<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kearifan Lokal vs Ideologi Impor</title>
	<atom:link href="http://itempoeti.com/2008/12/kearifan-lokal-vs-ideologi-lokal-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://itempoeti.com/2008/12/kearifan-lokal-vs-ideologi-lokal-2/</link>
	<description>bangkit berjuang demi masa depan!!! atau diam.., mati tergilas roda sejarah!!!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 09:06:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: bahtiarian</title>
		<link>http://itempoeti.com/2008/12/kearifan-lokal-vs-ideologi-lokal-2/comment-page-1/#comment-32</link>
		<dc:creator>bahtiarian</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2009 08:17:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://itempoeti.wordpress.com/2008/12/04/kontestasi-ideologi-dan-kearifan-lokal/#comment-32</guid>
		<description>kata-kata kunci:

KEARIFAN LOKAL
MEMORI KOLEKTIF
PANCASILA

Hmmm...
Soal revitalisasi (menghidupkan kembali?) Pancasila...setuju !!! Fasilitasi aja om.
Bicara revitalisasi Pancasila berarti bicara:
1. sejarah bangsa
2. sejarah Pancasila
3. akar budaya bangsa
4. kearifan lokal pendiri bangsa
5. mortalitas Pancasila (pernah mati? atau mati suri?)
6. anti-kolonialisme
7. anti-grand narative (kapitalisme)
8. postmodernisme
...
Dari mana mulainya?
Saya rasa sangkan parannya Pancasila bisa kita lacak dari sejarah perumusan Pancasila itu sendiri. Tawaran-tawaran pendiri bangsa ini dalam menyusun dasar negara perlu kita cermati kembali. Pilihan-pilihan urutan Pancasila perlu kita telaah kembali (bukan berarti urutan itu perlu kita susun kembali, tapi semangat dari tiap urutan yang ditawarkan pendiri bangsa perlu kita resapi). Misalnya, tawaran Bung Karno yang menempatkan sila ketuhanan sebagai urutan terakhir, saya rasa bukan &#039;merendahkan agama&#039;, tapi justru merupakan puncak perjalanan spiritual bangsa, setelah aksi-aksi kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hubungan sosial dijalani.

Salam.
----------------

&lt;em&gt;Cara pengurutan Pancasila harus didekati secara deduktif maupun induktif.

Pemahamannya harus dimulai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dstnya. Karena Ketuhanan YME adalah prinsip dasar pertama.

Namun dalam implementasinya, harus dibalik urutannya. Dimulai dengan Keadilan Sosial, lalu dilanjutkan dengan Kerakyatan, Persatuan, Kemanusiaan dan terakhir Ketuhanan YME sebagai fondasi yang terletak Paling bawah sebagai fondasi yang menopang seluruh bangunan sila diatasnya.

Untuk bahasan secara komprehensif tentu diperlukan ruang dan waktu yang lebih khusus dan khidmat untuk membahas secara komprehensif.

Saya tunggu undangannya... Tabik... :)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[Browser <img src='http://itempoeti.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/net/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown'> Unknown OS <img src='http://itempoeti.com/wp-content/plugins/wp-useragent/img/16/os/null.png' title='Unknown' style='border:0px;vertical-align:middle;' alt='Unknown'> Unknown<p>kata-kata kunci:</p>
<p>KEARIFAN LOKAL<br />
MEMORI KOLEKTIF<br />
PANCASILA</p>
<p>Hmmm&#8230;<br />
Soal revitalisasi (menghidupkan kembali?) Pancasila&#8230;setuju !!! Fasilitasi aja om.<br />
Bicara revitalisasi Pancasila berarti bicara:<br />
1. sejarah bangsa<br />
2. sejarah Pancasila<br />
3. akar budaya bangsa<br />
4. kearifan lokal pendiri bangsa<br />
5. mortalitas Pancasila (pernah mati? atau mati suri?)<br />
6. anti-kolonialisme<br />
7. anti-grand narative (kapitalisme)<br />
8. postmodernisme<br />
&#8230;<br />
Dari mana mulainya?<br />
Saya rasa sangkan parannya Pancasila bisa kita lacak dari sejarah perumusan Pancasila itu sendiri. Tawaran-tawaran pendiri bangsa ini dalam menyusun dasar negara perlu kita cermati kembali. Pilihan-pilihan urutan Pancasila perlu kita telaah kembali (bukan berarti urutan itu perlu kita susun kembali, tapi semangat dari tiap urutan yang ditawarkan pendiri bangsa perlu kita resapi). Misalnya, tawaran Bung Karno yang menempatkan sila ketuhanan sebagai urutan terakhir, saya rasa bukan &#8216;merendahkan agama&#8217;, tapi justru merupakan puncak perjalanan spiritual bangsa, setelah aksi-aksi kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, hubungan sosial dijalani.</p>
<p>Salam.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><em>Cara pengurutan Pancasila harus didekati secara deduktif maupun induktif.</p>
<p>Pemahamannya harus dimulai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dstnya. Karena Ketuhanan YME adalah prinsip dasar pertama.</p>
<p>Namun dalam implementasinya, harus dibalik urutannya. Dimulai dengan Keadilan Sosial, lalu dilanjutkan dengan Kerakyatan, Persatuan, Kemanusiaan dan terakhir Ketuhanan YME sebagai fondasi yang terletak Paling bawah sebagai fondasi yang menopang seluruh bangunan sila diatasnya.</p>
<p>Untuk bahasan secara komprehensif tentu diperlukan ruang dan waktu yang lebih khusus dan khidmat untuk membahas secara komprehensif.</p>
<p>Saya tunggu undangannya&#8230; Tabik&#8230; :)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

