bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!
Friday 10 February 2012
bebas untuk di-copas asal mencantumkan sumber aslinya
Bookmark and Share

    Translate to:

Edition

January 2009
M T W T F S S
« Dec   Mar »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Toko Buku Online
SocioDistro
kutubukuGunakan kode ini K1-F9Y299-4
untuk berbelanja di KutuBuku.com

AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DHARMASIKSA (Bagian 1 dari 4)

eastindies

source : http://pkab.files.wordpress.com/

Di tengah carut marutnya ekonomi dunia serta bertepatan dengan akan segera diselenggarakannya perhelatan demokrasi Pemilu 2009, perlu rasanya kita membawa memory kolektif untuk sejenak menengok kembali jauh ke masa silam. Masa dimana kemanusiaan masih diwarnai oleh kesejatian yang menjunjung tinggi dan memegang teguh nilai dan adab yang telah diwariskan oleh para karuhun dan pepunden.

Petuah dan pitutur yang diajarkan oleh para karuhun dan pepunden layak untuk dihadirkan kembali sebagai sebuah proses refleksi dan retrospeksi guna menemukan kembali nilai dan adab kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang saat ini telah tergerus oleh nafsu penghambaan keduniawian.

—000—

Kisah ini berawal dari Kerajaan Saunggalah I (Wilayah Kuningan sekarang) yang keberadaannya ditengarai sejak awal abad 8M seperti yang tercatat dalam naskah lama Pustaka Pararatwan I Bhumi Jawadwipa dengan nama Saunggalah. Adalah Rahyang Sempakwaja Penguasa Galunggung, sang ayahanda, yang mendudukkan Resiguru Demunawan kakak kandung Purbasora (Raja di Galuh 716-732M) menjadi raja di Saunggalah I.

Penyebutan gelar Resiguru dalam sejarah Sunda hanya diberikan kepada tiga orang tokoh, yaitu Resiguru Manikmaya (Raja di Kendan, 536-568M), Resiguru Demunawan (di Saunggalah I/Kuningan, awal abad 8M) dan Resiguru Niskala Wastu Kancana (Raja di Kawali, 1371-1475M). Resiguru adalah gelar yang sangat terhormat bagi seorang raja yang telah membuat/menurunkan suatu “AJARAN” (philosophy grondslag, the way of live) yang menjadi pedoman hidup bagi keturunannya.

Dengan gelaran Resiguru yang disandangnya tentu Resiguru Demunawan pun menurunkan”AJARAN”-nya. Adalah seorang keturunannya yang kemudian menjadi Raja di Saunggalah I (Kuningan) dan kemudian pindah menjadi raja di Saunggalah II (Mangunreja/Sukapura) yaitu PRABUGURU DARMASIKSA (1175-1297 M, 122 tahun!) yang nantinya kemudian mengaktualisaksikan ajaran-ajaran karuhunnya.

Prabuguru Darmasiksa pertama kali memerintah di Saunggalah I (persisnya sekarang di desa Ciherang, Kec. Kadugede, Kab. Kuningan selama beberapa tahun) yang selanjutnya diserahkan kepada puteranya dari istrinya yang berasal dari Darma Agung, yang bernama Prabu Purana (Premana?).

—000–

Setelah Prabuguru Darmasiksa hijrah ke Saunggalah II (sekarang daerah Mangunreja di kaki Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya), kerajaan lalu diserahkan kepada putranya yang bernama Prabu Ragasuci. Adapun Prabuguru Darmasiksa diangkat menjadi Raja di Karajaan Sunda (Pakuan) sampai akhir hayatnya.

Prabuguru Darmasiksa adalah tokoh yang kemudian berperan besar dalam mengkompilasi dasar-dasar pandangan Hidup/ajaran hidup berupa nasehat dan pitutur dalam suatu naskah tertulis. Naskah yang dikenal sebagai AMANAT DARI GALUNGGUNG atau disebut juga sebagai NASKAH CIBURUY (nama tempat di Garut Selatan tempat ditemukan naskah Galunggung tsb) diidentifikasi sebagai KROPAK No.632, yang ditulis pada daun nipah sebanyak 6 lembar dimana terdiri atas 12 halaman; menggunakan aksara Sunda Kuna. Naskah ini kemudian lebih dikenal sebagai “AMANAT PRABUGURU DARMASIKSA”.

—000—

Amanat Prabuguru Darmasiksa dirangkum dari setiap halaman yang diberi nomor sesuai dengan terjemahan Saleh Danasasmita dkk, 1987.

