan Malaka). Pola gerakan Moerba memang lebih bercorak gorong-gorong atau clandestein yang menjadi ciri khas dari Tan Malaka.
Itu sebabnya mereka punya kemampuan intelijen yang tinggi karena memang mereka terbiasa bergerak secara tertutup dan rahasia baik secara perorangan maupun dalam kelompok-kelompok kecil yang sangat tangguh dan militan.
Selain mendirikan Moerba, Tan Malaka juga bergerilya dengan Jenderal Soedirman dalam Persatoean Perjoeangan.
Zulkifli Lubis memang salah seorang yang dianggap sebagai pionir intelijen Indonesia. Zulkifli Lubis memang hasil didikan Pembela Tanah Air (PETA) bentukan Jepang.
Zulkifli Lubis pulalah orangnya yang semasa berpangkat kolonel membentuk organisasi intelijen pertama sejak Indonesia diproklamasikan bernama Badan Istimewa (BI) pada bulan September 1945.
Badan ini bertugas untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terkait dengan akan come back-nya pasukan Belanda ke Indonesia usai Perang Dunia kedua.
Keputusan untuk bekerjasama dengan Jepang ketika itu memang sesuatu yang dilematis dan sangat tidak populer. Banyaknya orang-orang Indonesia eks KNIL, menyebabkan adanya keraguan akan loyalitas mereka terhadap Republik ketika harus berhadapan dengan pasukan Belanda.
Oleh karena itu keputusan untuk bekerjasama dengan Jepang diharapkan memberi kesempatan kepada orang-orang Indonesia untuk memiliki kemampuan militer dalam menghadapi pasukan Belanda nantinya. Walaupun harga yang harus dibayar juga sangat mahal. Kasus romusha dan jugun ianfu korban tentara Jepang tidak pernah bisa dilupakan.
Namun para pemimpin kita ketika itu sudah mengetahui bahwa Jepang tidak mungkin bisa bertahan lama di Indonesia. Perang Dunia kedua akan berakhir dengan kekalahan Jepang. Kemenangan Jepang di Pearl Harbour hanya membangunkan harimau tidur.
Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki membuat Jepang bertekuk lutut dan menyerahkan Indonesia kepada sekutu (NICA) ketika itu.
Dan apa yang sudah diprediksi ternyata benar adanya. Pasukan Belanda masuk ke Indonesia dengan membonceng pasukan NICA dengan alasan perlucutan senjata tentara Jepang dan penyerahan Indonesia kepada tentara sekutu.
Tentara didikan PETA inilah yang menjadi tulang punggung tentara Indonesia dalam peperangan melawan pasukan Belanda 1945-1949.
Demikian sedikit penjelasan yang bisa saya berikan. Semoga bermanfaat… :)
hatur nuhun, atas penjelasan yg poaanjang dan lebar banget, saya lagi jadi pemerhati intelijen indonsia. cuma memang sangat minim penjelasan tentang itu.
ada yg mengelitik saya mengapa memang hanya jepang yg memberikan ilmu dan praktek. Yang lain tidak misalnya belanda walaupun bercokol disini sekian taon tapi hanya meninggalkan benih yg sampai saat ini hanya ninggaljn bomwaktu, yg terus bisa meledak setiap saat, demikian juga great britain hanya meninggalkan keegoan seorang ningrat, portugis ninggalin sikap komunis, and so on.
Sementara jepang sejak restorsi meiji sebetulnya sudah menerapkan prinsif berfikir intelijen untuk kemajuan bangsa dan kaumnya serta mengajak kita sebagai saudara nipon. terbukti dari tulisan sejarah yang dapat membangunkan rusia adalah jepang, mereka bekerjasama dgn pemberontak rusia untuk menguasai rusia, yang pada akhirnya melahirkan tokoh lenin tuk tumbangkan tsar, dan hampir saja jepang menguasai eropa timur kalo tidak dgn percobaan dan riset bom yg dijatuhkan di nagasaki & hirosima.
————–
Jepang berkepentingan untuk menurunkan ilmunya ketika itu karena berharap dukungan dari orang-orang indonesia untuk melawan AS dan sekutunya.
Dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh para pemimpin kita saat itu untuk mempelajari ilmu perang modern dari Jepang sekaligus melatih pemoeda-pemoeda Indonesia dengan ketrampilan tempur guna melawan Belanda yang sejak awal sudah diprediksi akan come back untuk menguasai Indonesia.
hatur nuhun, atas penjelasan yg poaanjang dan lebar banget, saya lagi jadi pemerhati intelijen indonsia. cuma memang sangat minim penjelasan tentang itu.
ada yg mengelitik saya mengapa memang hanya jepang yg memberikan ilmu dan praktek. Yang lain tidak misalnya belanda walaupun bercokol disini sekian taon tapi hanya meninggalkan benih yg sampai saat ini hanya ninggaljn bomwaktu, yg terus bisa meledak setiap saat, demikian juga great britain hanya meninggalkan keegoan seorang ningrat, portugis ninggalin sikap komunis, and so on.
Sementara jepang sejak restorsi meiji sebetulnya sudah menerapkan prinsif berfikir intelijen untuk kemajuan bangsa dan kaumnya serta mengajak kita sebagai saudara nipon. terbukti dari tulisan sejarah yang dapat membangunkan rusia adalah jepang, mereka bekerjasama dgn pemberontak rusia untuk menguasai rusia, yang pada akhirnya melahirkan tokoh lenin tuk tumbangkan tsar, dan hampir saja jepang menguasai eropa timur kalo tidak dgn percobaan dan riset bom yg dijatuhkan di nagasaki & hirosima.
————–
Jepang berkepentingan untuk menurunkan ilmunya ketika itu karena berharap dukungan dari orang-orang indonesia untuk melawan AS dan sekutunya.
Dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh para pemimpin kita saat itu untuk mempelajari ilmu perang modern dari Jepang sekaligus melatih pemoeda-pemoeda Indonesia dengan ketrampilan tempur guna melawan Belanda yang sejak awal sudah diprediksi akan come back untuk menguasai Indonesia.
semua jawaban ada di apa yang munir bawa ke perjalanan ke belanda. saya yakin dengan memperjuangkan apa yang munir bawa ke belanda. sang otak pembunuhan pasti tertangkap.
doa saya akan selalu bersama munir untuk mengungkap kebenaran bagi manusia bukan hanya rakyat indonesia.
keadilan harus ditegakkan walau nyawa taruhannya.
—————
setuju!!! namun yg juga harus dijawab, selain untuk studi, untuk apalagi dia ke Belanda? apa yang Munir bawa ke Belanda itu untuk kepentingan siapa dan pesanan siapa?
keadilan harus ditegakkan!!! siapa yang berbuat dia yang harus menanggung akibat dan hukumannya…
semua jawaban ada di apa yang munir bawa ke perjalanan ke belanda. saya yakin dengan memperjuangkan apa yang munir bawa ke belanda. sang otak pembunuhan pasti tertangkap.
doa saya akan selalu bersama munir untuk mengungkap kebenaran bagi manusia bukan hanya rakyat indonesia.
keadilan harus ditegakkan walau nyawa taruhannya.
—————
setuju!!! namun yg juga harus dijawab, selain untuk studi, untuk apalagi dia ke Belanda? apa yang Munir bawa ke Belanda itu untuk kepentingan siapa dan pesanan siapa?
keadilan harus ditegakkan!!! siapa yang berbuat dia yang harus menanggung akibat dan hukumannya…