
source : http://static.guim.co.uk/Guardian/world/gallery/2008/sep/16/stockmarkets/GD8849080-1127.jpg
Dampak dari guliran bola salju yang disebabkan krisis Wall Street makin menampakan tanda-tanda yang mengkuatirkan terhadap perekonomian dunia. Press release yang dikeluarkan secara resmi pertanggal 20 Oktober 2008 waktu setempat oleh International Labour Organization merupakan alarm tanda bahaya bagi perekonomian dunia.
Dalam pernyataannya, Direktur Umum ILO Juan Somavia menyatakan perkiraan awal ILO mengindikasikan bahwa “jumlah pengangguran akan meningkat dari 190 juta di 2007 menjadi 210 juta di akhir 2009.” Somavia juga menambahkan bahwa “jumlah mereka yang hidup dengan biaya kurang dari satu dollar sehari bisa meningkat jumlahnya menjadi 40 juta, sementara mereka yang hidup dengan biaya 2 dollar sehari bisa lebih dari 100 juta orang”.
Sementara itu di waktu yang bersamaan, Ketua Majelis Umum PBB Miguel d’Escoto Brockmann dalam pernyataannya, “Krisis keuangan yang terjadi saat ini tidak lagi bisa dipecahkan dalam skala nasional maupun regional, namun membutuhkan upaya penanganan di tingkat global.” Dalam kesempatan itu pula Brockmann mengumumkan akan dibentuknya gugus tugas tingkat tinggi yang melibatkan World Bank dan IMF untuk menyikapi kekacauan yang terjadi terutama pengaruhnya terhadap berbagai Negara baik besar maupun kecil.
Brockmann telah menunjuk penerima penghargaan Nobel bidang Ekonomi, Professor Joseph Stiglitz dari Amerika Serikat untuk memimpinnya. Komposisi dan kerangka acuan dari gugus tugas tersebut akan diumumkan segera setelah pertemuan khusus Majelis Umum PBB terkait krisis finansial global yang dijadwalkan pada 30 Oktober di markas PBB.
Dari perkembangan yang terjadi jelas tak bisa dipungkiri betapa krisis keuangan Wall Street membawa dampak global yang cukup dahsyat terhadap perekonomian dunia. Ini juga sekaligus bukti atas kejahatan kapitalisme terhadap kemanusiaan. Yang paling menyedihkan dari itu semua, PBB ternyata tidak mampu keluar dari ketiak Amerika Serikat. Penetapan Joseph Stiglitz untuk mengepalai gugus tugas tersebut, sekali lagi adalah bukti betapa PBB di bawah kendali Amerika.
Joseph Stiglitz yang tidak mampu berbuat apa-apa atas krisis yang terjadi di negaranya sendiri, justru dipilih untuk memimpin gugus tugas yang harus memecahkan dampak kekacauan ekonomi yang ditimbulkannya di berbagai Negara di dunia.
Apa yang terjadi di ujung permainan ini pada akhirnya jelas-jelas hanya akan memaksa seluruh Negara di dunia untuk menanggung resiko dan akibat krisis Wall Street semata-mata demi menyelamatkan Amerika, apapun caranya.
Hidup Amerika !!!
Popularity: 1% [?]













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](http://validator.w3.org/feed/images/valid-rss.png)







Great Clips Printable Coupons…
[...]listed here are a couple of listings to web sites I always link to since we think they are worthy of browsing[...]…