Sistematika rangkuman tersebut terbagi dalam 4 point:

• Amanat yang bersifat pegangan hidup /cecekelan hirup.
• Amanat yang bersifat perilaku yang negatif (non etis) ditandai dengan kata penafikan “ulah” (jangan).
• Amanat yang bersifat perilaku yang positif (etis) ditandai dengan kata imperatif “kudu” (harus).
• Kandungan nilai, sebagai interpretasi penulis.

AMANAT PRABUGURU DARMASIKSA

HALAMAN 1
Pegangan Hidup:

Prabu Darmasiksa menyebutkan lebih dulu 9 nama-nama raja leluhurnya.
Darmasiksa memberi amanat ini adalah sebagai nasihat kepada: anak, cucu, umpi (turunan ke-3), cicip (ke-4), muning (ke-5), anggasantana (ke-6), kulasantana (ke-7), pretisantana (ke-8), wit wekas ( ke-9, hilang jejak), sanak saudara, dan semuanya.

Kandungan Nilai:

Mengisyaratkan kepada kita bahwa harus menghormati/mengetahui siapa para leluhur kita. Ini kesadaran akan sejarah diri.
Mengisyaratkan pula kesadaran untuk menjaga kualitas keturunannya dan seluruh insan-insan masyarakatnya.

HALAMAN 2
Pegangan Hidup:

Perlu mempunyai kewaspadaan akan kemungkinan dapat direbutnya kemuliaan (kewibawaan dan kekuasaan) serta kejayaan bangsa sendiri oleh orang asing.

Perilaku Yang Negatif:

Jangan merasa diri yang paling benar, paling jujur, paling lurus.
Jangan menikah dengan saudara.
Jangan membunuh yang tidak berdosa.
Jangan merampas hak orang lain.
Jangan menyakiti orang yang tidak bersalah.
Jangan saling mencurigai.

Kandungan Nilai:

Sebagai suatu bangsa harus tetap waspada, tidak boleh lengah jangan sampai kekuasaan dan kemuliaan kita/Nusantara direbut/didominasi oleh orang asing.
Kebenaran bukan untuk diperdebatkan tapi untuk diaktualisasikan.
Pernikahan dengan saudara dekat tidak sehat.
Segala sesuatu harus mengandung nilai moral.

(Bersambung ke bagian 2)

3 people like this post.

Popularity: 8% [?]

Reader Feedback

20 Responses to “AMANAT GALUNGGUNG PRABU GURU DHARMASIKSA (Bagian 1 dari 4)”

  1. kopral cepot says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    mantaf kang… teraskeun ach di antos
    btw.. nuhun tos di link… aku link balik juga deh
    —————-

    Sami nuhun kang tos mampir… Kumaha damang? :)

  2. mantan kyai says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    biyuh. blog iki manteb tenan… salut kang!!!
    —————-

    Sing marai manteb kuwi sakjane sing ngekeki komentar… Nuwun… :D

  3. cenya95 says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    Kesadaran akan sejarah diri dapat meningkatkan harga diri.
    Bangga akan harga diri bukan berarti sombong atau lupa diri.
    amanat sang prabuguru dapat dijadikan pedoman.
    makasih
    salam hangat
    —————-

    Setuju Bro… harga diri yang muncul karena mengenal akan jati diri akan membuat kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia demi perdamaian dunia yang abadi.

    Masih ada lanjutannya hlo Bro… Tabik… :)

  4. senoaji says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    pesan dibalik linthingan lontar sejarah, boleh rapuh dan bertebar, tapi siratnya mengendap membatu ditiap ujung tutur sebangsa.

    tulisanmu rakalap apik e marai pingin nulis koyo ngene!
    kapan2 tak nyobo ahh!

    *lha sopo sing njupuk sendalku!!*
    —————-

    Waaahhhh…, nampaknya ada perubahan yang cukup signifikan (halaaahhh) dalam cara berkomentar…

    Lebih segar dan tajam…

    Apa kamsuuud ??? Wkwkwkwkwk…. :D
    *Hlaaa…, kowe nang jero kamar kesuwen ra metu-metu yo ilang sandalmu… kikikikikikik… ;)*

  5. kezedot says:
    Browser Unknown Unknown OS Unknown Unknown

    selamat malam sahabat
    blue tunggu kelanjutannya
    salam dalam hangat dalam dua musimnya blue
    —————-

    Selamat malam juga sobat…
    Tunggu kelanjutannya besok…
    Salam hangat… :)

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Spam protection by WP Captcha-Free

itempoeti


Search Engine Submission - AddMe
UA-11099112-1